Upaya Anies-Sandi Bahagiakan Warga Lewat Program Gratis Masuk Ancol

Kompas.com - 03/12/2017, 07:04 WIB
Pengunjung memanfaatkan liburan mengunjungi pantai di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (27/6/2017). Sejumlah lokasi wisata di Jakarta padat pengunjung pada libur lebaran. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung memanfaatkan liburan mengunjungi pantai di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (27/6/2017). Sejumlah lokasi wisata di Jakarta padat pengunjung pada libur lebaran.

JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai 1 Desember 2017, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan program masuk Taman Impian Jaya Ancol gratis bagi pelajar pemegang Kartu Jakarta Pintar di Ibu Kota.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Paul Tehusijarana mengatakan, pelajar yang mendapat program rekreasi gratis ini adalah pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang mendapat fasilitas subsidi pada tahun berjalan (saat ini untuk tahun 2017).

Paul menjelaskan, program masuk Ancol gratis ini hanya berlaku pada Sabtu, Minggu, dan masa liburan sekolah. Waktu kunjungan pun dibagi berdasarkan wilayah kota administrasi.

Ketentuannya, minggu pertama untuk wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Kepulauan Seribu. Minggu kedua untuk Jakarta Timur. Adapun minggu ketiga untuk wilayah Jakarta Barat dan minggu keempat untuk wilayah Jakarta Selatan.

(Baca juga: Pemegang KJP Tak Bisa Tiap Hari Gratis Masuk Ancol, Begini Aturannya..)

Untuk mendapatkan layanan ini, para pelajar itu tinggal menunjukkan KJP dan kartu pelajar di pintu gerbang masuk Ancol.

Petugas akan menggesek kartu pada mesin EDC (pembaca kartu) untuk melakukan verifikasi data KJP.

Apabila pemegang kartu terverifikasi mendapat fasilitas KJP dari Pemprov DKI, akan dikeluarkan tanda masuk Ancol sebagai bukti bahwa pemegang kartu berhak masuk Ancol secara gratis.

Dia mengatakan, fasilitas gratis yang dapat dinikmati para pemegang KJP ini adalah Bus Wara Wiri, Kereta Wisata Sato-Sato, Pantai Ancol, pasir putih sepanjang 3,5 km, Taman Fitness, dan ruang terbuka hijau Allianz Ecopark.

Tak hanya bagi siswa pemegang KJP yang mendapatkan layanan ini, seorang pengantar untuk pemegang KJP usia SD dan SMP pun mendapatkan kesempatan masuk Ancol secara gratis.

(Baca: Satu Pendamping Pemegang KJP Usia SD dan SMP Juga Gratis Masuk Ancol)

Pengunjung memanfaatkan liburan mengunjungi pantai di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (27/6/2017). Sejumlah lokasi wisata di Jakarta padat pengunjung pada libur lebaran. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung memanfaatkan liburan mengunjungi pantai di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (27/6/2017). Sejumlah lokasi wisata di Jakarta padat pengunjung pada libur lebaran. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Upaya bahagiakan warga

Dalam sambutannya pada acara peluncuran program masuk Ancol gratis yang digelar di Pasar Seni, Ancol, Jakarta Utara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, program ini dibuat sebagai upaya Pemprov DKI membahagiakan warganya.

"Adik-adik senang enggak ke Ancol? Sudah pernah belum ke Ancol? Alhamdulillah, PT Pembangunan Jaya Ancol, penerima KJP bisa liburan gratis, ada pengalaman baru, sesuai jargon kita, 'Maju kotanya, bahagia warganya," ujar Anies, Jumat lalu.

Senada dengan Anies, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menilai peluncuran program gratis masuk Ancol untuk para pemegang KJP merupakan momen bersejarah.

Ia mengatakan, saat ini tujuan utama peluncuran program ini adalah untuk menghadirkan rasa keadilan dan membahagiakan pemegang KJP yang merupakan masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Hari ini bahagia sekali saya bisa hadir di acara historical, menurut kami. Ini bersejarah karena Ancol, saya apresiasi manajemen Pak Paul (Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Paul Tehusijarana) dan timnya bahwa kami bisa menghadirkan rasa keadilan kembali kepada warga Jakarta," ujar Sandi saat itu.

(Baca juga: Pemegang KJP Gratis Masuk Ancol, Sandi Merasa Ada Keadilan di Jakarta)



EditorBayu Galih

Terkini Lainnya

Keluarga Ceritakan Kronologi Tewasnya Anggota FBR dalam Kericuhan Daan Mogot

Keluarga Ceritakan Kronologi Tewasnya Anggota FBR dalam Kericuhan Daan Mogot

Megapolitan
Akhir April, Pra-Uji Coba Bus Listrik di Jakarta

Akhir April, Pra-Uji Coba Bus Listrik di Jakarta

Megapolitan
Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Edukasi
Dua Petugas Panwas di NTT Gugur saat Awasi Pemilu 2019

Dua Petugas Panwas di NTT Gugur saat Awasi Pemilu 2019

Regional
Anies Revisi Pergub Pembebasan PBB, Apa Alasannya?

Anies Revisi Pergub Pembebasan PBB, Apa Alasannya?

Megapolitan
Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Nasional
Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Regional
Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Internasional
Lagi, Petugas KPPS di Bekasi Meninggal Dunia akibat Kelelahan

Lagi, Petugas KPPS di Bekasi Meninggal Dunia akibat Kelelahan

Megapolitan
Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

Megapolitan
Bertemu Sekjen Parpol Koalisi, Sandiaga Konsolidasikan Pusat Pengumpulan Formulur C1

Bertemu Sekjen Parpol Koalisi, Sandiaga Konsolidasikan Pusat Pengumpulan Formulur C1

Nasional
Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Regional
Anies: Swasta Sediakan RTH, Dapat Diskon PBB 50 Persen

Anies: Swasta Sediakan RTH, Dapat Diskon PBB 50 Persen

Megapolitan
Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Nasional
Pantau Rekapitulasi di Penjaringan, Sandi: Ini Bukan soal Menang atau Kalah

Pantau Rekapitulasi di Penjaringan, Sandi: Ini Bukan soal Menang atau Kalah

Megapolitan

Close Ads X