Pembebasan Lahan Pasar Gembrong Tunggu Keputusan Warga

Kompas.com - 09/07/2018, 11:11 WIB
Suasana Pasar Gembrong, Jakarta Timur, pada Rabu (7/2/2018). Pasar Gembrong dikabarkan akan digusur terkait pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan DSuasana Pasar Gembrong, Jakarta Timur, pada Rabu (7/2/2018). Pasar Gembrong dikabarkan akan digusur terkait pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembebasan lahan Pasar Gembrong yang akan diratakan untuk keperluan pembangunan Tol Becakayu di Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur, hanya tinggal menunggu kesepakatan dari warga setempat.

"Pada prinsipnya warga mau dan sudah setuju, jadi hanya tinggal menunggu kesepakatan harga saja yang nanti diberikan oleh pihak pricing luar, yang digunakan untuk menilai lahan tanah yang terdampak," kata Camat Jatinegara Nasrudin Abu Bakar, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (9/7/2018).

Selebihnya, lanjut Nasrudin, sebenarnya tidak ada masalah dari warga, justru sebagian besar ingin agar cepat mendapat uang pengganti agar mereka bisa mencari tempat tinggal baru atau tempat usaha lain.

Baca juga: Pedagang Pasar Gembrong: Jangankan Relokasi, soal Digusur Pun Belum Jelas

Namun, penerapan harga ganti rugi tidak bisa langsung diputuskan karena harus melalui tahapan proses yang dilakukan pihak appraisal.

"Pihak appraisal itu dari luar bukan dari Tol Becakayu, jadi saya lihat lebih adil karena mereka menganalisa kerugian warga, bukan dari lahan saja, tapi juga lokasinya," ujar Nasrudin.

Menurut dia, hingga saat ini sebagian warga RW 01 di Pasar Gembrong sudah menerima rincian ganti rugi. Para warga diberikan waktu selama 14 hari kerja untuk mempertimbangkan termasuk mengajukan keberatan.

Baca juga: Pedagang Pasar Gembrong Belum Ketahui Tanggal Penggusuran

Sementara, untuk warga lain juga sedang dalam proses pengecekan dan akan dilakukan penilaian harga secara bergilir.

"Dari keterangan pihak Becakayu, warga RW 01 itu sudah diberikan harganya, saya lupa berapa. Pihak appraisal tinggal nunggu keputusan warga, bila dalam 14 hari tidak ada komplain dan warga menerima, maka akan dilanjut proses pembayarannya di akhir Juli atau awal Agustus nanti," papar dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Juga Curi Barang Berharga Korban

Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Juga Curi Barang Berharga Korban

Megapolitan
Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Akui Sudah Siapkan Palu Sebelum Temui Korban

Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Akui Sudah Siapkan Palu Sebelum Temui Korban

Megapolitan
Jelang 17 Agustus, Pedagang Bendera Merah Putih Gelar Lapak di Pasar Minggu

Jelang 17 Agustus, Pedagang Bendera Merah Putih Gelar Lapak di Pasar Minggu

Megapolitan
Sebelum Ditangkap, Pelaku Pencemaran Nama Baik Ahok Sempat Ubah Nama Akun Instagramnya

Sebelum Ditangkap, Pelaku Pencemaran Nama Baik Ahok Sempat Ubah Nama Akun Instagramnya

Megapolitan
Polisi: Laporan terhadap Anji dan Hadi Pranoto Naik ke Tahap Penyidikan

Polisi: Laporan terhadap Anji dan Hadi Pranoto Naik ke Tahap Penyidikan

Megapolitan
Puluhan Pengurus Rumah Ibadah di Cilincing Jalani Swab Test Massal

Puluhan Pengurus Rumah Ibadah di Cilincing Jalani Swab Test Massal

Megapolitan
HUT Ke-75 RI, Pemprov DKI Bakal Kumandangkan Lagu Indonesia Raya Serentak di Berbagai Wilayah

HUT Ke-75 RI, Pemprov DKI Bakal Kumandangkan Lagu Indonesia Raya Serentak di Berbagai Wilayah

Megapolitan
UPDATE 6 Agustus: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 15, Totalnya Kini 612

UPDATE 6 Agustus: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 15, Totalnya Kini 612

Megapolitan
Lawan Pembunuhnya, Wanita yang Tewas di Margonda Residence Dipukul Berkali-kali

Lawan Pembunuhnya, Wanita yang Tewas di Margonda Residence Dipukul Berkali-kali

Megapolitan
Santri dan ASN DKI yang Karantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Santri dan ASN DKI yang Karantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
HUT Ke-75 RI, Pemprov DKI Larang Kegiatan yang Mengundang Kerumunan Warga

HUT Ke-75 RI, Pemprov DKI Larang Kegiatan yang Mengundang Kerumunan Warga

Megapolitan
BPBD Keluarkan Peringatan Dini Hujan Disertai Angin Kencang di Jakarta

BPBD Keluarkan Peringatan Dini Hujan Disertai Angin Kencang di Jakarta

Megapolitan
Jaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, Polres Metro Tangerang Lepas 40.000 Bibit Ikan

Jaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, Polres Metro Tangerang Lepas 40.000 Bibit Ikan

Megapolitan
Ketentuan Upacara HUT Ke-75 RI di Pemkot Jakut, Jumlah Peserta hingga Paskibraka Dikurangi

Ketentuan Upacara HUT Ke-75 RI di Pemkot Jakut, Jumlah Peserta hingga Paskibraka Dikurangi

Megapolitan
Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Mengaku Terbakar Cemburu

Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Mengaku Terbakar Cemburu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X