Sandiaga Sebut Pedagang Pasar Blok G Akan Direloksi ke Parkiran Blok G

Kompas.com - 26/04/2018, 17:58 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana merelokasi sementara pedagang Blok G Pasar Tanah Abang ke parkiran Blok F. Relokasi para pedagang dilakukan dalam rangka revitalisasi Pasar Blok G, Kamis (19/4/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana merelokasi sementara pedagang Blok G Pasar Tanah Abang ke parkiran Blok F. Relokasi para pedagang dilakukan dalam rangka revitalisasi Pasar Blok G, Kamis (19/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, para pedagang Pasar Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat batal dipindahkan ke parkiran Blok F.

Pedagang direlokasi dalam rangka revitalisasi Pasar Blok G.

"Akhirnya dilakukan revisi dan keputuaan berikutnya yang sangat dimungkinkan adalah (direlokasi ke) lapangan parkir di Blok G," ujar Sandiaga di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (26/4/2018).

Baca juga: Dengarkan Keluhan, Pemprov DKI Tak Jadi Relokasi Pedagang Blok G ke Blok F


Di lahan tersebut, lanjut Sandiaga, akan dibangun tempat penampungan sementara yang mampu menampung sekitar 500 pedagang Blok G.

Sandiaga menjelaskan, keputusan pemindahan lokasi tempat penampungan sementara ini dilakukan setelah mendengarkan keluhan para pedagang.

"Ini bentuk kebijakan publik yang partisipatif. Teman-teman menyampaikan ke saya ke berkali-kali, jauh, tempat jin buang anak, dan lain sebagainya. Akhirnya dilakukan revisi," katanya.

Baca juga: Sandiaga: Harus Ada Persepsi yang Sama, Blok F Bukan Tempat Jin Buang Anak

Sebelumnya, Sandiaga mengatakan, para pedagang Pasar Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat, akan direlokasi ke lahan parkir Blok F.

Relokasi para pedagang dilakukan dalam rangka revitalisasi Pasar Blok G.

Namun, sejumlah pedagang tidak setuju dengan rencana itu.

Baca juga: Mencari Lokasi Relokasi Pedagang Blok G di Blok F Pasar Tanah Abang

Mereka menilai area di Blok F tidak pernah dilewati pembeli.

Sandiaga menilai, mereka protes karena belum tahu konsep penataan di Blok F itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X