Wisata Masjid Istiqlal Butuh Perhatian Dinas Pariwisata DKI Jakarta

Kompas.com - 18/05/2018, 05:46 WIB
Jemaah umat Islam bersiap-siap melaksanakan sholat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (30/3/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIJemaah umat Islam bersiap-siap melaksanakan sholat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (30/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal Jakarta Abu Hurairah AS menyebutkan, pihaknya membutuhkan bantuan Dinas Pariwisata DKI Jakarta terkait pengembangan wisata di masjid tersebut.

Bantuan yang dibutuhkan misalnya dalam hal pelatihan kepada para protokol masjid sebagai tour guide untuk para turis yang datang.

"Biar kita diberi pelatihan karena ini wisata andalan DKI. Paling tidak Dinas Pariwisata DKI memperhatikan fasilitas," kata Abu, kepada Kompas.com, Kamis (17/5/2018).

Ia mengatakan, saat ini para protokol dari masjid yang memandu turis berjumlah 7 orang. Mereka tidak berbekal kemampuan banyak bahasa asing yang dapat memberikan pemaparan wisata.

Baca juga: Wisatawan Asing yang Kunjungi Masjid Istiqlal Menurun akibat Teror Depok dan Surabaya

"Kami juga ingin dibekali pelatihan bahasa asing tambahan. Karena, kan enggak hanya paham bahasa Inggris saja. Turis yang datang dari banyak negara," ujar Abu.

Dalam satu hari, Masjid Istiqlal kehadiran turis baik dari dalam dan luar negeri sekitar 200-300 orang. Abu mengatakan, sebagian besar turis yang sering datang beberapa waktu terakhir berasal dari China, Korea, Australia, atau dari benua Eropa dan Amerika.

Pihaknya juga ingin adanya perhatian dari pemerintah terkait kenyamanan turis. Sebab, hingga saat ini, masih banyak pegadang asongan dan pengemis yang berada di area masjid.

Baca juga: 5.000 Kotak Makanan Buka Puasa Disediakan di Masjid Istiqlal Selama Ramadhan

"Banyaknya pengemis dan asongan menyerbu turis, mereka bingung 'apaan ini?', jamaah kita juga diserbu seperti yang menawarkan plastik untuk sepatu. Itu sangat tidak nyaman. Kalau Dinas Pariwisata tahu, harusnya ada polisi pariwisata," ujar Abu, berharap.

Selama 7 tahun terakhir dirinya menjabat, Abu mengatakan jumlah turis mengalami peningkatan. Bahkan, tidak sedikit tokoh penting dari luar negeri memasukkan agenda kunjungan ke Masjid Istiqlal.

Baca juga: Imam Besar Istiqlal: Semoga Ramadhan Menyejukkan Semua...

Di sini bantuan fasilitas sangat penting, misalnya membantu agar masjid ini terintegrasi dengan wisata religi di Jakarta lainnya dan layanan informasi yang canggih.

"Kami perlu, seandainya berbicara destinasi ke masjid-masjid lain yang bersejarah atau Islamic center. Biar ada koneksi wisata dari masjid Istiqlal ke sana," ujar Abu.

"Atau diberikan petunjuk wisata di sini baik stan atau alat petunjuk yang layar sentuh, kan sekarang sudah canggih untuk informasi," tambah dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

41 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cempaka Putih Ditutup 3 Hari

41 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cempaka Putih Ditutup 3 Hari

Megapolitan
Pilot Ditangkap karena Sabu, Alvin Lie: Pemeriksaan Narkoba Seharusnya Rutin Sepanjang Tahun

Pilot Ditangkap karena Sabu, Alvin Lie: Pemeriksaan Narkoba Seharusnya Rutin Sepanjang Tahun

Megapolitan
Ini 15 Jenis Pelanggaran Lalin yang Bakal Ditindak Tegas pada Masa PSBB Transisi

Ini 15 Jenis Pelanggaran Lalin yang Bakal Ditindak Tegas pada Masa PSBB Transisi

Megapolitan
Ahok Heran Reklamasi Ancol Saat Ini Menempel dengan Darat

Ahok Heran Reklamasi Ancol Saat Ini Menempel dengan Darat

Megapolitan
Polisi Sebut Pelanggaran Lalu Lintas Masa PSBB Transisi di Jakarta Meningkat 50 Persen

Polisi Sebut Pelanggaran Lalu Lintas Masa PSBB Transisi di Jakarta Meningkat 50 Persen

Megapolitan
Bima Arya Klaim 150 Bantuan Bus Gratis Cukup Bantu Urai Kepadatan di Stasiun Bogor

Bima Arya Klaim 150 Bantuan Bus Gratis Cukup Bantu Urai Kepadatan di Stasiun Bogor

Megapolitan
Ahli Epidemiologi: Stop Rapid Test, Perbanyak Tes PCR

Ahli Epidemiologi: Stop Rapid Test, Perbanyak Tes PCR

Megapolitan
Kegiatan Tatap Muka Diizinkan, SMPN 2 Bekasi Tetap Belajar Daring karena Alasan Ini

Kegiatan Tatap Muka Diizinkan, SMPN 2 Bekasi Tetap Belajar Daring karena Alasan Ini

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Ingin Ojek Online Diizinkan Angkut Penumpang

Wali Kota Tangerang Ingin Ojek Online Diizinkan Angkut Penumpang

Megapolitan
Mewaspadai Pasar sebagai Klaster Penyebaran Covid-19 di Jakarta...

Mewaspadai Pasar sebagai Klaster Penyebaran Covid-19 di Jakarta...

Megapolitan
Wali Kota Tangerang: Pelanggaran PSBB Semakin Banyak

Wali Kota Tangerang: Pelanggaran PSBB Semakin Banyak

Megapolitan
3 Pilot Ditangkap karena Pakai Sabu, Alvin Lie: Pengawasan Masih Bolong-bolong

3 Pilot Ditangkap karena Pakai Sabu, Alvin Lie: Pengawasan Masih Bolong-bolong

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Begini Prosedur Hewan Kurban Diangkut ke Kepulauan Seribu

Pandemi Covid-19, Begini Prosedur Hewan Kurban Diangkut ke Kepulauan Seribu

Megapolitan
Polisi Sudah Periksa 20 Saksi Terkait Kematian Wartawan Metro TV

Polisi Sudah Periksa 20 Saksi Terkait Kematian Wartawan Metro TV

Megapolitan
Waktu Operasional Uji Coba Bus Listrik Transjakarta Diperpanjang Jadi 12 Jam

Waktu Operasional Uji Coba Bus Listrik Transjakarta Diperpanjang Jadi 12 Jam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X