Kompas.com - 04/09/2017, 11:44 WIB
Penulis Jessi Carina
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan tawuran antar-warga yang terjadi di Johar Baru mirip dengan tawuran yang kerap terjadi di Jalan Tambak, Jakarta Pusat.

Menurut Djarot, ada kemungkinan tawuran terjadi bersamaan dengan masuknya narkoba ke wilayah itu.

"Saya sudah beberapa kali ke Jalan Tambak. Mereka bilang begitu ada tawuran, barang masuk," ujar Djarot, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (4/9/2017).

"Jadi begitu ada tawuran, biasanya narkoba masuk," kata dia.

(baca: Ancaman Tembak di Tempat untuk Warga yang Kembali Tawuran di Johar Baru...)

Djarot menyampaikan, dirinya tidak menuduh ada transaksi narkoba di balik tawuran di Johar Baru. Namun, dia meminta polisi menelusuri semua informasi mengenai akar masalah pemicu tawuran antar-warga tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat wawancara dengan kompas.com di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (4/9/2017).KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat wawancara dengan kompas.com di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (4/9/2017).

Mantan Wali Kota Blitar itu mengungkapkan, selain narkoba, penyebab tawuran bisa juga disebabkan kurangnya wadah berekspresi untuk warga.

Karena itu, Djarot menyatakan Pemprov DKI Jakarta ingin memperbanyak ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di lingkungan padat penduduk sebagai ruang interaksi dan berekspresi warga.

Terkait tawuran di Johar Baru yang terjadi pada Jumat (1/9/2017) sekitar pukul 16.00 WIB, polisi menetapkan 10 warga Kampung Rawa, Johar Baru, sebagai tersangka.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto menjelaskan, tawuran itu melibatkan warga RW 04 (Gang Lepoy) dengan RW 07 (Gang Buntu) yang saling serang menggunakan petasan serta senjata tajam.

(baca: Jadi Akses Tawuran, Jembatan Penyeberangan Orang di Johar Baru Ditutup)

Kompas TV Dua Kelompok Pemuda Tawuran Saat SOTR
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.