Kapolres Bekasi: Mereka secara Spontan Melakukan Pembakaran MA - Kompas.com

Kapolres Bekasi: Mereka secara Spontan Melakukan Pembakaran MA

Kompas.com - 07/08/2017, 20:08 WIB
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Asep Adi Saputra mengatakan ada dua orang yang menjadi tersangka pembakaran MA di Polres Metro Bekasi, Kabupaten Bekasi, Senin (7/8/2017). KOMPAS.COM/Anggita Muslimah Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Asep Adi Saputra mengatakan ada dua orang yang menjadi tersangka pembakaran MA di Polres Metro Bekasi, Kabupaten Bekasi, Senin (7/8/2017).

BEKASI, KOMPAS.com – Kapolres Metro Bekasi, Kombes Asep Adi Saputra mengatakan para tersangka dalam kasus pembakaran MA, melakukan hal tersebut secara spontan.

“Tersangka menyesal. Jadi mereka melihat peristiwa itu, kemudian secara spontan melakukan (pembakaran MA),” ujar Asep di Polres Metro Bekasi, Senin (7/8/2017).

Ia menjelaskan peristiwa saat MA dibakar terjadi di titik ramai. Sehingga banyak orang yang berkumpul dan terjadi lah aksi tersebut.

Menurut Asep, hal ini merupakan gambar perilaku kolektif, di mana sekelompok orang merespon terhadap suatu kejadian tanpa terorganisir alias spontan. 

Asep mengatakan, peristiwa seperti ini secara sosiologis, lalu kemudian orang-orang berpartisipasi yang merupakan perilaku kolektif.

“Mereka terprovokasi dengan sendirinya, maka perilakunya sudah di luar kontrol dan kadang-kadang di luar akal sehat,” kata Asep.

Baca: Ini Peran Dua Tersangka Pembakaran MA di Bekasi

Adapun dalam kasus pembakaran MA, ada sembilan saksi yang telah dimintai keterangan. Dua di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, yaitu berinisial SU (40) dan NA (39). Kedua tersangka tersebut berperan memukul sebanyak tiga kali dan juga menendang MA.

Asep juga menegaskan, kedua tersangka bukanlah orang yang memprovokasi saat melakukan pembakaran terhadap MA. Tersangka akan dikenakan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Dalam undang-undang tersebut, kata Asep, tindakan terang-terangan dengan bersama melakukan kekerasan terhadap orang hingga meninggal, dikenakan hukuman 12 tahun penjara. Hingga saat ini polisi sedang memburu lima orang lainnya yang diduga terlibat  pembakaran MA.

Baca: Terkait Pembakaran MA, Polisi Kejar Penyiram Bensin

Adapun MA dikeroyok dan dibakar hidup-hidup oleh massa di Pasar Muara Bakti, Desa Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi pada Selasa (1/8/2017) lalu, karena dituduh sebagai pelaku pencurian amplifier milik Mushala Al Hidayah di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorDian Maharani

Komentar

Terkini Lainnya

Uni Emirat Arab Siap Dukung Penarikan Mundur Pemberontak Yaman

Uni Emirat Arab Siap Dukung Penarikan Mundur Pemberontak Yaman

Internasional
Pemkot Jakbar Cari Lokasi Pengganti Tempat Pembuangan Sampah yang Dikeluhkan Warga

Pemkot Jakbar Cari Lokasi Pengganti Tempat Pembuangan Sampah yang Dikeluhkan Warga

Megapolitan
Tugas Perdana dari Mendagri, Pj Gubernur Sumut Datangi Danau Toba

Tugas Perdana dari Mendagri, Pj Gubernur Sumut Datangi Danau Toba

Regional
KPU NTT Kesulitan Atur Akun Medsos yang Kampanye Saat Masa Tenang

KPU NTT Kesulitan Atur Akun Medsos yang Kampanye Saat Masa Tenang

Regional
Menengok Saluran Air Penuh Sampah di Duren Sawit

Menengok Saluran Air Penuh Sampah di Duren Sawit

Megapolitan
Cerita Korban Terpeleset Cairan Licin Diduga Oli di Pejompongan

Cerita Korban Terpeleset Cairan Licin Diduga Oli di Pejompongan

Megapolitan
415 Pengamat Internasional Terakreditasi Pantau Pemilu Turki

415 Pengamat Internasional Terakreditasi Pantau Pemilu Turki

Internasional
Jika Ada Polisi Tidak Netral di Pilkada Jabar, Laporkan ke Kapolda

Jika Ada Polisi Tidak Netral di Pilkada Jabar, Laporkan ke Kapolda

Regional
Nurdin Halid Ungkap Ada Menteri Intervensi Pilkada Sulsel Sampai Ancam Bupati

Nurdin Halid Ungkap Ada Menteri Intervensi Pilkada Sulsel Sampai Ancam Bupati

Regional
Antisipasi 'Serangan Fajar' di Pilkada Jatim, PDI-P Intruksikan Kadernya Ronda

Antisipasi "Serangan Fajar" di Pilkada Jatim, PDI-P Intruksikan Kadernya Ronda

Nasional
'Baju Kertasku', Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

"Baju Kertasku", Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

Megapolitan
Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

Regional
Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Regional
Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

Regional
Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

Internasional

Close Ads X