Mempelajari Sejarah Rumah Si Pitung, Rumah yang Tak Pernah Dihuni Si Pitung...

Kompas.com - 12/05/2018, 09:46 WIB
Tampak depan Rumah Si Pitung yang beralamat di kawasan Marunda, Jakarta Utara. KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan DTampak depan Rumah Si Pitung yang beralamat di kawasan Marunda, Jakarta Utara.

Setelah itu, ada kabar Si Pitung dimutilasi ke dalam tiga bagian. Pasalnya, Si Pitung tidak akan mati secara total apabila tubuhnya tidak dipotong menjadi tiga bagian.

Baca juga: Ahok: Si Pitung International Airport, Keren Juga Ya!

"Jadi sekarang ada masyarakat percaya bahwa di Slipi itu ada makam Si Pitung. Itu badannya Si Pitung, jadi itu makam hanya satu dan kepala sama kakinya konon dibawa ke Belanda," katanya. 

Minim koleksi

Sukma mengatakan, Rumah Si Pitunh merupakan satu-satunya situs jejak sejarah Si Pitung.

Para pengunjung umumnya juga tidak mau menerima fakta bahwa rumah tersebut tidak pernah dihuni Si Pitung.

Sebab, hal itu dinilai bisa mengurangi "aura" rumah tersebut.

Baca juga: Berguru Silat di Kampung Halaman Si Pitung

"Dari 100 pengunjung yang minta dijelaskan, ada pemandu itu paling 1-2 orang. Mereka datang sekadar melihat ngerasain masuk ke ruangan, merasakan aura ruangannya begitu," kata Sukma.

Ia menambahkan, minimnya bukti sejarah mengenai Si Pitung membuat objek wisata tersebut tidak mempunyai banyak koleksi.

Ke depannya, pihaknya berencana menambah koleksi terkait kebudayaan Betawi pada masa Si Pitung.

Baca juga: Deklarasi di Rumah Si Pitung, Jokowi Harus Minta Maaf

Ruang tengah dengan pemandangan ujung ruang makan, di Rumah si Pitung di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Kompas.com/Robertus Belarminus Ruang tengah dengan pemandangan ujung ruang makan, di Rumah si Pitung di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
"Mungkin seragam silat pada masa itu, bentuk goloknya, banyaklah. Kami juga sedang menggali terus sejarah Si Pitung yang sebenarnya untuk mengedukasi masyarakat," ucap Sukma. 

Rumah Si Pitung dibuka setiap hari pada pukul 08.00-17.00.

Harga tiket masuknya bervariasi, yakni Rp 1.500 untuk rombongan pelajar hingga Rp 5.000 untuk dewasa perseorangan.

Baca juga: Foto-foto Pemain Timnas Belanda Jadi "Si Pitung"

Selain mengagumi arsitektur Rumah Si Pitung dan mempelajari sejarahnya, pengunjung juga bisa menikmati berbagai kebudayaan Betawi seperti tarian, silat, dan kuliner di Rumah Si Pitung. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X