Kompas.com - 10/04/2018, 07:25 WIB
Aktivis Ratna Sarumpaet mensomasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta terkait kejadian penderekan yang dilakukan petugas Dinas Perhubungan terhadap mobil Ratna yang parkir di ruas jalan Taman Tebet, Jakarta Selatan pada Selasa (3/4/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAAktivis Ratna Sarumpaet mensomasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta terkait kejadian penderekan yang dilakukan petugas Dinas Perhubungan terhadap mobil Ratna yang parkir di ruas jalan Taman Tebet, Jakarta Selatan pada Selasa (3/4/2018).
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam kasus penderekan mobil aktivis Ratna Sarumpaet, ada satu hal yang belum jelas. Hal itu adalah prosedur pengembalian mobil Ratna. Untuk mendapatkan kembali mobil yang diderek, warga harus membayar retribusi terlebih dahulu.

Ada cerita yang berbeda-beda antara Ratna, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Dinas Perhubungan. Semuanya punya versi masing-masing terkait pengembalian mobil yang diderek

Versi Ratna Sarumpaet

Ratna menegaskan bahwa mobilnya diantarkan langsung oleh petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Ratna sempat mencoba menghubungi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memberitahukan tindakan petugas Dishub DKI yang dia anggap menyalahi aturan. Namun, telepon itu diangkat staf Anies.

Baca juga : Ratna Sarumpaet: Dishub Bantah, tapi Mobil Saya Kok Dipulangin?

Ratna mengaku tidak memberikan instruksi apa pun kepada staf tersebut. Dia hanya meminta agar petugas yang menderek mobil miliknya menjelaskan kesalahan yang telah dia perbuat. Ratna mengatakan menolak mengambil mobil tersebut sebelum ada penjelasan.

"Asistennya memberitahukan kepada saya, 'Kak, mobilnya sudah boleh diambil di Dishub di MT Hartono'. Saya jawab, sampaikan sama mereka, saya tidak akan ambil mobil kecuali mereka mampu menjelaskan kepada saya di mana letak kesalahan saya. Jadi apa yang dilakukan asisten Pak Anies aku enggak tahu, yang pasti mobil itu balik," ujar Ratna dalam konferensi pers kemarin di Jalan Sabang, Senin (9/4/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Kirim Somasi, Ratna Sarumpaet Minta Dishub DKI Minta Maaf

"Permintaan saya itu, saya enggak minta Saudara John tolong atur itu tarik mobil saya, enggak. Saya malah bilang jangan diambil, saya enggak mau ambil. Saya tahu persis saya enggak salah, itu yang terjadi," ujar Ratna.

Namun yang terjadi adalah ada petugas Dishub yang mengantarkan mobilnya ke rumah. Ratna mengatakan, pada Selasa (3/4/2018) pukul 11.00, sejumlah petugas Dishub DKI datang dan mengembalikan mobil yang sebelumnya diderek di kawasan Taman Tebet, Jakarta Selatan. Ratna meminta stafnya untuk menemui petugas tersebut.

Dari laporan staf Ratna, petugas itu datang karena disuruh atasannya untuk mengembalikan mobil. 

Baca juga : Kadishub Tegaskan Petugasnya Berwenang Derek Mobil Ratna Sarumpaet

Versi Dinas Perhubungan

Sementara itu, keterangan Ratna berlawanan dengan penjelasan Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko. Sigit mengatakan, tidak ada petugas Dishub DKI yang mengantarkan mobil ke rumah Ratna. Mobil Toyota Avanza warna hitam bernomor polisi B 1237 BR diambil pemiliknya di Kantor Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan.

"Seluruh mobil yang ditindak sudah diambil pemiliknya," ujar Sigit.

Baca juga : Tak Setuju Rencana Somasi, Sandiaga Ingin Ratna Sarumpaet Mediasi dengan Dishub

Selain mobil Ratna, ada mobil lainnya yang bernomor polisi B 2198 SZQ yang diderek di Taman Honda Tebet karena diparkir tidak pada tempatnya. Mobil itu juga sudah diambil pemilik.

Sebelum diambil, pemilik mobil yang diderek harus membayar retribusi, termasuk Ratna Sarumpaet. Setelah itu, barulah mereka bisa membawa pulang mobil yang diderek.

"Setiap mobil yang ditindak oleh penderekan, wajib membayar retribusi sesuai ketentuan," kata Sigit.

Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musywardana bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (5/4/2018)Stanly Ravel Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musywardana bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (5/4/2018)

Bantahan Anies

Usai pernyataan Ratna, nama Anies jadi terseret-seret dalam kejadian ini. Sebab staf Anies dikesankan telah membantu Ratna membebaskan mobil yang diderek Dishub. Penjelasan Anies bertentangan dengan apa yang disampaikan Ratna.

Anies mengatakan stafnya memang menerima telepon dari Ratna tetapi tidak memberi instruksi apa-apa. Kata Anies, justru staf-staf di Dinas Perhubungan yang berinisiatif mengembalikan mobil Ratna.

