PD Pasar Jaya Siapkan Sistem Pemesanan Online untuk Jakgrosir

Kompas.com - 08/09/2017, 12:15 WIB
Pusat perkulakan atau Jakgrosir di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur. Foto diambil Jumat (8/9/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARIPusat perkulakan atau Jakgrosir di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur. Foto diambil Jumat (8/9/2017).
Penulis Nursita Sari
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan sistem pemesanan online untuk penjualan barang dan kebutuhan pokok di pusat perkulakan atau Jakgrosir di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur.

Dengan adanya sistem pemesanan online, para pedagang di bawah naungan PD Pasar Jaya tidak perlu datang ke Jakgrosir untuk berbelanja barang yang akan mereka jual kembali.

"Pedagang nanti sebenernya enggak perlu sulit-sulit datang. Jadi kami akan menyiapkan juga pola sistem online, jadi nanti ordernya bisa pake apps," ujar Arief di Jakgrosir Kramatjati, Jumat (8/9/2017).

PD Pasar Jaya saat ini mulai menjalin kerjasama dengan beberapa pihak untuk mewujudkan sistem pemesanan online tersebut.


Baca: Djarot Sebut Jakgrosir Kramatjati untuk Pangkas Distribusi dan Tekan Inflasi

Nantinya, barang pesanan para pedagang bisa dikirim ke alamat kios tempat mereka berjualan.

"Sehingga efisiensi terhadap cost of construction-nya harga barang itu terjadi," kata Arief.

Jakgrosir di Pasar Induk Kramatjati merupakan pusat perkulakan pertama yang dibangun dan diresmikan di Jakarta.

Rencananya, PD Pasar Jaya akan membangun Jakgrosir di semua kota/kabupaten di Jakarta.

"Ke depannya direncanakan Jakgrosir harus ada di setiap wilayah kota, termasuk Kabupaten Kepulauan Seribu sehingga harga jual barang di DKI Jakarta bisa terkontrol," ucap Arief.

Saat ini terdapat 2.114 item barang yang dijual di Jakgrosir. Transaksi dilakukan dengan sistem non-tunai dalam perdagangan yang dibuka setiap hari mulai pukul 07.00-22.00 WIB.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Megapolitan
Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Megapolitan
Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Megapolitan
Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Megapolitan
Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Megapolitan
Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Megapolitan
DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

Megapolitan
Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Megapolitan
PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Megapolitan
Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Megapolitan
Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Megapolitan
Sidang Eksepsi Kasus 'Ikan Asin' Akan Digelar Tahun Depan

Sidang Eksepsi Kasus "Ikan Asin" Akan Digelar Tahun Depan

Megapolitan
Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X