Cerita Ajudan soal Kebiasaan Djarot "Menandai" Orang

Kompas.com - 13/10/2017, 17:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat memberikan keterangan pers seusai meresmikan bus tingkat pariwisata di Balai Kota DKI Jakarta Rabu (11/10/2017). Bus tingkat ini merupakan bus ke-25 yang disumbangkan pihak swasta untuk wisata kota atau city tour di Ibu Kota Jakarta. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGGubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat memberikan keterangan pers seusai meresmikan bus tingkat pariwisata di Balai Kota DKI Jakarta Rabu (11/10/2017). Bus tingkat ini merupakan bus ke-25 yang disumbangkan pihak swasta untuk wisata kota atau city tour di Ibu Kota Jakarta.
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Ajudan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Muhamad Nassyeikh, bercerita mengenai kebiasaan-kebiasaan Djarot yang dia ingat selama ini. Salah satunya adalah kebiasaan Djarot yang suka mengingat sikap orang di sekitar dia.

"Bapak sebenarnya enggak ada orang yang dia benci, cuma Bapak orangnya 'nandain'," ujar Nassyeikh di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (13/10/2017).

Contohnya adalah ketika Djarot menghadapi aduan warga. Kata Nassyeikh, pernah ada seorang warga yang bolak-balik mendatangi dia di Balai Kota setiap hari. Namun, warga tersebut terus menerus mengajak orang lain untuk mengadu.

Baca: Ajudan Djarot Ungkap Ketegangan Peristiwa di Masjid At-Tin

"Kalau ada yang kayak begitu enggak apa-apa sih. Tapi kalau keseringan takutnya dicaloin, yang dikhawatirkan Bapak kan kayak begitu, takut disalahgunakan," kata Nassyeikh.

Namun, kata Nassyeikh, Djarot tidak akan segan membantu jika melihat warga yang benar-benar kesusahan. Saat ada warga sakit yang membutuhkan kursi roda, tidak jarang para ajudan atau staf di rumah dinas disuruh mengantarkan kursi roda ke alamat yang membutuhkan.

Baca: Setelah Masa Jabatan Gubernur Habis, Djarot Fokus Jadi Politikus

Nassyeikh sudah menjadi ajudan Djarot selama tiga tahun terakhir. Selama itu, dia sudah bisa menebak jika suasana hati Djarot sedang tak enak. Namun, Djarot biasanya tidak mengungkapkan apa yang membuatnya tidak senang.

"Kalau kita lihat Bapak lagi enggak ceria, kita kadang kalau ada yang aneh pas di mobil suka kita becandain saja, supaya dia bawaannya fresh lagi," kata Nassyeikh.

Baca: Kesan Pamdal Balai Kota DKI Melayani Ahok dan Djarot

Djarot akan mengakhiri masa jabatannya Sabtu (14/10/2017) besok. Nassyeikh senang bisa menemani aktiviras Djarot selama beberapa tahun. Dia berharap Djarot dan keluarganya tetap sehat.

"Dan untuk Pak Djarot, sukses ya Pak di mana pun berada, selalu semangat," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

14 Hari Operasi Yustisi di Jakarta, 82.884 Pelanggar Ditindak

14 Hari Operasi Yustisi di Jakarta, 82.884 Pelanggar Ditindak

Megapolitan
Blusukan di Wilayah Pamulang, Siti Nur Azizah Ajak Warga Perbanyak Konsumsi Tanaman Ini

Blusukan di Wilayah Pamulang, Siti Nur Azizah Ajak Warga Perbanyak Konsumsi Tanaman Ini

Megapolitan
Ahok Cabut Laporan, Polda Metro Akan Hentikan Kasus 2 Tersangka Pencemaran Nama Baik

Ahok Cabut Laporan, Polda Metro Akan Hentikan Kasus 2 Tersangka Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
2 Hektar Lahan di TPU Rorotan Disiapkan Khusus Jenazah Covid-19

2 Hektar Lahan di TPU Rorotan Disiapkan Khusus Jenazah Covid-19

Megapolitan
Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jaksel Ditutup Sementara

Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jaksel Ditutup Sementara

Megapolitan
Klaster Keluarga Terus Melonjak, Kini Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Capai 3.237

Klaster Keluarga Terus Melonjak, Kini Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Capai 3.237

Megapolitan
Minggu Ke-2 PSBB, Jumlah Pelanggar Masker Hanya Berkurang 9 Orang

Minggu Ke-2 PSBB, Jumlah Pelanggar Masker Hanya Berkurang 9 Orang

Megapolitan
Begini Prosedur Merujuk Pasien Covid-19 ke Wisma Atlet

Begini Prosedur Merujuk Pasien Covid-19 ke Wisma Atlet

Megapolitan
Pemprov DKI Tambah 98 Tempat Tidur RS untuk Pasien Covid-19

Pemprov DKI Tambah 98 Tempat Tidur RS untuk Pasien Covid-19

Megapolitan
Lahan Baru untuk Makam Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Mulai Digunakan

Lahan Baru untuk Makam Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Mulai Digunakan

Megapolitan
Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Burung Murai Saat Sedang Beraksi di Kemayoran

Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Burung Murai Saat Sedang Beraksi di Kemayoran

Megapolitan
300 Tahanan Polda Metro Lakukan Tes Swab Sebelum Pindah ke Lapas

300 Tahanan Polda Metro Lakukan Tes Swab Sebelum Pindah ke Lapas

Megapolitan
RSD Stadion Patriot Bekasi Telah Rawat 39 Pasien Covid-19

RSD Stadion Patriot Bekasi Telah Rawat 39 Pasien Covid-19

Megapolitan
Anies Bentuk Tim untuk Kelola Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional

Anies Bentuk Tim untuk Kelola Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional

Megapolitan
Sebaran 1.200 Lebih Pasien Covid-19 di Depok, Terbanyak di Sukmajaya dan Pancoran Mas

Sebaran 1.200 Lebih Pasien Covid-19 di Depok, Terbanyak di Sukmajaya dan Pancoran Mas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X