Bocah Penderita Tumor Mata Tetap Ditolak Batik Air meski Pegang Surat Layak Terbang

Kompas.com - 11/08/2018, 16:04 WIB
Proses bagasi Batik Air di terminal baru Bandara Ahmad Yani, Semarang, Kamis (19/7/2018). KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAProses bagasi Batik Air di terminal baru Bandara Ahmad Yani, Semarang, Kamis (19/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Yuni, relawan yang mendampingi bocah penderita tumor mata, Piki Ananda, mempertanyakan sikap manajemen Batik Air yang tidak memedulikan rekomendasi medis yang diberikan dokter Balai Kesehatan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Jumat (10/8/2018).

Berdasarkan surat rekomendasi medis dokter, Piki layak terbang. Ia juga menyampaikan, Piki memeriksakan kondisi kesehatannya ke balai kesehatan itu atas saran petugas Batik Air.

"Makanya saya pertanyakan, kenapa sudah ada surat karantina, kami enggak boleh terbang," ujar Yuni saat ditemui Kompas.com di Jakarta Pusat, Jumat malam.

Baca juga: Bocah Penderita Tumor Mata Diizinkan Naik Lion Air, tapi Ditolak Batik Air


Yuni mengatakan, ia telah memberikan surat rekomendasi itu ke petugas Batik Air. Namun, petugas tetap tidak mengizinkan Piki untuk terbang.

Surat rekomendasi medis tersebut juga diambil dari tangan Yuni tanpa alasan yang jelas. Yuni berusaha memintanya, tetapi petugas enggan memberikan.

Yuni juga berusaha meminta surat pernyataan dari petugas Batik Air bahwa anak usaha Lion Air itu menolak Piki untuk terbang. Namun, permintaan itu tidak juga disanggupi.

"Harusnya ada toleransi sedikit, jangan mereka main suka-suka turunin. Saya minta bahwasannya anak ini ditolak, tetapi enggak dikasih," ujar Yuni.

Terkait kejadian itu, Corporate Communication Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro mengakui, petugasnya telah meminta agar Piki diperiksa di balai kesehatan bandara.

Baca juga: Ibu dan Anak Diturunkan dari Pesawat, Ini Penjelasan Batik Air

Petugas juga telah menerima surat kelaikan terbang dari dokter yang memeriksa Piki. Namun, karena mempertimbangkan kenyamanan penumpang lainnya, Batik Air tetap tidak bisa mengizinkan Piki untuk ikut penerbangan itu.

"Batik Air menjelaskan, berdasarkan pertimbangan faktor kenyamanan penerbangan, maka tidak bisa memberangkatkan kembali pada penerbangan berikutnya," ujar Danang melalui keterangan resmi yang diterima Kompas.com.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Rumah Semi Permanen di Serpong Hanguskan 4 Kambing dan 1 Motor

Kebakaran Rumah Semi Permanen di Serpong Hanguskan 4 Kambing dan 1 Motor

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi Permanen di Serpong Hangus Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi Permanen di Serpong Hangus Terbakar

Megapolitan
Begini Cara Mengurus Surat Tanah yang Hilang atau Rusak

Begini Cara Mengurus Surat Tanah yang Hilang atau Rusak

Megapolitan
Viral Polisi Pakai Jaket dan Helm Ojol Berhentikan Pengendara Nmax, Begini Ceritanya

Viral Polisi Pakai Jaket dan Helm Ojol Berhentikan Pengendara Nmax, Begini Ceritanya

Megapolitan
Kadisbud DKI Bersikukuh Rekomendasi Formula E di Monas dari TSP Bukan TACB

Kadisbud DKI Bersikukuh Rekomendasi Formula E di Monas dari TSP Bukan TACB

Megapolitan
Jakpro Tentukan Tipping Fee Sampah di ITF Sunter, Rp 583 Ribu Per Ton

Jakpro Tentukan Tipping Fee Sampah di ITF Sunter, Rp 583 Ribu Per Ton

Megapolitan
Pembuat Video Rekayasa Perkelahian di Thamrin: Saya Menyesal

Pembuat Video Rekayasa Perkelahian di Thamrin: Saya Menyesal

Megapolitan
Panitia Pemilihan Wagub DKI Segera Dibentuk, Ketuanya Tak Boleh dari Tiga Fraksi Ini

Panitia Pemilihan Wagub DKI Segera Dibentuk, Ketuanya Tak Boleh dari Tiga Fraksi Ini

Megapolitan
Kivlan Zen Kembali Masuk IGD karena Paru-paru Kronis, Sidang Ditunda

Kivlan Zen Kembali Masuk IGD karena Paru-paru Kronis, Sidang Ditunda

Megapolitan
Polisi Cari Begal yang Bacok Korbannya di Bintara Jaya

Polisi Cari Begal yang Bacok Korbannya di Bintara Jaya

Megapolitan
Polisi Tangkap Dua Komplotan Curanmor dalam Dua Pekan

Polisi Tangkap Dua Komplotan Curanmor dalam Dua Pekan

Megapolitan
Tinjau Lokasi Radiaksi Nuklir, Ketua DPRD Tangsel Bakal Panggil Batan dan Bapetan

Tinjau Lokasi Radiaksi Nuklir, Ketua DPRD Tangsel Bakal Panggil Batan dan Bapetan

Megapolitan
KPU Resmi Buka Pendaftaran Bakal Calon Independen Pilkada Depok

KPU Resmi Buka Pendaftaran Bakal Calon Independen Pilkada Depok

Megapolitan
Duduk Perkara Kadisbud DKI Dicecar dan Dimarahi Ketua hingga Anggota DPRD

Duduk Perkara Kadisbud DKI Dicecar dan Dimarahi Ketua hingga Anggota DPRD

Megapolitan
Ditanya Peluang Maju Lagi di Pilkada Depok, Idris: Jangan-jangan Elektabilitas Saya Rendah

Ditanya Peluang Maju Lagi di Pilkada Depok, Idris: Jangan-jangan Elektabilitas Saya Rendah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X