Kompas.com - 10/04/2018, 08:47 WIB
Polres Metro Jakarta Pusat memusnahkan 2.109 botol minuman keras (miras)  yang didapatkan dari hasil razia  operasi cipta kondisi peredaran miras oplosan dan tak berizin periode Januari hingga awal April 2018,  Senin (9/4/2018). DOK.PRIBADI/ HUMAS POLRES JAKARTA PUSATPolres Metro Jakarta Pusat memusnahkan 2.109 botol minuman keras (miras) yang didapatkan dari hasil razia operasi cipta kondisi peredaran miras oplosan dan tak berizin periode Januari hingga awal April 2018, Senin (9/4/2018).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan, pihaknya masih memburu pemasok metanol yang mematikan kepada RS, tersangka penjual miras oplosan yang menewaskan delapan warga.

"Sudah terindentifikasi tempatnya, sudah disebutkan, tetapi kemarin kami masih konsentrasi terhadap penyidikan yang ada di sini. Nanti akan dikembangkan lagi distributornya (metanol) di mana," ujar Indra di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (9/4/2018) malam.

Indra menjelaskan, RS tidak pernah membeli langsung ke tempat penjualan metanol tersebut. RS selalu memesan metanol melalui telepon.

"Selama ini, dia (RS) membeli by telepon kemudian dikirim. Ini akan kami dalami distribusi di mana," kata Indra.

Baca juga: Miras Oplosan yang Mematikan di Jaksel Ternyata Campuran Metanol serta Minuman Berenergi dan Bersoda

Dengan adanya pengembangan kasus ini, lanjut Indra, jumlah tersangka kemungkinan masih akan bertambah.

Selain mengejar distributor metil alkohol itu, jajaran Polres Metro Jakarta Selatan juga berkoordinasi dengan Polres Depok terus mengidentifikasi jumlah korban. Sebab, saat ini juga ditemukan beberapa korban tewas yang merupakan warga Depok.

"Kami koordinasi berapa korban di sana (Depok) yang mengonsumsi (miras oplosan) itu di tempat kami, di Jagakarsa. Itu yang masih kami data. Menurut info, mereka konsumsi di situ," ucapnya.

Adapun RS disangka menjual produk yang tak memiliki izin edar.

Delapan korban yang tewas karena mengomsumsj miras oplosan buatannya itu adalah W (32), AL (39), FS (40), YH (32), Su (29), M (50), S (40), dan F (32).

Sebanyak 3 korban meninggal di RS Fatmawati, 3 Korban meninggal di RSUD Pasar Minggu, dan 2 korban lainnya meninggal di RS Zahira Pasar Minggu.

Kompas TV Diduga kesembilan korban membeli dari penjual miras yang sama. Pihak kepolisian hingga kini masih menyelidiki kasus ini.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinas Pertanian Pastikan Hewan Ternak di Banten Aman dari PMK Jelang Idul Adha

Dinas Pertanian Pastikan Hewan Ternak di Banten Aman dari PMK Jelang Idul Adha

Megapolitan
Seorang Pelajar Tewas Dibacok Saat Melintas di Jalan Industri Raya Sawah Besar

Seorang Pelajar Tewas Dibacok Saat Melintas di Jalan Industri Raya Sawah Besar

Megapolitan
Dinkes Kota Tangerang Ingatkan Warga Tetap Pakai Masker di Ruang Terbuka yang Padat Orang

Dinkes Kota Tangerang Ingatkan Warga Tetap Pakai Masker di Ruang Terbuka yang Padat Orang

Megapolitan
Maling Motor Sasar Bocah di Bawah Umur, Orangtua Diminta Bijak Larang Anak Berkendara

Maling Motor Sasar Bocah di Bawah Umur, Orangtua Diminta Bijak Larang Anak Berkendara

Megapolitan
Ingin Segera Perbaiki Atap Ambruk SDN Pancoran Mas 3, Wali Kota Depok Minta Bantuan BUMD dan Baznas

Ingin Segera Perbaiki Atap Ambruk SDN Pancoran Mas 3, Wali Kota Depok Minta Bantuan BUMD dan Baznas

Megapolitan
Pelaku yang Aniaya Bocah di Serpong Tak Ditahan Polisi karena Masih di Bawah Umur

Pelaku yang Aniaya Bocah di Serpong Tak Ditahan Polisi karena Masih di Bawah Umur

Megapolitan
Kronologi Polisi Acungkan Pistol ke Warga, Berawal Diteriaki 'Begal' oleh Pemuda Mabuk

Kronologi Polisi Acungkan Pistol ke Warga, Berawal Diteriaki "Begal" oleh Pemuda Mabuk

Megapolitan
Sebelum Dibunuh di Jatisampurna, Korban Diperingatkan untuk Akhiri Hubungan dengan Suami Pelaku tapi...

Sebelum Dibunuh di Jatisampurna, Korban Diperingatkan untuk Akhiri Hubungan dengan Suami Pelaku tapi...

Megapolitan
Panitia Sebut Mobil Balap Formula E Tiba di Jakarta pada 27-28 Mei

Panitia Sebut Mobil Balap Formula E Tiba di Jakarta pada 27-28 Mei

Megapolitan
Rusun Cipinang Besar Utara Siap Tampung Korban Kebakaran Pasar Gembrong

Rusun Cipinang Besar Utara Siap Tampung Korban Kebakaran Pasar Gembrong

Megapolitan
Kasus Pengeroyokan Ade Armando Sudah Tahap Pelengkapan Berkas, Polisi: Tersangka Ada 6

Kasus Pengeroyokan Ade Armando Sudah Tahap Pelengkapan Berkas, Polisi: Tersangka Ada 6

Megapolitan
4 Pelaku Lain yang Aniaya Bocah di Serpong Menyerahkan Diri ke Polisi

4 Pelaku Lain yang Aniaya Bocah di Serpong Menyerahkan Diri ke Polisi

Megapolitan
Plt Wali Kota Bekasi Imbau Warga Tak Terbawa Euforia Lepas Masker di Ruang Publik

Plt Wali Kota Bekasi Imbau Warga Tak Terbawa Euforia Lepas Masker di Ruang Publik

Megapolitan
Modus Pencuri di Jakarta Barat: Tuduh Anak-anak Lakukan Kekerasan lalu Rampas Motor

Modus Pencuri di Jakarta Barat: Tuduh Anak-anak Lakukan Kekerasan lalu Rampas Motor

Megapolitan
Polisi Sebut Presenter Uya Kuya Ditipu Selebgram Medina Zein, Terlanjur Transfer Rp 150 Juta untuk Beli Mobil

Polisi Sebut Presenter Uya Kuya Ditipu Selebgram Medina Zein, Terlanjur Transfer Rp 150 Juta untuk Beli Mobil

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.