Resmi Jadi Plt Gubernur, Djarot Rapat Tertutup dengan Pejabat DKI

Kompas.com - 09/05/2017, 17:40 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menerima surat tugas sebagai Plt Gubernur DKI oleh Mendagri Tjahjo Kumolo di Balai Kota, Selasa (9/5/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menerima surat tugas sebagai Plt Gubernur DKI oleh Mendagri Tjahjo Kumolo di Balai Kota, Selasa (9/5/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, langsung mengantar Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo setelah kegiatan serah terima jabatan selesai di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (9/5/2017).

Baca juga: Tak Ada Senyum di Wajah Djarot Saat Dilantik Mendagri Gantikan Ahok

Djarot kemudian langsung masuk ke sebuah ruangan yang biasa digunakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk menerima tamu.

"Pak Sekda, tolong panggil Pak Sekda," kata Djarot dari dalam ruangan. Tidak lama kemudian, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah masuk ke dalam ruangan tersebut. Saefullah diikuti oleh pejabat DKI lainnya.

"Eselon II bisa masuk, diminta masuk," ujar salah seorang ajudan Djarot.

Masuk ke dalam ruangan itu antara lain Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Tuty Kusumawati, Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede, dan yang lain. Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono juga ikut dalam pertemuan itu.

Rapat tertutup itu berlangsung sekitar 20 menit. Setelah itu, Djarot keluar ruangan dan kembali menuju ruang kerjanya di lantai 2.

Wartawan mencoba untuk mengejar Djarot guna meminta keterangan soal pengukuhannya sebagai Plt Gubernur DKI. Namun Djarot memilih bungkam.

"Aku mau kerja lagi," ujar Djarot sambil masuk ke dalam ruang kerjanya.

Penetapan Djarot sebagai Plt Gubernur DKI merupakan dampak dari penahanan terhadap Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Basuki atau Ahok ditahan setelah menerima vonis dua tahun dari hakim dalam kasus penodaan agama dalam persidangan di Jakarta, Selasa (9/5/2017).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Megapolitan
UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

Megapolitan
Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Megapolitan
Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Megapolitan
Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Megapolitan
Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Megapolitan
Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Megapolitan
FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X