Kompas.com - 26/12/2017, 14:49 WIB
Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya memberikan keterangan pers terkait penangkapan artis Tio Pakusadewo atas kasus penyalahgunaan narkoba, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2017). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANDit Resnarkoba Polda Metro Jaya memberikan keterangan pers terkait penangkapan artis Tio Pakusadewo atas kasus penyalahgunaan narkoba, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2017).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Tio Pakusadewo telah menjalani assessment di Badan Narkotika Nasional (BNN) setelah ditetapkan sebagai tersangka atas penyalahgunaan sabu. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, hasil assessment menunjukkan bahwa Tio perlu direhabilitasi.

"Yang bersangkutan juga sudah kita mintakan assessment dari BNN dan hasilnya adalah untuk direhabilitasi," kata Argo ketika dikonfirmasi, Selasa (26/12/2017).

Kendati masuk rehabilitasi, polisi tetap akan melanjutkan proses penyidikan terhadap kasus Tio. Argo juga mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat penahanan terhadap Tio.

"Hari ini yang bersangkutan sudah kita lakukan penahanan untuk 20 hari ke depan," ujar Argo.

Baca juga : Pengacara: Mohon Doa, Tio Mau Cepat Sembuh dan Kembali Berakting

Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa enam orang saksi. Polisi tengah memburu jejak sabu yang dikonsumsi Tio hingga ke pengedarnya yang berinisial V.

"Untuk saudari V kami belum mendapatkan posisi yang pasti di mana, kami masih mencari dan lakukan penyelidikan yang bersangkutan ada di mana. Kami belum mendapat informasi," ucap Argo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tio Pakusadewo dibekuk di rumahnya di Jalan Ampera 1 pada 19 Desember 2017 lalu. Ia tertangkap dengan tiga klip sabu sisa pakai.

Sabu itu dibelinya dengan harga Rp 1,3 juta kepada pengedar V beberapa hari sebelumnya.

Kompas TV Setelah dilakukan tes urine, seorang pilot maskapai penerbangan Citilink menunjukkan hasil positif mengonsumsi narkoba.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ODHA di Depok Masih Dapat Stigma Negatif

ODHA di Depok Masih Dapat Stigma Negatif

Megapolitan
Pemprov Jakarta Bentuk Tim Khusus Awasi Alat Makan Bahan Melamin Tak Ber-SNI

Pemprov Jakarta Bentuk Tim Khusus Awasi Alat Makan Bahan Melamin Tak Ber-SNI

Megapolitan
Pada Akhir Pekan, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Capai 90.000 Orang

Pada Akhir Pekan, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Capai 90.000 Orang

Megapolitan
PPKM Level 2, Regulasi PTM di Jakarta Barat Tidak Berubah

PPKM Level 2, Regulasi PTM di Jakarta Barat Tidak Berubah

Megapolitan
Massa Reuni 212 Bakal Kumpul di Patung Kuda, Ini Respons Wagub DKI

Massa Reuni 212 Bakal Kumpul di Patung Kuda, Ini Respons Wagub DKI

Megapolitan
Selidiki Tewasnya Anggota FBR Joglo, Polisi: Pemeriksaan Saksi Tanpa Bawa Nama Ormas

Selidiki Tewasnya Anggota FBR Joglo, Polisi: Pemeriksaan Saksi Tanpa Bawa Nama Ormas

Megapolitan
Warga Akan Patungan jika Pemkot Tak Segera Ganti Tutup Gorong-gorong di Margonda yang Hilang

Warga Akan Patungan jika Pemkot Tak Segera Ganti Tutup Gorong-gorong di Margonda yang Hilang

Megapolitan
Harga Minyak Goreng di Jakut Tembus Rp 22.000 per Liter, Pedagang: Naik Terus Tiap Minggu

Harga Minyak Goreng di Jakut Tembus Rp 22.000 per Liter, Pedagang: Naik Terus Tiap Minggu

Megapolitan
UPDATE: Tambah 70 Kasus di Jakarta, 462 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 70 Kasus di Jakarta, 462 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Respons Sahroni Diminta Mundur sebagai Ketua Pelaksana Formula E Jakarta

Respons Sahroni Diminta Mundur sebagai Ketua Pelaksana Formula E Jakarta

Megapolitan
Besi Penutup Gorong-gorong di Margonda Dicuri, 2 Minggu Belum Diperbaiki

Besi Penutup Gorong-gorong di Margonda Dicuri, 2 Minggu Belum Diperbaiki

Megapolitan
2,5 Juta Warga Jakarta Belum Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

2,5 Juta Warga Jakarta Belum Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Megapolitan
BEM UI Pecat Seorang Pengurusnya Terkait Kekerasan Seksual

BEM UI Pecat Seorang Pengurusnya Terkait Kekerasan Seksual

Megapolitan
Kota Bogor Turun ke PPKM Level 2, Kemungkinan karena Klaster PTM Terbatas

Kota Bogor Turun ke PPKM Level 2, Kemungkinan karena Klaster PTM Terbatas

Megapolitan
RSUD Kota Depok Siapkan Tangki Oksigen Kapasitas 10 Ton untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

RSUD Kota Depok Siapkan Tangki Oksigen Kapasitas 10 Ton untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.