Alasan JAAN Tolak Wacana Anies-Sandi Izinkan Kuda Delman di Monas

Kompas.com - 20/11/2017, 21:09 WIB
Kuda delman terluka di Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (19/11/2017). Instagram @jktinfoKuda delman terluka di Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (19/11/2017).
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta Animal Aid Network (JAAN) menolak rencana Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang ingin menghadirkan kembali wisata delman di Ibu Kota, terutama di Monas.

Pendiri JAAN Femke den Haas mengungkapkan sejumlah alasan mengapa delman atau andong tak lagi cocok di Jakarta, sekalipun dengan dalih untuk wisata. Salah satunya, jalanan di Jakarta kini sudah tak ramah untuk kuda.

"Dulu di Jakarta masih sepi, jalannya tidak aspal semua, tidak ada banyak mobil kayak sekarang, lalu lintas juga lebih sepi, dan bisa digunakan menarik andong karena transportasi umum susah tapi kalau sekarang transportasi umum sudah ada. Kini Jakarta jadi kota yang sangat padat, macet, dan panas," jelas Femke saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/11/2017).

Femke menilai penggunaan kuda sebagai alat transportasi walaupun dengan tujuan pariwisata  tetap bisa membahayakan masyarakat dan kuda itu sendiri.

Baca juga : Kuda Delman Terperosok di Sarinah, Kakinya Patah

Video penyiksaan terhadap seekor kuda yang dijadikan delman viral di media sosial. Youtube Video penyiksaan terhadap seekor kuda yang dijadikan delman viral di media sosial.

Apalagi, kuda yang dijadikan delman di Monas datang dari wilayah yang jauh, seperti Depok dan Puri Kembangan. Dengan begitu, kuda sudah terlanjur lelah ketika harus dipaksa bekerja lagi di Monas.

" Kuda sudah lelah sampai di Monas karena menempuh jarak yang sangat sangat jauh dan tidak ada tempat khusus kuda (istirahat). Jadi enggak disamain seperti kota lain yang punya trotoar, tempat khusus kuda dan sepeda, di Jakarta ini kan tidak ada trotoar, tidak ada tempat untuk sepeda, tidak ada tempat untuk delman. Jadi delman otomatis ada di antara mobil-mobil," tutur Femke.

Femke juga khawatir jika kuda-kuda tersebut dipaksa kerja rodi sebab, tidak pernah ada standard operating procedure (SOP) bagi kuda yang dipekerjakan menjadi andong atau delman.

"Kuda bukan mesin, seharian dia disuruh kerja tidak ada SOP. Mereka bekerja dipaksa enggak ada jam istirahatnya, enggak ada waktu pasti kapan dikasih air dan tempat berteduh, pengobatan juga enggak ada buat mereka," pungkas Femke.

Baca juga : Sandiaga: Kami Ingin Kuda Delman Ditata sebagai Daya Tarik Wisata

Pada Minggu (19/11/2017), JAAN mempublikasikan beberapa foto kuda delman yang terjatuh di kawasan Sarinah. Kuda tersebut diduga kelelahan bekerja menarik delman sehingga terjatuh dan tak berdaya saat diobati. Nyawa kuda itu tak dapat diselamatkan.

Dalam keterangan foto itu, mereka juga mengkritik rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (20/11/2017).KOMPAS.com/NURSITA SARI Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (20/11/2017).

Mengenai hal itu, Sandiaga mengatakan tetap ingin menata delman sehingga menjadi salah satu daya tarik wisata di Ibu Kota. Oleh karena itu, dia berencana memperbolehkan kembali delman beroperasi di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

"Kami ingin (delman) ditata dengan baik sebagai salah satu daya tarik wisata. Kalau di New York atau kota-kota besar, di Kansas City juga saya pernah lihat, justru delman ini dipercantik dan dijadikan sarana sebagai kemudahan para turis," ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (20/11/2017).

Selain itu, Sandi menyebut para kusir juga harus dilatih merawat kuda-kuda mereka. Dengan demikian, meskipun delman beroperasi, kuda-kuda tidak akan tersiksa.

"Mereka (kusir) harus juga dididik bagaimana merawat kudanya, pastikan kudanya tidak kurus, dan kuda-kudanya itu tidak ada penyakit, terus juga mereka memastikan lapangan pekerjaannya terjaga, dan kita jadikan ini sebagai salah satu atraksi," kata dia.

Baca juga : Sandiaga: Delman Dibagusi, Terus Ada Musik-musik Sedikit...



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Megapolitan
Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Megapolitan
Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Megapolitan
Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Megapolitan
Dihubungi Anak Buah John Kei, Putra Nus Kei: Bung John Mau Bunuh Bapak

Dihubungi Anak Buah John Kei, Putra Nus Kei: Bung John Mau Bunuh Bapak

Megapolitan
Pemkot Tangerang Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

Pemkot Tangerang Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI: Anggota Dewan Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19

Pimpinan DPRD DKI: Anggota Dewan Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Bersyukur Jakarta Keluar dari Zona Merah

Wagub DKI Bersyukur Jakarta Keluar dari Zona Merah

Megapolitan
Mimpi Ibu Guru Siti Noorzanah, Bisa Mengajar Tatap Muka Sebelum Pensiun

Mimpi Ibu Guru Siti Noorzanah, Bisa Mengajar Tatap Muka Sebelum Pensiun

Megapolitan
Pemprov DKI Tolak Permintaan Vaksinasi Covid-19 untuk Keluarga Anggota DPRD

Pemprov DKI Tolak Permintaan Vaksinasi Covid-19 untuk Keluarga Anggota DPRD

Megapolitan
Mantan Anak Buah Mengaku Pernah Diperintah John Kei Tagih Rp 1 Miliar ke Nus Kei

Mantan Anak Buah Mengaku Pernah Diperintah John Kei Tagih Rp 1 Miliar ke Nus Kei

Megapolitan
Ketika Keluarga Anggota DPRD DKI Jakarta Turut Masuk Vaksinasi Tahap 2 saat Vaksin Covid-19 Masih Terbatas...

Ketika Keluarga Anggota DPRD DKI Jakarta Turut Masuk Vaksinasi Tahap 2 saat Vaksin Covid-19 Masih Terbatas...

Megapolitan
Wagub DKI: Penjualan Saham Perusahaan Bir Pemenuhan Janji Anies

Wagub DKI: Penjualan Saham Perusahaan Bir Pemenuhan Janji Anies

Megapolitan
Anggota Polisi yang Dibacok Geng Motor Sempat Kejar-kejaran dengan Pelaku

Anggota Polisi yang Dibacok Geng Motor Sempat Kejar-kejaran dengan Pelaku

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Melandai, tapi Belum Signifikan

Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Melandai, tapi Belum Signifikan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X