Djarot Belum Pastikan Akan Hadir dalam Sidang Paripurna Anies-Sandi

Kompas.com - 13/10/2017, 07:28 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat memberikan keterangan pers seusai meresmikan bus tingkat pariwisata di Balai Kota DKI Jakarta Rabu (11/10/2017). Bus tingkat ini merupakan bus ke-25 yang disumbangkan pihak swasta untuk wisata kota atau city tour di Ibu Kota Jakarta. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGGubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat memberikan keterangan pers seusai meresmikan bus tingkat pariwisata di Balai Kota DKI Jakarta Rabu (11/10/2017). Bus tingkat ini merupakan bus ke-25 yang disumbangkan pihak swasta untuk wisata kota atau city tour di Ibu Kota Jakarta.
Penulis Jessi Carina
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat belum memastikan akan hadir dalam sidang paripurna DPRD DKI usai pelantikan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Djarot mengatakan saat ini dia juga belum menerima undangannya.

"Itu kan rapat paripurna di Dewan, Dewan yang punya agenda, aku belum ada undangan loh," kata Djarot di Taman Ismail Marzuki, Kamis (13/10/2017).

Saat ditanya apakah akan hadir jika diundang sebagai mantan gubernur, Djarot menjawab belum tahu.

Djarot mengatakan masa jabatannya selesai pada 15 Oktober. Setelah itu, Pemprov DKI Jakarta akan dipimpin oleh Pelaksana harian Gubernur DKI Jakarta sampai Anies-Sandi dilantik.

Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH-KLN) DKI Jakarta Muhammad Mawardi mengatakan Anies-Sandi akan ke Balai Kota usai dilantik di Istana. Keduanya akan disambut dengan tarian selamat datang dan palang pintu yang menjadi kebudayaan Betawi.

Baca: Usai Dilantik, Anies-Sandi Akan Rapat Paripurna di DPRD

Setelah penyambutan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat akan melakukan serah terima jabatan kepada Anies-Sandi di Balai Agung Balai Kota. Anies-Sandi kemudian akan melepas Djarot yang telah mengakhiri jabatannya sebagai gubernur DKI pada waktu tersebut.

"Pak Gubernur (Anies) dan Wakil Gubernur (Sandi) ke pendopo, langsung melepas dan mengantarkan Pak Djarot karena sudah selesai melaksanakan tugas sebagai gubernur DKI," kata Mawardi.

Acara selanjutnya, yaitu pertemuan Anies-Sandi dengan masyarakat yang rencananya digelar di halaman Blok G Balai Kota. Tak sampai di situ, Anies-Sandi selanjutnya akan berpidato di hadapan anggota DPRD DKI Jakarta dalam sidang paripurna istimewa.

Baca: Keluar dari Rumah Dinas, Djarot Akan Cari Tempat Pengungsian Sementara

Kompas TV Rangkaian acara nanti termasuk pidato perdana Gubernur Jakarta di Gedung DPRD.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maling Motor di Ciputat Tewas Setelah Dikeroyok Warga

Maling Motor di Ciputat Tewas Setelah Dikeroyok Warga

Megapolitan
Ombudsman Buka Kemungkinan Periksa Anies dan Pratikno soal Dugaan Maladministrasi Formula E di Monas

Ombudsman Buka Kemungkinan Periksa Anies dan Pratikno soal Dugaan Maladministrasi Formula E di Monas

Megapolitan
Dipergoki Saat Beraksi, Maling Motor di Ciputat Babak Belur Dihakimi Warga

Dipergoki Saat Beraksi, Maling Motor di Ciputat Babak Belur Dihakimi Warga

Megapolitan
Pengelola Incar Guru Non-PNS untuk Isi Rusun DP Rp 0 Klapa Village

Pengelola Incar Guru Non-PNS untuk Isi Rusun DP Rp 0 Klapa Village

Megapolitan
Dari 780, Baru 90 Unit di Rusun DP Rp 0 Klapa Village yang Sudah Dihuni

Dari 780, Baru 90 Unit di Rusun DP Rp 0 Klapa Village yang Sudah Dihuni

Megapolitan
Buntut Larangan Arab Saudi, Kerugian Penyelenggara Umrah Diperkirakan Capai Rp 2,5 Triliun

Buntut Larangan Arab Saudi, Kerugian Penyelenggara Umrah Diperkirakan Capai Rp 2,5 Triliun

Megapolitan
Pemkot Bekasi Butuh 500 Pompa untuk Tangani Banjir

Pemkot Bekasi Butuh 500 Pompa untuk Tangani Banjir

Megapolitan
Anies Minta Dinkes DKI Sediakan Alat Lengkap untuk Hadapi Corona

Anies Minta Dinkes DKI Sediakan Alat Lengkap untuk Hadapi Corona

Megapolitan
Keluarkan Instruksi, Anies Minta Sosialisasi Corona Disebar ke Sekolah hingga Tempat Wisata

Keluarkan Instruksi, Anies Minta Sosialisasi Corona Disebar ke Sekolah hingga Tempat Wisata

Megapolitan
Anies Keluarkan Ingub Waspada Corona untuk Jajaran Pemprov dan Masyarakat

Anies Keluarkan Ingub Waspada Corona untuk Jajaran Pemprov dan Masyarakat

Megapolitan
Akibat Banjir, 495 Jalan di Jakarta Rusan dan 3.290 Titik Berlubang

Akibat Banjir, 495 Jalan di Jakarta Rusan dan 3.290 Titik Berlubang

Megapolitan
Viral Penumpang Tag Kursi KRL, PT KCI Ingatkan Pentingnya Etika dan Toleransi di Kereta

Viral Penumpang Tag Kursi KRL, PT KCI Ingatkan Pentingnya Etika dan Toleransi di Kereta

Megapolitan
Mahasiswi UI Dilecehkan di Lingkungan Kampus, Ini Respons Rektor Ari Kuncoro

Mahasiswi UI Dilecehkan di Lingkungan Kampus, Ini Respons Rektor Ari Kuncoro

Megapolitan
Jasad Bayi yang Ditemukan di Kali Tambora Diduga Korban Tenggelam

Jasad Bayi yang Ditemukan di Kali Tambora Diduga Korban Tenggelam

Megapolitan
Cegah Banjir Lagi, Mesin Pompa di Underpass Tol JORR Kalimalang Akan Ditambah

Cegah Banjir Lagi, Mesin Pompa di Underpass Tol JORR Kalimalang Akan Ditambah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X