Momen Haru Ketika Djarot Dicegat Warga Usai Shalat Jumat

Kompas.com - 13/10/2017, 14:05 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berfoto bersama warga sebelum meninggalkan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/10/2017). Ini merupakan hari terakhir Djarot berkantor di Balai Kota KOMPAS.com/NURSITA SARIGubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berfoto bersama warga sebelum meninggalkan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/10/2017). Ini merupakan hari terakhir Djarot berkantor di Balai Kota
Penulis Nursita Sari
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Seusai melaksanakan shalat jumat di Masjid Fatahillah Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/10/2017) siang, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meninggalkan tempatnya berkantor itu. Ini adalah hari terakhirnya berkantor di Balai Kota.

Dia hendak pulang ke rumah dinas di Jalan Taman Suropati Nomor 7, Jakarta Pusat, untuk menyelesaikan sejumlah dokumen pekerjaan.

Sebelum meninggalkan Balai Kota, Djarot "dihadang" warga yang tengah asyik berfoto dengan karangan bunga di halaman Balai Kota. Warga yang mayoritas Ibu-Ibu itu meminta foto bersama Djarot.

Mantan Wali Kota Blitar itu pun melayani permintaan mereka untuk berfoto. Setelah Djarot beberapa saat melayani foto bersama warga, salah satu ajudannya meminta warga mengakhiri sesi foto.

"Udah yuk. Bapak mau ngerjain surat, yuk," kata ajudan tersebut.

Baca: Dua Hari Terakhir Djarot sebagai Gubernur DKI Jakarta...

Namun, warga tetap berfoto bersama Djarot. "Ini terakhir, Pak," ujar seorang warga.

Sang gubernur pun tak keberatan berfoto dengan mereka. Tak lama kemudian, Djarot meminta warga mengakhiri foto bersama.

"Udah ya, doain ya, makasih ya," kata Djarot.

"Pak, sehat ya, Pak," ucap warga lainnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

Megapolitan
Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Megapolitan
Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Megapolitan
UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

Megapolitan
Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Megapolitan
PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

Megapolitan
Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Orangtua Keluhkan Titik Koordinat PPDB Jalur Zonasi yang Salah, Pemkot Bekasi: Human Error

Orangtua Keluhkan Titik Koordinat PPDB Jalur Zonasi yang Salah, Pemkot Bekasi: Human Error

Megapolitan
Besok Kota Bogor Masuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru

Besok Kota Bogor Masuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru

Megapolitan
Garuda Indonesia Beri Penjelasan Berkait Penumpangnya yang Sesak Napas Lalu Meninggal

Garuda Indonesia Beri Penjelasan Berkait Penumpangnya yang Sesak Napas Lalu Meninggal

Megapolitan
Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Tangerang Dimulai 13 Juli secara Daring

Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Tangerang Dimulai 13 Juli secara Daring

Megapolitan
Sejumlah Orangtua Datangi Kantor Disdik Kota Bekasi Keluhkan Data Jalur Zonasi Tak Valid

Sejumlah Orangtua Datangi Kantor Disdik Kota Bekasi Keluhkan Data Jalur Zonasi Tak Valid

Megapolitan
Pedagang Sebut Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Bisa Kurangi Sampah di Jakarta

Pedagang Sebut Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Bisa Kurangi Sampah di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X