Alasan Polisi Tidak Mediasi dan Konfrontasi Lyra Virna dengan Pelapor

Kompas.com - 23/03/2018, 14:41 WIB
Lyra Virna mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis (22/3/2018). Dia datang dengan ditemani sang suami, Fadlan. KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNGLyra Virna mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis (22/3/2018). Dia datang dengan ditemani sang suami, Fadlan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan memaparkan alasan polisi tidak melakukan konfrontir antara Lyra Virna dengan pihak Ada Tour and Travel sebagai pelapor kasus pencemaran nama baik.

"Itu (konfrontir) konstruksi penyidikan itu tergantung penyidik. Penyidik yang menilai perlu dikonfrontir atau tidak," ujar Adi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (23/3/2018).

Ia mengatakan, penyidik memiliki pertimbangan matang apabila merasa tidak perlu mengkonfrontir kedua belah pihak. 

Baca juga: Jadi Tersangka, Polisi Sita Ponsel dan Akun Instagram Lyra Virna

"Konfrontir itu untuk menyamakan bilamana ada yang harus diselaraskan," katanya. 

Kuasa hukum Lyra Virna, Razman Arif Nasution mempertanyakan proses penyelidikan yang dilakukan polisi kepada kliennya.

Razman mempertanyakan tidak adanya proses mediasi hingga konfrontasi.

Baca juga: Pihak Lyra Virna Akan Laporkan Penyidik yang Jadikannya Tersangka ke Propam

Pihaknya menduga penyidik yang menjadikan Lyra Virna tersangka telah melakukan keberpihakan.

Razman mengatakan, polisi wajib melakukan mediasi mau pun konfrontasi terhadap Lyra dan Lasty Annisa sebagai pelapor.

"Konfrontasi tidak terjadi, polisi mendesak konfrontasi malah kilen saya ditersangkakan. Argo salah, dia keliru kalau bilang ada konfrontasi dan mediasi," ujar Razman di Mapolda Metro Jaya, Kamis (22/3/2018).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadisdik: PPDB DKI 2021 Jalur Prestasi Tidak Menggunakan Batas Usia

Kadisdik: PPDB DKI 2021 Jalur Prestasi Tidak Menggunakan Batas Usia

Megapolitan
Lebih dari Seribu Permohonan SIKM di Jakarta Ditolak Karena Alasan Ini

Lebih dari Seribu Permohonan SIKM di Jakarta Ditolak Karena Alasan Ini

Megapolitan
Hari Keempat Larangan Mudik, 100 Kendaraan Diputar Balik di Posko Penyekatan Kota Tangerang

Hari Keempat Larangan Mudik, 100 Kendaraan Diputar Balik di Posko Penyekatan Kota Tangerang

Megapolitan
Polisi Bubarkan Antrean Pengunjung Mal BTM Bogor yang Mengular hingga Jalan

Polisi Bubarkan Antrean Pengunjung Mal BTM Bogor yang Mengular hingga Jalan

Megapolitan
Cara Baru Penentuan Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021, Ini Penjelasannya

Cara Baru Penentuan Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021, Ini Penjelasannya

Megapolitan
Kodam Jaya Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Pengadangan Babinsa oleh Debt Collector

Kodam Jaya Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Pengadangan Babinsa oleh Debt Collector

Megapolitan
Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Megapolitan
Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Megapolitan
Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Megapolitan
DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

Megapolitan
400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

Megapolitan
Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Megapolitan
Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Megapolitan
Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X