Sudah Akhir September, DPRD DKI Tak Kunjung Sahkan APBD-P 2017

Kompas.com - 29/09/2017, 18:49 WIB
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah. KOMPAS.com/NURSITA SARISekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.
Penulis Jessi Carina
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan ( APBD-P) DKI Jakarta 2017 belum juga disahkan.

Padahal, persiapan rapat paripurna sudah dilakukan sejak tadi pagi. Tanpa alasan jelas, rapat paripurna itu tidak kunjung digelar hingga  Jumat (29/9/2017) sore.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pun sudah harus melakukan perjalanan dinas ke Banyuwangi.

"Kita stand by nih, kita lagi nunggu sign dari sana dari DPRD. Cuma ini Pak Gubernurnya kan sudah jalan. Saya enggak ngerti tata tertibnya di sana bagaimana. Kalau gubernur tidak ada dia bisa paripurna enggak?" ujar Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta.

Baca: Djarot Tak Loloskan Usulan Tambahan Dana Rp 1,8 Triliun pada APBD-P

Saefullah mengatakan, sebenarnya Pemprov DKI dengan Badan Anggaran DPRD DKI sudah sepakat dengan nilai APBD-P sebesar Rp 71,8 Triliun kemarin sore.

Sehingga, Saefullah tak paham alasan belum kunjung digelarnya rapat paripurna. Padahal, seharusnya APBD-P paling lambat disahkan pada 30 September.

Saefullah berharap APBD-P bisa disahkan Senin depan.

"Kan seharusnya (disahkan) tiga bulan sebelum tahun anggaran berakhir," ujar Saefullah.

Sore ini, Saefullah bersama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Tuty Kusumawati dan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah DKI Michael Rolandi sudah mendatangi ruangan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi.

Setelah kunjungan itu, Saefullah mengaku masih tidak memahami alasan DPRD DKI belum juga menggelar rapat paripurna.

"Saya tidak dikasih alasannya, bagaimana? Seninlah ya. Kita berdoa hari Senin diparipurnakan," kata Saefullah.

Baca: Program OK-OCE Masuk APBD-P, 4.000 Warga Akan Dilatih Wirausaha



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Megapolitan
Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Megapolitan
Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Megapolitan
Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

Megapolitan
Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X