Kompas.com - 17/10/2018, 09:25 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta Puadi mengatakan, laporan calon anggota legislatif DPRD DKI Jakarta berkampanye di sebuah SMP Negeri di Jakarta Barat, telah naik menjadi penyidikan.

Bawaslu bersama kepolisian dan kejaksaan di Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) menemukan adanya dugaan pidana pemilu dari laporan itu.

"Sudah penyerahan berkas laporan Gakkumdu Jakarta Barat ke penyidik Polres Jakarta Barat, peningkatan status pelaporan," kata Puadi, kepada Kompas.com, Rabu (17/10/2018).

Status penyidikan ditetapkan setelah sidang pleno pada Selasa (16/10/2018). Dalam sidang itu, Gakkumdu mengumpulkan bukti-bukti permulaan serta hasil klarifikasi dari pihak-pihak yang diduga terlibat.

Baca juga: Caleg DPRD DKI Diduga Kampanye di SMP Negeri Jakarta Barat

"Memang terbukti kok. Nanti polisi memeriksa selama 14 hari," kata Puadi.

Kasus ini bermula dari laporan dari masyarakat yang menyebut seorang calon anggota DPRD DKI Jakarta menggelar kampanye di salah satu SMP Negeri di Jakarta Barat.

Calon yang juga petahana di DPRD DKI Jakarta itu diduga melibatkan aparatur sipil negara.

Berdasarkan hasil klarifikasi ke pihak-pihak yang terlibat, guru-guru di SMPN itu dikumpulkan oleh kepala sekolah. Kemudian, mereka mengikuti kampanye oleh anggota DPRD.

Ada dua pelanggaran Undang-Undang Pemilu yang kemungkinan dilakukan. Pertama, kampanye di tempat pendidikan.

Ini termaktub dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 280 Ayat 1 huruf h yang berbunyi, "Pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang: menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan".

Baca juga: Kasus Caleg Bagi-bagi Minyak di Jakut Dilimpahkan ke Polisi

Kedua, calon anggota legislatif dan kepala sekolah terancam pidana lantaran melibatkan ASN.

Larangan kampanye ini tercantum di Pasal 280 Ayat (2) huruf f berbunyi, "Pelaksana dan/atau tim kampanye dalam kegiatan kampanye Pemilu dilarang mengikutsertakan aparatur sipil negara".

Sanksi dari dua pelanggaran aturan tersebut tertuang dalam Pasal 521 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 yang berbunyi, "Setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu dengan sengaja melanggar larangan pelaksanaan kampanye pemilu pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24.000.000".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tabrak Truk yang Terparkir di Jalan TB Simatupang, Pengendara Motor Tewas

Tabrak Truk yang Terparkir di Jalan TB Simatupang, Pengendara Motor Tewas

Megapolitan
Kemensos Sebut Masih Ada 4.000 ODGJ yang Dipasung

Kemensos Sebut Masih Ada 4.000 ODGJ yang Dipasung

Megapolitan
BPBD DKI: Tembok MTsN 19 Roboh Diduga Tak Mampu Menahan Banjir

BPBD DKI: Tembok MTsN 19 Roboh Diduga Tak Mampu Menahan Banjir

Megapolitan
PT KCN yang Cemari Marunda Perbaiki Dokumen Izin agar Bisa Beroperasi Lagi

PT KCN yang Cemari Marunda Perbaiki Dokumen Izin agar Bisa Beroperasi Lagi

Megapolitan
PT Transjakarta Akui Uji Coba Sistem 'Tap In-Tap Out' Kurang Meluas

PT Transjakarta Akui Uji Coba Sistem "Tap In-Tap Out" Kurang Meluas

Megapolitan
Anies: Jangan Sampai Kejadian seperti Tembok Roboh MTsN 19 Terulang

Anies: Jangan Sampai Kejadian seperti Tembok Roboh MTsN 19 Terulang

Megapolitan
Anies Ucapkan Belasungkawa atas Tragedi Tembok Roboh MTsN 19 yang Tewaskan 3 Siswa

Anies Ucapkan Belasungkawa atas Tragedi Tembok Roboh MTsN 19 yang Tewaskan 3 Siswa

Megapolitan
Maling Bobol Kotak Amal Mushala di Tanjung Priok, Aksinya Terekam Kamera CCTV

Maling Bobol Kotak Amal Mushala di Tanjung Priok, Aksinya Terekam Kamera CCTV

Megapolitan
'Update' Korban Tewas akibat Tembok MTsN 19 Pondok Labu Roboh: 3 Tewas dan 3 Luka, Berikut Rinciannya...

"Update" Korban Tewas akibat Tembok MTsN 19 Pondok Labu Roboh: 3 Tewas dan 3 Luka, Berikut Rinciannya...

Megapolitan
Jelang Lengser, Anies Gelar Silaturahmi dengan Kapolda Metro hingga Pangdam Jaya

Jelang Lengser, Anies Gelar Silaturahmi dengan Kapolda Metro hingga Pangdam Jaya

Megapolitan
Terobos Banjir, Truk Bermuatan Es Balok Mogok di Jalan Aria Putra Ciputat

Terobos Banjir, Truk Bermuatan Es Balok Mogok di Jalan Aria Putra Ciputat

Megapolitan
Tol BSD Masih Ditutup hingga Kamis Malam Imbas Terendam Banjir 76 Cm

Tol BSD Masih Ditutup hingga Kamis Malam Imbas Terendam Banjir 76 Cm

Megapolitan
Lapak PKL dan Pangkalan Ojek Online di Jembatan Besi Ditertibkan, Pengemudi Ojol Sempat Protes

Lapak PKL dan Pangkalan Ojek Online di Jembatan Besi Ditertibkan, Pengemudi Ojol Sempat Protes

Megapolitan
BERITA FOTO: Banjir, Jalan Kemang Raya Tak Bisa Dilalui Kendaraan

BERITA FOTO: Banjir, Jalan Kemang Raya Tak Bisa Dilalui Kendaraan

Megapolitan
Kanopi Rumah di Jatinegara Roboh Usai Tersambar Petir

Kanopi Rumah di Jatinegara Roboh Usai Tersambar Petir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.