"Karena ditelepon (Ratna) maka ditanya (oleh staf) ada apa. Kemudian dari situ justru ada inisiatif tindakan dari staf-staf di dinas," ujar Anies di Kantor Wali Kota Jakarta Timur.

Baca juga : Kata Anies, Stafnya Tak Instruksikan Dishub Pulangkan Mobil Ratna Sarumpaet

Anies mengatakan ini adalah contoh pekerjaan yang tidak menggunakan prosedur. Jika mengikuti prosedur, seharusnya mobil tidak perlu diantar ke rumah.

"Ini yang saya katakan berarti selama ini kalau bekerja itu enggak lihat prosedur, 'yang penting saya enggak dimarahi, yang penting saya enggak ditegur'. Padahal enggak ada marahan dan enggak ada teguran," ujar Anies.

Pernyataan Anies ini membantah Ratna yang menyebut staf Anies memberitahu mobilnya sudah bisa diambil di MT Haryono. Pernyataan ini juga membantah keterangan Wakadishub Sigit yang menyebut semua mobil yang diderek hari itu, diambil pemiliknya dan sudah membayar retribusi.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah di kantornya, Jalan Taman Jatibaru, Senin (9/4/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah di kantornya, Jalan Taman Jatibaru, Senin (9/4/2018).

Kadishub cari tahu

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah pun akan mencari tahu kebenarannya. Bukan soal staf Anies, melainkan terkait proses pengembalian mobil itu. Akan dicari tahu, apakah kejadiannya sesuai yang disampaikan Ratna atau Sigit.

"Kalau penindakannya sesuai dengan SOP, yang dipertanyakan kan pengembaliannya. Nah inilah yang akan kita selidiki, kami cari tahu, pasti akan ketemu," ujar Andri.

Baca juga : Kadishub Mau Selidiki Beda Keterangan soal Pengembalian Mobil Ratna

Andri mengatakan saat ini baik Ratna dan Dishub hanya melakukan klaim. Jika anak buahnya memang membuat kesalahan, Andri akan menindak mereka. Andri mengatakan, dia akan menyelidiki hal ini secepat mungkin.

"Saya juga harus melakukan penelitian, kalau di situ ada pelanggaran yang dilakukan anak buah saya, mau tidak mau saya harus melakukan penindakan juga," ujar Andri.

Kompas TV Ratna meminta agar Dishub mengklarifikasi dan meminta maaf atas sikap Dishub DKI Jakarta.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 2 Kasus Covid-19 dan 7 Pasien Sembuh di Tangerang

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 2 Kasus Covid-19 dan 7 Pasien Sembuh di Tangerang

Megapolitan
Minimarket di Condet Ambruk, Satu Orang Patah Tulang

Minimarket di Condet Ambruk, Satu Orang Patah Tulang

Megapolitan
Wagub DKI Singgung Masalah Listrik dan Puntung Rokok Penyebab Kebakaran di Ibu Kota

Wagub DKI Singgung Masalah Listrik dan Puntung Rokok Penyebab Kebakaran di Ibu Kota

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 8 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 8 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: DKI Jakarta Catat Penambahan 131 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 17 Oktober: DKI Jakarta Catat Penambahan 131 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Wagub: Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta Segera Dibuka

Wagub: Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta Segera Dibuka

Megapolitan
Bermula Request Lagu lalu Cekcok, 3 Pengunjung Bar Dikeroyok Sekuriti di Gading Serpong

Bermula Request Lagu lalu Cekcok, 3 Pengunjung Bar Dikeroyok Sekuriti di Gading Serpong

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pengeroyok Pria yang Tewas di Gunung Antang, Jaktim

Polisi Tangkap 2 Pengeroyok Pria yang Tewas di Gunung Antang, Jaktim

Megapolitan
Update 17 Oktober: Ada 18.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 17 Oktober: Ada 18.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Megapolitan
Koni Kota Bekasi Akan Gelar Penyambutan untuk Atletnya yang Berlaga di PON XX Papua

Koni Kota Bekasi Akan Gelar Penyambutan untuk Atletnya yang Berlaga di PON XX Papua

Megapolitan
Holywings Cafe Kembali Digerebek karena Langgar PPKM, Kali ini di Cabang Tebet

Holywings Cafe Kembali Digerebek karena Langgar PPKM, Kali ini di Cabang Tebet

Megapolitan
Puluhan Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Dekat Mal Kalibata Dibubarkan Polisi

Puluhan Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Dekat Mal Kalibata Dibubarkan Polisi

Megapolitan
Koni Kota Bekasi Sebut Perwakilannya Raih 34 Medali di PON XX Papua

Koni Kota Bekasi Sebut Perwakilannya Raih 34 Medali di PON XX Papua

Megapolitan
Wagub Sebut Ada Rencana Ruas Jalan di Jakarta Gunakan Nama Presiden Pertama Turki

Wagub Sebut Ada Rencana Ruas Jalan di Jakarta Gunakan Nama Presiden Pertama Turki

Megapolitan
Buntut Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar, 6 Orang Jadi Tersangka

Buntut Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar, 6 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.