Dirawat di Singapura, Kondisi Bripda Yogi Korban Selamat Bom Kampung Melayu Belum Membaik

Kompas.com - 01/06/2017, 08:54 WIB
Yuli Hari Utomo, ayah salah satu korban selamat bom Kampung Melayu, Bripda Yogi Aryo di RS Premier, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017) dini hari. Kompas.com/Sherly PuspitaYuli Hari Utomo, ayah salah satu korban selamat bom Kampung Melayu, Bripda Yogi Aryo di RS Premier, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017) dini hari.
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi korban selamat bom Kampung Melayu dengan luka terparah, Bripda Yogi Aryo hingga hari ini, Kamis (1/6/2017), belum juga membaik.

Ayah Yogi, Yuli Hari Utomo mengatakan, sampai saat ini pihak rumah sakit masih melakukan serangkaian pengecekan pada anggota Sabhara Polda Metro Jaya tersebut.

"Kemarin baru check up, CT scan juga. Baru keluar hasilnya hari ini," ujar Yuli saat dihubungi Kompas.com, Kamis.

Baca juga: Kondisi Bripda Yogi, Korban Selamat Bom Kampung Melayu dengan Luka Paling Parah

Ia mengatakan, belum ada tindakan medis lain yang dilakukan pihak rumah sakit terhadap putranya tersebut.

"Belum ada tindakan, masih memastikan kondisinya. Belum ada perubahan," sebutnya.

Meski demikian, ia berharap tim medis dari rumah sakit di Singapura dapat melakukan tindakan medis terbaik sehingga Yogi dapat kembali sembuh.

"Semoga cepat sembuh, kembali bertugas," tutupnya.

Sebelum dibawa ke Singapura, Yogi sempat menjalani perawatan di RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur. Yogi mengalami kerusakan mata kiri yang cukup parah.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, Yogi akhirnya dibawa ke Singapura untuk menjalani pengobatan intensif.

"Bripda Yogi dievakuasi ke Singapura untuk dirawat lebih lanjut. Ke Singapore General Hospital," ujar Setyo di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Baca juga: Begini Kondisi Bripda Yogi, Korban Selamat Bom Kampung Melayu

Setyo mengatakan, mata kiri Yogi rusak total. Sekujur tubuhnya juga dipenuhi luka akibat ledakan bom sehingga harus ditangani dengan alat medis yang lebih canggih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 3 Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Polisi Tangkap 3 Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Megapolitan
Pemkot Minta Palyja Petakan Masalah Krisis Air di Jakarta Utara

Pemkot Minta Palyja Petakan Masalah Krisis Air di Jakarta Utara

Megapolitan
Warga Bangun Tembok hingga Tutup Jalan di Pondok Bambu, Sekcam: Masyarakat Kecewa

Warga Bangun Tembok hingga Tutup Jalan di Pondok Bambu, Sekcam: Masyarakat Kecewa

Megapolitan
PTM 100 Persen Masuk Minggu ke-3, Disdik Kota Tangerang Klaim Masih Aman

PTM 100 Persen Masuk Minggu ke-3, Disdik Kota Tangerang Klaim Masih Aman

Megapolitan
Diajak Nongkrong, Siswi SMP di Bogor Dicabuli 3 Pemuda secara Bergiliran

Diajak Nongkrong, Siswi SMP di Bogor Dicabuli 3 Pemuda secara Bergiliran

Megapolitan
Kasus Rentenir Tewas Dibacok, Bermula Pelaku Belum Bisa Bayar Utang Rp 350.000 dan Korban Emosi

Kasus Rentenir Tewas Dibacok, Bermula Pelaku Belum Bisa Bayar Utang Rp 350.000 dan Korban Emosi

Megapolitan
Kesal Ucapannya Dipotong Jaksa, Munarman: Saya Ini Terancam Hukuman Mati

Kesal Ucapannya Dipotong Jaksa, Munarman: Saya Ini Terancam Hukuman Mati

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Penjual Narkotika ke Fico Fachriza

Polisi Kantongi Identitas Penjual Narkotika ke Fico Fachriza

Megapolitan
Panti Pijat yang Fasilitasi Prostitusi di Depok Bakal Ditutup

Panti Pijat yang Fasilitasi Prostitusi di Depok Bakal Ditutup

Megapolitan
Monyet Masuk ke Perumahan Mewah di Ancol, Seorang ART Dicakar hingga Berdarah

Monyet Masuk ke Perumahan Mewah di Ancol, Seorang ART Dicakar hingga Berdarah

Megapolitan
Sempat Tutup karena Kasus Covid-19, 3 Sekolah Ini Kembali Gelar PTM 100 Persen

Sempat Tutup karena Kasus Covid-19, 3 Sekolah Ini Kembali Gelar PTM 100 Persen

Megapolitan
Munarman Pertanyakan Maklumat FPI yang Buat Dirinya Dituduh Teroris dan Dipenjara

Munarman Pertanyakan Maklumat FPI yang Buat Dirinya Dituduh Teroris dan Dipenjara

Megapolitan
Jalan di Bawah Stasiun MRT Blok A Berlubang, Warga Sebut Sering Terjadi Kecelakaan

Jalan di Bawah Stasiun MRT Blok A Berlubang, Warga Sebut Sering Terjadi Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.535 orang

UPDATE 17 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.535 orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.