Muncul Petisi "Online" Minta Jadwal Stasiun Duri-Tangerang Dikembalikan

Kompas.com - 02/04/2018, 18:32 WIB
Penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Peron 5 Stasiun Duri, Jakarta Barat pada Rabu (28/3/2018). RIMA WAHYUNINGRUMPenumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Peron 5 Stasiun Duri, Jakarta Barat pada Rabu (28/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perubahan jadwal keberangkatan KRL Duri-Tangerang menuai kritik warga dalam bentuk petisi online

Seorang warganet bernama Yunita Sari membuka sebuah petisi di situs  change.org meminta jadwal dikembalikan agar tidak terjadi penumpukan penumpang.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Senin (2/4/2018) pukul 16.00, sebanyak 197 dari 200 orang telah menandatangi petisi tersebut.

Baca juga: Kebakaran di Taman Kota, Penumpang KRL Tujuan Tangerang di Stasiun Duri Telantar


Hingga pukul 16.20, target meningkat menjadi 500 orang dan ditandatangani 205 orang.

"Mohon dikaji dan kembalikan jadwal Stasiun Tangerang dan transit di Stasiun Duri seperti sedia kala. Untuk jadwal yang diubah setengah jam hanya 1 kali mengakibatkan penumpukan dan banyak penumpang yang tidak terangkut," tulis petisi tersebut.

Perkara penumpukan tak hanya akibat pergantian jadwal.

Baca juga: Penumpang Kereta di Stasiun Duri Nekat Melompat Keluar dari Peron

Penggunaan eskalator di peron 5 atau tujuan Tangerang juga menjadi sorotan karena sebelumnya terjadi kepadatan.

"Ditambah transit di Stasiun Duri yang mengakibatkan penumpukan di eskalator dan membahayakan nyawa kami para penumpang, mengingat mereka juga mengejar waktu kerja supaya tidak terpotong uang makan, kehadiran, transportasi, dan lain-lain. Belum kedatangan kereta transit disesuaikan kedatangan kereta yang akan transit. Terima kasih," tulis Yunita Sari.

Perubahan jadwal keberangkatan KRL lintas Duri-Tangerang dan sebaliknya terjadi sejak Kamis (29/3/2018) karena PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan pengurangan jumlah kereta.

Baca juga: Kebakaran di Taman Kota, KRL Duri-Tangerang Terganggu

KRL lintas Duri-Tangerang berkurang dari 90 menjadi 80 perjalanan.

Pengurangan tersebut disesuaikan berdasarkan grafik perjalanan kereta api 2017 yang diberlakukan pemerintah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X