Polisi Korban Bom Kampung Melayu Ini Ternyata Tak Bercita-cita Jadi Polisi

Kompas.com - 01/06/2017, 13:20 WIB
Denanda, adik dari almarhum Briptu Taufan Tsunami usai upacara pemakaman di TPU Pondok Ranggon Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017). KOMPAS.COM/Anggita MuslimahDenanda, adik dari almarhum Briptu Taufan Tsunami usai upacara pemakaman di TPU Pondok Ranggon Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

BEKASI, KOMPAS.com - Salah satu korban ledakan bom Kampung Melayu, Briptu Taufan Tsunami, ternyata bukan cita-citanya menjadi seorang polisi.

Adik almarhum, Dennanda Putri Pamungkas (20) mengatakan bahwa cita-cita amarhum adalah menjadi seorang dokter hewan.

"Abang itu cita-citanya dari SMA pengennya jadi dokter hewan, yang cita-citanya jadi polisi itu aku," ujar Dennanda saat diwawancarai di kediamannya di daerah Kranggan, Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (31/5/2017).

Dennanda bercerita, pada 2014 silam, dia dan almarhum Taufan mengikutu tes, namun hasilnya yang diterima adalah Taufan. Sementara dia, diterima di kebidanan.

Menurut Dennanda, cita-cita antara dia dan sang kakak seperti tertukar. Sebab, almarhum yang awalnya ingin menjadi dokter hewan, berujung menjadi seorang polisi. Sementara Dennanda yang awalnya ingin menjadi polisi, saat ini duduk di bangku kuliah dengan jurusan kebidanan.

Baca: Almarhum Briptu Taufan Sempat Minta Dibuatkan Mi Instan ke Adiknya

Walaupun demikian, Dennanda mengaku masih tetap ingin melanjutkan untuk menjadi polisi setelah lulus di bangku kuliah. Dia yakin kakaknya akan mendukungnya karena selama ini selalu memberikan semangat dan dorongan untuknya.

Hal yang paling teringat oleh Dennanda adalah ketika almarhum berjanji akan menemani dirinya saat mendaftar menjadi polisi.

"Dia bilang pasti temenin. Eh belum ditemenin udah enggak ada (gugur dalam bertugas)," kata dia.

Dennanda mengatakan, dia ingin dan siap menggantikan sang kakak menjadi seorang polisi.
Rencananya, setelah menyelesaikan studinya pada September 2017, dia akan mengikuti rangkaian tes untuk menjadi seorang polisi.

Kompas TV Presiden juga meminta unsur TNI agar dilibatkan dalam pemberantasan terorisme.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BOR Pasien Covid-19 di Jakarta Terisi 45 Persen dari 3.900, Belum Kapasitas Maksimal

BOR Pasien Covid-19 di Jakarta Terisi 45 Persen dari 3.900, Belum Kapasitas Maksimal

Megapolitan
Saat Lahan Bintaro Xchange Digugat oleh Warga yang Mengaku Ahli Waris

Saat Lahan Bintaro Xchange Digugat oleh Warga yang Mengaku Ahli Waris

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel Capai 98,3 Persen

UPDATE 27 Januari: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel Capai 98,3 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Tambah 425 Kasus di Kota Tangerang, 1.774 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 27 Januari: Tambah 425 Kasus di Kota Tangerang, 1.774 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Ini Kasus Penyekapan Pengusaha di Depok yang Bikin Oknum TNI Diseret ke Pengadilan Militer

Ini Kasus Penyekapan Pengusaha di Depok yang Bikin Oknum TNI Diseret ke Pengadilan Militer

Megapolitan
Akhir Pelarian Pemuda yang Bunuh Temannya di Bekasi karena Tak Diajak Cari Kerja

Akhir Pelarian Pemuda yang Bunuh Temannya di Bekasi karena Tak Diajak Cari Kerja

Megapolitan
3 Ruko di Pasar Cengkareng Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 3 Miliar

3 Ruko di Pasar Cengkareng Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 3 Miliar

Megapolitan
Praktik Pungli di Pasar Lama Tangerang Terungkap, Berdalih Uang Keamanan

Praktik Pungli di Pasar Lama Tangerang Terungkap, Berdalih Uang Keamanan

Megapolitan
Polisi Dalami Keterkaitan 2 Perusahaan Pinjol Ilegal yang Digerebek di PIK 2

Polisi Dalami Keterkaitan 2 Perusahaan Pinjol Ilegal yang Digerebek di PIK 2

Megapolitan
Kasus Covid-19 Makin Parah, Mengapa Jakarta Masih Terapkan PPKM Level 2?

Kasus Covid-19 Makin Parah, Mengapa Jakarta Masih Terapkan PPKM Level 2?

Megapolitan
Sampah Dibuang di Perbatasan Jaksel, Sudin LH: Sudah Diangkut, Ada Lagi

Sampah Dibuang di Perbatasan Jaksel, Sudin LH: Sudah Diangkut, Ada Lagi

Megapolitan
Dinkes DKI: 458.527 Orang Sudah Divaksinasi Booster di Jakarta

Dinkes DKI: 458.527 Orang Sudah Divaksinasi Booster di Jakarta

Megapolitan
Didemo Ahli Waris Lahan Bintaro Xchange, PT Jaya Real Property: Mal Dibangun Sah secara Hukum

Didemo Ahli Waris Lahan Bintaro Xchange, PT Jaya Real Property: Mal Dibangun Sah secara Hukum

Megapolitan
Oknum TNI yang Sekap Pengusaha di Depok Jalani Sidang Militer, Didakwa Pasal Berlapis

Oknum TNI yang Sekap Pengusaha di Depok Jalani Sidang Militer, Didakwa Pasal Berlapis

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Mengapa Dinkes DKI Anggap Sekolah Tatap Muka Masih Aman?

Kasus Covid-19 Melonjak, Mengapa Dinkes DKI Anggap Sekolah Tatap Muka Masih Aman?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.