IMJ Ingin Pengamen Berlisensi Diizinkan Tampil di Stasiun KRL

Kompas.com - 28/08/2017, 21:02 WIB
Sebuah kegiatan panggung musik bertajuk pentas Ekspresi Seniman Jalanan yang digelar oleh Institut Musisi Jalanan (IMJ) di markas mereka di jalan baru sekitar flyover Arif Rahman Hakim, Depok, Selasa (22/8/2017). Kompas.com/Alsadad RudiSebuah kegiatan panggung musik bertajuk pentas Ekspresi Seniman Jalanan yang digelar oleh Institut Musisi Jalanan (IMJ) di markas mereka di jalan baru sekitar flyover Arif Rahman Hakim, Depok, Selasa (22/8/2017).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorDian Maharani

DEPOK, KOMPAS.com - Institut Musisi Jalanan (IMJ) selaku kelompok aktivis pegiat para pengamen jalanan punya keinginan agar pengamen berlisensi diizinkan untuk tampil di stasiun-stasiun yang melayani kereta rel listrik ( KRL) commuter line.

Pendiri IMJ Andi Malewa menyatakan keinginan tersebut mengacu pada apa yang dilakukan di negara-negara lain.

"Di luar negeri kan biasa ada orang ngamen di stasiun. Dia menghibur orang yang ada di situ," kata Andi saat dihubungi Kompas.com, Senin (28/8/2017).

Menurut Andi, jika diperbolehkan, pihaknya bersedia menyiapkan kelompok pengamen sejak stasiun mulai dibuka. Ia menilai para pengamen ini bisa diibaratkan sebagai petugas stasiun khusus untuk kesenian.


Baca: Dari Audisi Ini Akan Terlihat yang Mana Preman Berkedok Pengamen

"Stasiun mulai buka jam berapa, kita siap datang jam segitu. Nanti ketika petugas yang kebersihan mulai bersih-bersih, kita juga siap buat main musik," ujar Andi.

Andi menyatakan para pengamen tidak menuntut bayaran dari pengelola stasiun. Mereka hanya meminta agar diperbolehkan membuka kotak yang nantinya ditempatkan di depan para pengamen saat tampil.

Menurut Andi, para pengamen bersedia ditugaskan untuk tampil berpindah-pindah stasiun.

"Misal kelompok ini hari ini tampil di sini, besok dia tampil di stasiun yang lain lagi. Di stasiun yang kemarin dia tampil udah diisi sama yang lain lagi," ujar Andi.

Dalam upaya menjaring pengamen berlisensi, IMJ diketahui sudah dua kali menggelar ajang Ekspresi Musisi Jalanan, masing-masing pada Mei dan Agustus 2017.

 

Baca: Lisensi Kemahiran Bermusik demi Tingkatkan Derajat Pengamen

Dalam menggelar ajang Ekspresi Musisi Jalanan, IMJ mendapat dukungan dari Direktorat Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dari hasil pentas Ekspresi Musisi Jalanan yang pertama, para musisi jalanan mendapat lisensi berupa sebuah "Supercard".

Dengan kartu ini, mereka dapat tampil di beberapa mal di kawasan Jabodetabek yang pengelolanya sudah diajak bekerja sama.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X