Kompas.com - 16/02/2018, 17:19 WIB
Tahanan tengah menunaikan shalat di Rumah Tahanan Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/2/2018). Kondisi rutan terbesar di Indonesia ini memiliki fasilitas yang cukup nyaman bagi para tahanan. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOTahanan tengah menunaikan shalat di Rumah Tahanan Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/2/2018). Kondisi rutan terbesar di Indonesia ini memiliki fasilitas yang cukup nyaman bagi para tahanan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Siang ini, Jumat (16/2/2018), suara azan berkumandang di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Diiringi suara azan, sejumlah tahanan menggelar sajadah berukuran besar di teras yang terletak di samping lapangan tengah rutan.

Seorang polisi berjalan memasuki salah satu blok ruang tahanan pria yang letaknya di sisi utara rutan. Di blok tersebut, sejumlah tahanan berada di luar ruang tahanan. Siang itu polisi tak menutup pintu-pintu ruang tahanan. Pintu ditutup seusai para tahanan menjalankan shalat maghrib berjemaah yang juga dilaksanakan di teras rutan.

"Ayo, yang mau shalat Jumat segera wudu," teriak polisi di depan blok ruang tahanan.

Menengok kembali ke arah teras rutan, sajadah telah terpasang sejajar dengan arah kiblat. Pada baris terdepan berdiri seorang pria tua yang mengenakan jas berwarna hitam dan berkalung sorban sambil melantunkan ayat-ayat suci Al Quran.

Beberapa saat kemudian satu per satu tahanan mulai berdatangan dan mengambil posisi di belakang pria tersebut. Tak terganggu dengan kedatangan para tahanan, pria tua itu terus melantunkan ayat-ayat suci.

Baca juga: Bagaimana Tahanan Nikmati Waktu Kunjungan di Rutan Mapolda Metro Jaya?

Haji Husni S, menjadi pembina rohani tahanan di rutan Markas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, Jakarta, Jumat (16/2/2018). Pensiunan pegawai negeri sipil di Mapolda Metro Jaya ini mengabdikan diri menjadi pembina rohani bagi tahanan sejak tahun 1965.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Haji Husni S, menjadi pembina rohani tahanan di rutan Markas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, Jakarta, Jumat (16/2/2018). Pensiunan pegawai negeri sipil di Mapolda Metro Jaya ini mengabdikan diri menjadi pembina rohani bagi tahanan sejak tahun 1965.
Beberapa menit kemudian, pria tua tersebut berbalik badan menghadap para tahanan. Menggunakan pengeras suara, ia berbicara di depan para tahanan. Ia memberikan petuah-petuah, para tahanan dengan khusyuk mendengarkannya.

Tak lama kemudian, seorang pria lain datang. Ia adalah Ustaz Wahyudin, anggota Tim Pembinaan Rohani dan Mental (Bintal) Polda Metro Jaya. Ia hadir untuk menjadi khatib dalam shalat Jumat hari ini.

Siapakah pria tua itu?

Namanya Haji Husni, usianya 88 tahun. Namun, raut wajahnya masih tampak sangat segar. Ia masih mampu tegap berdiri, langkah kakinya juga sangat lincah. Senyum ramah menyapa Kompas.com saat berjalan menghampirinya.

"Assalamualaikum, Nak. Bagaimana? Sehat kan?" sapanya sambil mempersilakan kami duduk di atas sajadah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

26 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi pada 13 Mei 2021

26 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi pada 13 Mei 2021

Megapolitan
Selama Masa Libur Lebaran, TMII Beroperasi Pukul 06.00 - 20.00 WIB

Selama Masa Libur Lebaran, TMII Beroperasi Pukul 06.00 - 20.00 WIB

Megapolitan
Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran di Matraman

Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran di Matraman

Megapolitan
Tamu Hotel Direkam Saat Mandi, Bobobox Dukung Korban Tempuh Jalur Hukum

Tamu Hotel Direkam Saat Mandi, Bobobox Dukung Korban Tempuh Jalur Hukum

Megapolitan
Lebaran Hari Pertama, 25.000 Orang Berwisata ke Ancol

Lebaran Hari Pertama, 25.000 Orang Berwisata ke Ancol

Megapolitan
Lebaran di Tengah Pandemi, Lapas Kelas II Perempuan Tangerang Sediakan Layanan Video Call Gratis bagi Warga Binaan

Lebaran di Tengah Pandemi, Lapas Kelas II Perempuan Tangerang Sediakan Layanan Video Call Gratis bagi Warga Binaan

Megapolitan
115 Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas II Tangerang Dapat Remisi Lebaran

115 Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas II Tangerang Dapat Remisi Lebaran

Megapolitan
Gerbang Masuk Taman Impian Jaya Ancol Dipadati Antrean Kendaraan

Gerbang Masuk Taman Impian Jaya Ancol Dipadati Antrean Kendaraan

Megapolitan
Ancol Ramai Pengunjung, Jadi Tempat Liburan hingga Pengganti Mudik

Ancol Ramai Pengunjung, Jadi Tempat Liburan hingga Pengganti Mudik

Megapolitan
Ramainya Peziarah Kubur Saat Lebaran di Bekasi, Warga Mengaku Tak Bisa Begitu Saja Hentikan Tradisi

Ramainya Peziarah Kubur Saat Lebaran di Bekasi, Warga Mengaku Tak Bisa Begitu Saja Hentikan Tradisi

Megapolitan
Sudah Diimbau, Ada Jemaah Tak Pakai Masker dan Kontak Fisik Saat Shalat Id di Masjid Al Karim Tangerang

Sudah Diimbau, Ada Jemaah Tak Pakai Masker dan Kontak Fisik Saat Shalat Id di Masjid Al Karim Tangerang

Megapolitan
TPU Utan Jati Ditutup, Peziarah Cari Celah Masuk di Sekitar Permukiman Warga

TPU Utan Jati Ditutup, Peziarah Cari Celah Masuk di Sekitar Permukiman Warga

Megapolitan
Penangguhan Tahanan Belum Dikabulkan, Rizieq Shihab Rayakan Idul Fitri di Rutan Bareskrim Polri

Penangguhan Tahanan Belum Dikabulkan, Rizieq Shihab Rayakan Idul Fitri di Rutan Bareskrim Polri

Megapolitan
Lebaran Hari Pertama, Tercatat Lebih dari 4.000 Pengunjung Masuk TMII hingga Pukul 12 Siang

Lebaran Hari Pertama, Tercatat Lebih dari 4.000 Pengunjung Masuk TMII hingga Pukul 12 Siang

Megapolitan
Ziarah Makam di Jatimulya Bekasi, Macet Hampir 2 Km, Banyak Peziarah Tak Bermasker

Ziarah Makam di Jatimulya Bekasi, Macet Hampir 2 Km, Banyak Peziarah Tak Bermasker

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X