Usai Ditetapkan Tersangka, Polisi Bawa Jonru ke Rumahnya

Kompas.com - 29/09/2017, 18:40 WIB
Pengacara Jonru Ginting, Djuju Purwantoro saat diwawancarai di Mapolda Metro Jaya Kompas.com/Akhdi Martin PratamaPengacara Jonru Ginting, Djuju Purwantoro saat diwawancarai di Mapolda Metro Jaya
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian telah menetapkan Jonru Ginting sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian.

Dia ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan pertama sebagai saksi terlapor.

Pengacara Jonru, Djuju Purwantoro membeberkan kronologi penetapan tersangka terhadap kliennya itu yang menurutnya begitu cepat.

"Pak Jonru Ginting awal pemeriksaan kemarin pukul 16.30 WIB sebagai terlapor, jadi artinya masih saksi. Dari pemeriksaan itu sampai dini hari, jam dua pagi statusnya jadi tersangka," ujar Djuju di Mapolda Metro Jaya, Jumat (29/9/2017).

Baca: Penahanan Jonru Tergantung Hasil Pemeriksaan Selama 1x24 Jam

Djuju menambahkan, setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat dini hari tadi kliennya langsung dibawa penyidik ke rumahnya di Kawasan Kampung Makasar, Jakarta Timur.

Di kediaman Jonru penyidik melakukan penggeledahan dan menyita beberapa barang bukti.

"Sebetulnya yang disita satu laptop, hardisk satu, lalu buku yang beredar di publik, isinya pengalamanan tokoh masyarakat maupun masyarakat biasa, kumpulan tulisan pada saat aksi 212," ucap dia.

Setelah dibawa ke rumahnya, Jonru dibawa kembali ke Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, saat itu Jonru tak langsung diperiksa sebagai tersangka.

"Kemudian dengan status tersangka itu, sore ini dilanjutkan pemeriksaannya, tapi statusnya sebagai tersangka, pemeriksaan sebagai tersangka," kata Djuju.

Djuju menilai polisi terlalu terburu-buru dalam menetapkan kliennya sebagai tersangka.

"Harusnya melalui prosedur penyidikan dulu, jangan tiba-tiba belum 24 jam langsung ditentukan sebagai tersangka, kemudian masuk ke proses penyidikan," ujarnya.

"Kita tidak tahu apakah sudah gelar perkara, karena ini sangkaanya UU ITE pasal 28 ayat 2, maka apakah sudah dilakukan pemeriksaan secara digital forensik terhadap apa yang disangkakan ujaran kebencian melalui UU ITE tersebut," sambungnya.

Baca: Polisi Klaim Sudah Punya Bukti Tetapkan Jonru sebagai Tersangka



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Megapolitan
Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Megapolitan
Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Megapolitan
Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

Megapolitan
Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X