H-2 Lebaran, Harga Daging di Pasar Pondok Bambu Naik

Kompas.com - 13/06/2018, 10:33 WIB
Harga sejumlah bahan pokok termasuk daging sapi di Pasar Sunter Podomoro, Jakarta Utara, terpantau stabil dua minggu jelang Hari Raya Idul Fitri, Senin (4/6/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DHarga sejumlah bahan pokok termasuk daging sapi di Pasar Sunter Podomoro, Jakarta Utara, terpantau stabil dua minggu jelang Hari Raya Idul Fitri, Senin (4/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com- Harga bahan pokok seperti daging ayam dan daging sapi merangkak naik pada H-2 Lebaran atau pada Rabu (13/6/2018).

Sejumlah pedagang yang ditemui di Pasar Pondok Bambu, Jakarta Timur, menyatakan  kenaikan harga disebabkan oleh para pemasok.

Rois, pedagang daging sapi menuturkan, satu kilogram daging sapi kini dihargai Rp 140.000. Ia mengaku hanya mengikuti harga yang dipatok tukang jagal.

"Sekarang daging Rp 140.000, baru naik hari ini kemarin masih Rp 130.000. Itu harga dari tukang jagalnya sudah seperti itu," kata Rois.


Baca juga: Sidak ke Pasar Senen, Sandiaga Temukan Harga Daging Sapi Naik

Namun, kata Rois, naiknya harga daging sapi tak menyurutkan animo konsumennya. Menurutnya, para pembeli tetap menbutuhkan daging sapi menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Kalau pembeli mah tetap saja ada. Namanya juga mau Lebaran ya mau enggak mau mereka tetap mesti beli daging," kata Rois.

Situasi berbeda dialami Sumiarti, pedagang ayam. Ia mengaku pembeli mengurangi barang belanjaannya guna menekan pengeluaran imbas naiknya harga ayam.

"Kalau ke pembeli ya ngaruh mas. Yang kemarinnya bisa beli satu ekor sekarang cuma beli setengah ekor. Jumlah pembelinya juga sedikit berkurang," kata Sumiarti.

Baca juga: Melawan Kenaikan Harga Pangan Jelang Lebaran...

Ia menuturkan, satu ekor ayam kini rata-rata dihargai Rp 60.000 tergantung ukurannya. Padahal, sebelumnya harga satu ekor unggas tersebut tak mencapai Rp 50.000.

Berbeda dengan harga daging sapi dan daging ayam, harga telur ayam justru terpantau stabil di angka Rp 26.000 per kilogram.

"Sekarang satu kilo Rp 26.000, tergolong stabil lah ini. Sebelumnya sempat Rp 27.000 per kilo jadi bisa dibilang mulai turun harganya," kata Dita, penjual telur.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG: Jakarta Cerah Berawan, Bekasi Hujan Siang Ini

BMKG: Jakarta Cerah Berawan, Bekasi Hujan Siang Ini

Megapolitan
Viral Toko Kue di Depok Tolak Tulis Ucapan 'Happy Birthday', Ini Kata Pegawainya

Viral Toko Kue di Depok Tolak Tulis Ucapan 'Happy Birthday', Ini Kata Pegawainya

Megapolitan
Hadapi Pasien ODGJ, Direktur RSJ Grogol: Sekalipun Dipukul, Kita Tidak Bisa Memukul Balik

Hadapi Pasien ODGJ, Direktur RSJ Grogol: Sekalipun Dipukul, Kita Tidak Bisa Memukul Balik

Megapolitan
Tutup Perayaan 25 Tahun Sister City Jakarta-Berlin, Pemprov Gelar Konser Orkestra Mini

Tutup Perayaan 25 Tahun Sister City Jakarta-Berlin, Pemprov Gelar Konser Orkestra Mini

Megapolitan
Dua Bus Transjakarta Terlibat Kecelakaan di Halte Wali Kota Jakarta Timur

Dua Bus Transjakarta Terlibat Kecelakaan di Halte Wali Kota Jakarta Timur

Megapolitan
Direktur RSJ Soeharto Heerdjan Pastikan Pasiennya Kabur Bukan karena Tunggak Tagihan

Direktur RSJ Soeharto Heerdjan Pastikan Pasiennya Kabur Bukan karena Tunggak Tagihan

Megapolitan
Ingin Lulus dan Dapat SIM? Ini Bocoran Uji Praktik dengan Sistem E-Drives

Ingin Lulus dan Dapat SIM? Ini Bocoran Uji Praktik dengan Sistem E-Drives

Megapolitan
Gempa di Kabupaten Bekasi, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Maupun Bangunan Rusak

Gempa di Kabupaten Bekasi, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Maupun Bangunan Rusak

Megapolitan
Apartemen di Jakarta Pusat Banyak Menunggak PBB

Apartemen di Jakarta Pusat Banyak Menunggak PBB

Megapolitan
Fraksi PSI Sebut Anggaran Dishub Rp 68 M untuk Pembangunan LRT Berpotensi Langgar Aturan

Fraksi PSI Sebut Anggaran Dishub Rp 68 M untuk Pembangunan LRT Berpotensi Langgar Aturan

Megapolitan
Disdik DKI Akan Kembali Ajukan Anggaran Pembangunan Sekolah Berasrama SMK 74 pada 2021

Disdik DKI Akan Kembali Ajukan Anggaran Pembangunan Sekolah Berasrama SMK 74 pada 2021

Megapolitan
Pasien yang Kabur dari RSJ Soeharto Heerdjan Diduga Mengalami Halusinasi

Pasien yang Kabur dari RSJ Soeharto Heerdjan Diduga Mengalami Halusinasi

Megapolitan
Bina Marga Akui Dapat Surat Penolakan Terkait Pembangunan Trotoar Kemang

Bina Marga Akui Dapat Surat Penolakan Terkait Pembangunan Trotoar Kemang

Megapolitan
Polisi Sebut yang Ditangkap di Kawasan Sarinah Bukan Mahasiswa, tetapi Perusuh

Polisi Sebut yang Ditangkap di Kawasan Sarinah Bukan Mahasiswa, tetapi Perusuh

Megapolitan
2 Oknum TNI Ditangkap atas Kasus Penyalahgunaan Narkoba

2 Oknum TNI Ditangkap atas Kasus Penyalahgunaan Narkoba

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X