Jeremy Thomas: Axel Depresi Sekali, Hanya Minta Ditemani Saya

Kompas.com - 19/07/2017, 15:38 WIB
Jeremy Thomas (45) menemani anaknya yang tersangka kasus pembelian narkoba, Axel Matthew Thomas (19), menuju ruang tahanan Mapolda Metro Jaya, Rabu (19/7/2017). KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanJeremy Thomas (45) menemani anaknya yang tersangka kasus pembelian narkoba, Axel Matthew Thomas (19), menuju ruang tahanan Mapolda Metro Jaya, Rabu (19/7/2017).


TANGERANG, KOMPAS.com -
Artis peran Jeremy Thomas mengungkapkan bahwa putranya, Axel Matthew Thomas (19), masih dalam kondisi yang kurang baik. Axel menjalani proses pemeriksaan sebagai tersangka kasus narkoba setelah dirinya sempat diduga dipukul oknum anggota Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (15/7/2017) lalu.

"Saat ini kami masih fokus pada penanganan Axel, kondisi kejiwaannya yang masih rapuh dan enggak mau makan. Dia terlihat depresi sekali, dia diam, hanya minta ditemani saya," kata Jeremy, saat ditemui Kompas.com, di Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (19/7/2017) siang.

(baca: Jeremy Thomas: Saya Prihatin terhadap Kecerobohan Axel)

Axel sempat dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, untuk mengobati luka memar di wajahnya.

Namun, Axel hanya dirawat hingga Selasa (18/7/2017), karena dia sudah ditetapkan sebagai tersangka dan harus menjalani proses berita acara pemeriksaan (BAP) di Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa malam.

Jeremy menyampaikan, menurut dokter yang menangani Axel, luka memar di wajah anaknya sudah membaik.

Tetapi, kondisi Axel masih syok dan trauma akibat dugaan pemukulan terhadap dirinya oleh oknum anggota polisi.

"Rekomendasi dari dokter secara keseluruhan, luka-luka memarnya sudah membaik. Tapi saya melihat sekarang Axel masih pusing kadang-kadang, jiwanya rapuh sekali, dan saya bisa pahami itu," tutur Jeremy.

(baca: Sosok Dimitri Jadi Sorotan pada Kasus Putra Jeremy Thomas)

Axel diduga terlibat dalam transaksi narkoba setelah polisi mengantongi alat bukti berupa tanda transfer uang Rp 1,5 juta dari Axel kepada seorang yang diduga pengedar.

Namun, dalam proses BAP di Polres, Axel mengaku ditawari obat penenang oleh temannya yang bernama Dimitri dan tidak tahu yang dipesannya adalah narkoba jenis happy five.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Curi Hand Sanitizer di Bus Transjakarta, Pelaku Akui untuk Obati Kaki yang Sakit

Curi Hand Sanitizer di Bus Transjakarta, Pelaku Akui untuk Obati Kaki yang Sakit

Megapolitan
Tunggu Sidang MK, KPU Tangsel Belum Tetapkan Pasangan Terpilih

Tunggu Sidang MK, KPU Tangsel Belum Tetapkan Pasangan Terpilih

Megapolitan
Pembawa 5 Kg Sabu Ditangkap di Terminal Palembang Tujuan Jakarta, Polisi: Sudah 4 Kali Beraksi

Pembawa 5 Kg Sabu Ditangkap di Terminal Palembang Tujuan Jakarta, Polisi: Sudah 4 Kali Beraksi

Megapolitan
Penyelundup Sabu-Sabu dari Palembang ke Jakarta Berpura-pura Jadi Penumpang Bus

Penyelundup Sabu-Sabu dari Palembang ke Jakarta Berpura-pura Jadi Penumpang Bus

Megapolitan
KPAI: Ironis, 15 Persen Kasus Covid-19 Depok Diderita Anak-anak

KPAI: Ironis, 15 Persen Kasus Covid-19 Depok Diderita Anak-anak

Megapolitan
Wagub DKI: Jam Operasional Mal dan Restoran Diperpanjang atas Permintaan Pelaku Usaha

Wagub DKI: Jam Operasional Mal dan Restoran Diperpanjang atas Permintaan Pelaku Usaha

Megapolitan
7 Pekan Zona Merah, Depok Kini Berada di Zona Oranye Covid-19

7 Pekan Zona Merah, Depok Kini Berada di Zona Oranye Covid-19

Megapolitan
PSBB Diperpanjang, Pusat Perbelanjaan Boleh Beroperasi Lebih Lama dari Sebelumnya

PSBB Diperpanjang, Pusat Perbelanjaan Boleh Beroperasi Lebih Lama dari Sebelumnya

Megapolitan
Kala Anies Sebut Covid-19 Bukan Fiksi ketika Lonjakan Kasus Terus Terjadi

Kala Anies Sebut Covid-19 Bukan Fiksi ketika Lonjakan Kasus Terus Terjadi

Megapolitan
Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Berlaku di Stasiun Mulai 5 Februari

Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Berlaku di Stasiun Mulai 5 Februari

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.653 Pasien Covid-19, Terisi 77 Persen

UPDATE 25 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.653 Pasien Covid-19, Terisi 77 Persen

Megapolitan
Polisi Tangkap Pasangan yang Berbuat Mesum di Halte Jalan Kramat Raya

Polisi Tangkap Pasangan yang Berbuat Mesum di Halte Jalan Kramat Raya

Megapolitan
Pakai Baju yang Sama, Pencuri Hand Sanitizer di Bus Transjakarta Ditangkap di Blok M

Pakai Baju yang Sama, Pencuri Hand Sanitizer di Bus Transjakarta Ditangkap di Blok M

Megapolitan
PSBB Diperpanjang, Restoran Boleh Layani Tamu Makan di Tempat hingga Pukul 20.00 WIB

PSBB Diperpanjang, Restoran Boleh Layani Tamu Makan di Tempat hingga Pukul 20.00 WIB

Megapolitan
Terus Bertambah, Ini Daftar Pejabat Pemprov DKI yang Positif Covid-19

Terus Bertambah, Ini Daftar Pejabat Pemprov DKI yang Positif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X