DPRD DKI: Warga Kampung Akuarium Dibuatkan "Shelter", Kenapa Korban Kebakaran Taman Kota Tidak?

Kompas.com - 04/05/2018, 20:16 WIB
Suasana di Kampung Akuarium , Penjaringan, Jakarta, Sabtu (14/4/2018). Peringatan yang  bertajuk Dari Shelter Menuju Harapan Kampung yang Baru tersebut menampilkan pertunjukan warga kampung seperti musik dan tarian daerah. MAULANA MAHARDHIKASuasana di Kampung Akuarium , Penjaringan, Jakarta, Sabtu (14/4/2018). Peringatan yang bertajuk Dari Shelter Menuju Harapan Kampung yang Baru tersebut menampilkan pertunjukan warga kampung seperti musik dan tarian daerah.
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus mempertanyakan perbedaan sikap Pemprov DKI terhadap warga Kampung Akuarium dengan warga Taman Kota. Warga Kampung Akuarium yang telah digusur kini dibuatkan shelter oleh Pemprov DKI.

Sedangkan korban kebakaran Taman Kota malah harus direlokasi.

"Kalau yang namanya Kampung Akuarium boleh, kenapa ini enggak boleh?" ujar Bestari ketika dihubungi, Jumat (4/5/2018).

Bestari mengatakan warga Kampung Akuarium akan dibuatkan permukiman di tempat tinggal lama mereka. Padahal itu merupakan lahan pemerintah.

Baca juga : Kata Sandiaga, Hanya Sebagian Kecil Warga Taman Kota yang Menolak Direlokasi

Kondisi di Kampung Akuarium tidak berbeda dengan di Taman Kota, Kembangan Utara. Warga sadar bahwa itu merupakan lahan milik pemerintah.

Namun, mereka baru mengalami musibah kebakaran. Bestari mengatakan warga meminta Pemprov DKI memberi mereka kesempatan untuk pulih lagi.

Warga korban kebakaran Jalan Perumahan Taman Kota, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat sudah mulai kembali membangun rumah mereka pada Selasa (17/4/2018)RIMA WAHYUNINGRUM Warga korban kebakaran Jalan Perumahan Taman Kota, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat sudah mulai kembali membangun rumah mereka pada Selasa (17/4/2018)

"Mereka sadar kok itu punya pemda, tapi sementara ini mereka ingin tata dulu hidup mereka sebentar. Kalau sudah kuat, kembali lagi harta benda, pindah enggak apa-apa," ujar Bestari.

Lagipula, kata dia, Pemprov DKI juga belum punya perencanaan jelas untuk memanfaatkan lahan fasos fasum itu.

Baca juga : Tolak Direlokasi, Korban Kebakaran Taman Kota Demo di Balai Kota

Adapun, Bestari telah mengantar beberapa warga Taman Kota untuk menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Bestari meminta Pemprov DKI menunda penggusuran di tempat itu dan memberi solusi seperti di Kampung Akuarium.

"Surat saya sudah masuk untuk penundaan. Kan janji Gubernur dan Wagub waktu kampanye kan tak ada lagi gusur menggusur," kata dia.

Adapun, kebakaran melanda Jalan Perumahan Taman Kota pada 29 Maret lalu. Rumah warga ludes dilalap api.

Kemudian, Pemprov DKI berencana untuk merelokasi warga ke Rusun Rawa Bebek karena ternyata selama ini mereka menggunakan lahan pemerintah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siaga 1, Air Kiriman dari Katulampa Diprediksi Tiba di Jakarta 8-12 Jam ke Depan

Siaga 1, Air Kiriman dari Katulampa Diprediksi Tiba di Jakarta 8-12 Jam ke Depan

Megapolitan
Klaster Keluarga Bertambah, Kini Ada 2.815 Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi

Klaster Keluarga Bertambah, Kini Ada 2.815 Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
UPDATE 21 September: Tambah 8 Kasus, 140 Pasien Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 21 September: Tambah 8 Kasus, 140 Pasien Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Katulampa Siaga 1, Lurah di Jaksel Imbau Warga Waspada Banjir

Katulampa Siaga 1, Lurah di Jaksel Imbau Warga Waspada Banjir

Megapolitan
Katulampa Siaga 1 Hanya dalam Satu Jam, Warga Bantaran Ciliwung Waspada Banjir Kiriman

Katulampa Siaga 1 Hanya dalam Satu Jam, Warga Bantaran Ciliwung Waspada Banjir Kiriman

Megapolitan
Airin Putuskan PSBB Tangsel Berlaku Sebulan Kedepan

Airin Putuskan PSBB Tangsel Berlaku Sebulan Kedepan

Megapolitan
Bendung Katulampa Siaga 1, Warga Jakarta Diminta Waspada

Bendung Katulampa Siaga 1, Warga Jakarta Diminta Waspada

Megapolitan
Warga Depok Sekitar Ciliwung Siaga Banjir, Air dari Katulampa Diprediksi Tiba Pukul 21.00-23.00

Warga Depok Sekitar Ciliwung Siaga Banjir, Air dari Katulampa Diprediksi Tiba Pukul 21.00-23.00

Megapolitan
Hujan Deras, Bendungan Katulampa Bogor Berstatus Siaga 1

Hujan Deras, Bendungan Katulampa Bogor Berstatus Siaga 1

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Pegawai Lapas Terkait Kaburnya Bandar Narkoba di Tangerang

Polisi Periksa 4 Pegawai Lapas Terkait Kaburnya Bandar Narkoba di Tangerang

Megapolitan
Pemkab Bekasi Akan Tambah 200 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di Hotel Kawasan Jababeka

Pemkab Bekasi Akan Tambah 200 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di Hotel Kawasan Jababeka

Megapolitan
Hilangkan Bau Potongan Jasad Korban, Pelaku Mutilasi Tuangkan Kopi dan Parfum

Hilangkan Bau Potongan Jasad Korban, Pelaku Mutilasi Tuangkan Kopi dan Parfum

Megapolitan
Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Sudah 2 Kali Kabur

Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Sudah 2 Kali Kabur

Megapolitan
UPDATE 21 September: Pasien Covid-19 DKI Bertambah 1.310, Kasus Aktif 12.974

UPDATE 21 September: Pasien Covid-19 DKI Bertambah 1.310, Kasus Aktif 12.974

Megapolitan
Satpol PP Jaksel Tindak 34 Rumah Makan Pelanggar PSBB

Satpol PP Jaksel Tindak 34 Rumah Makan Pelanggar PSBB

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X