Jalur MRT Jakarta Dipastikan Tidak Terdampak Masalah Lahan Stasiun Haji Nawi

Kompas.com - 06/07/2017, 07:05 WIB
Kondisi jalan sementara yang dibangun di Jalan Fatmawati untuk ruas kawasan Haji Nawi, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2017). Jalan sementara dibuat selama berlangsungnya pembangunan stasiun mass rapid transit (MRT) di lokasi tersebut dari mulai 4 Februari-11 Agustus 2017. Alsadad RudiKondisi jalan sementara yang dibangun di Jalan Fatmawati untuk ruas kawasan Haji Nawi, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2017). Jalan sementara dibuat selama berlangsungnya pembangunan stasiun mass rapid transit (MRT) di lokasi tersebut dari mulai 4 Februari-11 Agustus 2017.
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim mengatakan bahwa pengoperasian kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta tidak akan terganggu kendati masih ada lahan yang belum dibebaskan di kawasan Haji Nawi, Jakarta Selatan.

Pasalnya, lahan yang belum dibebaskan tersebut bukan berada di bagian tengah yang merupakan jalur MRT Jakarta, melainkan untuk stasiunnya.

"Ada empat titik lahan yang belum bebas di Haji Nawi dan itu untuk pembuatan stasiunnya, tetapi bagian tengah tidak terdampak sehingga struktur tiang dan jalur kereta dipastikan bisa selesai sesuai rencana," kata Silvia, saat menghadiri Forum Jurnalis dan Blogger MRT di Cikini, Rabu (5/7/2017).

(baca: Sistem Tiket MRT Jakarta Akan Mirip di Singapura)

MRT Jakarta ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2019. Adapun Stasiun Haji Nawi diperkirakan akan mulai dioperasikan di waktu berbeda karena saat ini belum selesai pembebasan lahannya.

Adapun total lahan yang belum bebas sampai saat ini adalah 26 bidang tanah lantaran pemilik tidak setuju dengan kesepakatan harga sehingga mengikuti konsinyasi pengadilan.

Dari 26 bidang yang diikutkan dalam konsinyasi pengadilan, menyisakan 4 bidang yang sebagian besar juga sudah selesai, antara lain di Blok A dan Cipete.

"Tinggal Haji Nawi saja yang kami akan selesaikan. Ada satu yang menggugat pemerintah, karena yang menyiapkan lahan pemerintah," tutur Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar, dalam kesempatan yang sama.

Dia melanjutkan, saat ini pemerintah mendesak pengadilan untuk mengeluarkan ketetapan hukum agar ada kekuatan hukum tetap dan penggugat menerima hasil tersebut.

(baca: Progres Konstruksi MRT Telah Mencapai 74,89 Persen)

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Izinkan Konser dengan Konsep Drive-In Saat PSBB Transisi

Pemprov DKI Izinkan Konser dengan Konsep Drive-In Saat PSBB Transisi

Megapolitan
Warga Heboh Temuan Janin di Balai RT, Hasil Otopsi Ternyata Janin Kucing

Warga Heboh Temuan Janin di Balai RT, Hasil Otopsi Ternyata Janin Kucing

Megapolitan
Jakut Luncurkan 2 Aplikasi untuk Memudahkan Interaksi Pasien Covid-19 dengan Petugas Medis

Jakut Luncurkan 2 Aplikasi untuk Memudahkan Interaksi Pasien Covid-19 dengan Petugas Medis

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah

Megapolitan
Polisi Periksa CCTV JPO GBK untuk Ungkap Pelaku Vandalisme

Polisi Periksa CCTV JPO GBK untuk Ungkap Pelaku Vandalisme

Megapolitan
Ini 12 Ketentuan Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok

Ini 12 Ketentuan Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok

Megapolitan
Ojol di Bekasi Diizinkan Angkut Penumpang Mulai Besok, Ini Ketentuan yang Harus Ditaati

Ojol di Bekasi Diizinkan Angkut Penumpang Mulai Besok, Ini Ketentuan yang Harus Ditaati

Megapolitan
Lonjakan Pasien Covid-19 Masih Tinggi, Ini Pentingnya Mandi bagi Petugas Medis agar Terhindar dari Virus

Lonjakan Pasien Covid-19 Masih Tinggi, Ini Pentingnya Mandi bagi Petugas Medis agar Terhindar dari Virus

BrandzView
Bank DKI Diminta Bantu UKM untuk Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Bank DKI Diminta Bantu UKM untuk Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Megapolitan
Polisi Tunggu Hasil Otopsi Jasad Bayi yang Ditemukan di Kali Pulogadung

Polisi Tunggu Hasil Otopsi Jasad Bayi yang Ditemukan di Kali Pulogadung

Megapolitan
Polisi Temukan Pisau dan Bercak Darah di Mobil Sopir Taksi Online yang Tewas di Bekasi

Polisi Temukan Pisau dan Bercak Darah di Mobil Sopir Taksi Online yang Tewas di Bekasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Gempa di Jakarta Serasa 'Nyungsep' | Sawangan Kini Terbanyak Kasus Covid-19 di Depok

[POPULER JABODETABEK] Gempa di Jakarta Serasa "Nyungsep" | Sawangan Kini Terbanyak Kasus Covid-19 di Depok

Megapolitan
Hari Terakhir PPDB Jakarta hingga Pukul 15.00 WIB, Masih Ada Kursi Kosong di 115 SMAN

Hari Terakhir PPDB Jakarta hingga Pukul 15.00 WIB, Masih Ada Kursi Kosong di 115 SMAN

Megapolitan
Pro Kontra Keputusan Anies Izinkan Reklamasi Ancol di Mata Anggota DPRD DKI

Pro Kontra Keputusan Anies Izinkan Reklamasi Ancol di Mata Anggota DPRD DKI

Megapolitan
Ratusan Pegawai di Lingkungan Kantor Wali Kota Jakut Jalani Rapid Test

Ratusan Pegawai di Lingkungan Kantor Wali Kota Jakut Jalani Rapid Test

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X