Saran Sandiaga untuk Anies dalam Membahas Waduk Lebak Bulus

Kompas.com - 16/06/2018, 19:43 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di kawasan Istora Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (12/6/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di kawasan Istora Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (12/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyarankan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan duduk bersama warga untuk membicarakan kelanjutan pembangunan Waduk Lebak Bulus.

"Nah itu tinggal keputusan pemerintahan sekarang paling cocok karena gubernurnya tinggal di sana. Nah, beliau harus duduk sama semua pemangku lingkungan, melibatkan masyarakat maunya seperti apa," ujar Sandiaga di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6/2018).

Baca juga: Kepada Anies, Warga Minta Waduk Lebak Bulus Segera Diselesaikan

Ia mengapresiasi aspirasi warga yang dilontarkan di hadapan gubernur pagi tadi. Menurutnya, hal ini harus menjadi perhatian pemerintah DKI.


"Harus kita tindaklanjuti, itu keinginan warga dan itu cara penataan model baru, kita fokus kemitraan dengan warga," tuturnya.

Menurutnya, pihaknya tak menutup kemungkinan membatalkan rencana pembangunan waduk dan diganti dengan proyek lainnya seperti ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA).

Baca juga: Cerita Anies tentang Kampung Asli Lebak Bulus

"Sangat memungkinkan (pembangunan RPTRA) dan kami harus lihat daya dukungnya, bagaimana daya transportasi, daya dukung lingkungannya," sebutnya.

Sandi mengaku prihatin karena rencana pembangunan waduk tersebut telah bergulir bertahun-tahun dan belum menuai kepastian.

"Apalagi dekat rumahnya gubernur gitu kan. Itu kan ironis banget. Di deket gubernur, itu sudah direncanakan berkali-kali untuk kita pastikan di 2019 mau kemananya harus jelas," papar Sandi.

Baca juga: Melihat Tanah Kosong Bakal Waduk Lebak Bulus yang Masih Mangkrak...

Ia mengatakan, hal ini telah menjadi perhatiannya sejak masa kampanyenya. Saat itu warga juga mempertanyakan mengenai kelangsungan pengerjaan proyek tersebut.

Menurutnya ketidakpastian kelangsungan proyek akan mengulitkan pemerintah provinsi sendiri dalam melakukan penataan kawasan di kemudian hari.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Megapolitan
Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Megapolitan
Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Megapolitan
Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Megapolitan
Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Megapolitan
Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Megapolitan
Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

Megapolitan
Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

Megapolitan
Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

Megapolitan
Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Penumpang Bus di Kalideres Diperiksa

Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Penumpang Bus di Kalideres Diperiksa

Megapolitan
Tepergok Korban, Maling Ditangkap Setelah Lukai Pasutri

Tepergok Korban, Maling Ditangkap Setelah Lukai Pasutri

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Sediakan Layanan Bike Sharing di Tempat Umum

Pemprov DKI Akan Sediakan Layanan Bike Sharing di Tempat Umum

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X