MRT Fase 2 Lebih Mahal dan Lebih Sulit dari Fase 1

Kompas.com - 28/06/2018, 15:39 WIB
Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono (rompi oranye) berkunjung ke proyek pengeboran terowongan untuk angkutan massal cepat (Mass Rapid Transit/MRT) di Stasiun Bunderan HI, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018). Kunjungan Menlu Taro Kono ke Indonesia sekaligus menandai 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGMenteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono (rompi oranye) berkunjung ke proyek pengeboran terowongan untuk angkutan massal cepat (Mass Rapid Transit/MRT) di Stasiun Bunderan HI, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018). Kunjungan Menlu Taro Kono ke Indonesia sekaligus menandai 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mass rapid transit ( MRT) Fase 2 Bundaran HI-Kampung Bandan akan membutuhkan biaya lebih mahal dari Fase 1 Lebak Bulus-Bundaran HI. Hal ini karena konstruksinya akan lebih sulit sehingga memakan ongkos lebih banyak.

Untuk fase 1 menghabiskan biaya Rp 16 triliun dengan panjang 16 kilometer. Sementara fase 2 nilai investasinya Rp 22,5 triliun dengan panjang 8,6 kilometer.

"Kok lebih mahal fase 2? Karena yang menentukan tadi tingkat kesulitannya," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dalam konferensi pers di kantornya di Wisma Nusantara, Kamis (28/6/2018).

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim menjelaskan, tujuh stasiun yang membentang di koridor ini yaitu Stasiun Sarinah, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok dan Stasiun Kota, seluruhnya berada di bawah tanah.

Baca juga: Uji Coba Kereta MRT Jakarta 9 Agustus

 

Kondisi Jalan Gajah Mada yang lebih sempit dibanding Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin membuat konstruksinya lebih sulit.

Jika di sepanjang Sudirman-Thamrin stasiun dan rel MRT berada tepat di tengah, di sepanjang Jalan Gajah Mada, stasiun akan terletak di sisi barat karena ada Sungai Ciliwung yang di tengah. Karena keterbatasan lahan pula, penggalian terowongan juga akan lebih dalam, sekitar 20 meter, dibanding fase 1 yang sekitar 15 meter.

"Fase 2 makin ke arah utara, makin berat challenge-nya. Tanah kurang bagus karena makin dekat ke laut, kemudian juga ada kali," ujar Silvia.

Baca juga: MRT Fase 2 Ditargetkan Mulai Konstruksi Akhir 2018

Silvia mengatakan saat ini pihaknya tengah menyusun basic engineering design (BED) untuk ditawarkan ke pemerintah Jepang yang rencananya akan kembali berinvestasi di proyek MRT.

Selain itu, pihaknya juga tengah mendekati para pemilik lahan di sepanjang Jalan Gajah Mada yang lahannya akan digunakan sebagai akses masuk serta titik proyek.

Selain opsi pembebasan lahan, ada pula opsi kerja sama dengan pemilik lahan seperti investasi dan kompensasi dalam bentuk lainnya.

"Soal luas kebutuhan lahan di luar Depo Kampung Bandan, sekitar 9,5 hektar kurang lebih tersebar ke 19 persil lahan. Jadi ada sekitar 19 pemilik yang kita engage," kata Sylvia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PHRI DKI Jakarta: 30 Hotel Siap Tampung Isolasi Pasien OTG Covid-19

PHRI DKI Jakarta: 30 Hotel Siap Tampung Isolasi Pasien OTG Covid-19

Megapolitan
9 PPSU Bukit Duri Positif Covid-19, Rekan Kerja dan Warga Patungan Beri Bantuan

9 PPSU Bukit Duri Positif Covid-19, Rekan Kerja dan Warga Patungan Beri Bantuan

Megapolitan
Muhamad Siap Dukung Keputusan Pemerintah jika Pilkada Tangsel Harus Ditunda

Muhamad Siap Dukung Keputusan Pemerintah jika Pilkada Tangsel Harus Ditunda

Megapolitan
Gugus Tugas: Klaster Covid-19 di Pabrik Epson Cikarang Berawal Kunjungan Kerja dari Luar

Gugus Tugas: Klaster Covid-19 di Pabrik Epson Cikarang Berawal Kunjungan Kerja dari Luar

Megapolitan
Sepekan Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Terbanyak Ada di Jakarta Pusat

Sepekan Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Terbanyak Ada di Jakarta Pusat

Megapolitan
Imam Budi Minta Kepastian Nasib Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19

Imam Budi Minta Kepastian Nasib Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Angkot Hanya Bisa Angkut 5 Penumpang Saat PSBB Jakarta, Melanggar Kena Sanksi hingga Rp 150 Juta

Angkot Hanya Bisa Angkut 5 Penumpang Saat PSBB Jakarta, Melanggar Kena Sanksi hingga Rp 150 Juta

Megapolitan
Polisi Periksa Rekaman CCTV Bandara Soetta Berkait Pelecehan Seksual Saat Rapid Test

Polisi Periksa Rekaman CCTV Bandara Soetta Berkait Pelecehan Seksual Saat Rapid Test

Megapolitan
Polda Metro Bentuk Tim Khusus Buru Bandar Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Polda Metro Bentuk Tim Khusus Buru Bandar Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Pemprov DKI Kian Masif Gerebek Lumpur Jelang Musim Hujan

Pemprov DKI Kian Masif Gerebek Lumpur Jelang Musim Hujan

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Tempat Tak Memadai Akan Dijemput ke Stadion Patriot Chandrabaga

Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Tempat Tak Memadai Akan Dijemput ke Stadion Patriot Chandrabaga

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Penusukan yang Viral di Media Sosial

Polisi Tangkap Pelaku Penusukan yang Viral di Media Sosial

Megapolitan
Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Benyamin Davnie Tak Setuju Pilkada Tangsel Ditunda

Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Benyamin Davnie Tak Setuju Pilkada Tangsel Ditunda

Megapolitan
Belum Bayar Uang Kos, Motif Pasangan Kekasih Fajri dan Laeli Mutilasi Rinaldi

Belum Bayar Uang Kos, Motif Pasangan Kekasih Fajri dan Laeli Mutilasi Rinaldi

Megapolitan
369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X