Puncak Arus Mudik dengan Sepeda Motor Diprediksi pada H-3 dan H-2

Kompas.com - 11/06/2018, 19:00 WIB
Pemudik motor melewati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017)Otomania/Setyo Adi Pemudik motor melewati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Seksi Lalu Lintas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Andreas Eman mengatakan, jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor dan melintas di Kalimalang sampai saat ini belum mengalami peningkatan.

"Masih normal, tidak terlalu ramai jika dibandingkan tahun kemarin. Kalau prediksi kemungkinan pada H-3 dan H-2 nanti," kata dia, Senin (11/6/2018).

Eman menjelaskan, turunnya pemudik dengan sepeda motor kemungkinan disebabkan dua hal, yakni waktu libur yang relatif panjang serta banyaknya warga yang memanfaatkan mudik gratis.

"Jadi pemerintah kan saat ini bukan hanya mudik bareng saja, tapi motor masyarakat juga bisa dianggkut gratis dengan syarat mudah, cukup tunjukan KTP dan STNK," kata dia.

Baca juga: BPTJ: Pemudik yang Tinggalkan Jakarta Baru 50,4 Persen

Kebijakan tersebut serta waktu libur yang lebih panjang, menurut dia, ikuti mengurangi jumlah pemudik yang mengguna sepeda motor, terutama pemudik tujuan Jawa Tengah dan Timur.

Dari sisi kesiapan infrastruktur, kata Eman, Jalan Raya Kalimalang sudah lebih baik, mulai dari pembuatan marka jalan sampai penambahan rambu lalu lintas yang sifatnya portable.

Beberapa lokasi penyempitan jalan atau bottleneck juga sudah ditangani sehingga menjadi lebih luas.

"Intinya sudah kami optimalkan dari sebelumnya, kami juga menempatkan petugas lengkap dengan unit derek untuk membantu bila diperlukan," kata dia.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X