Fase-fase Mengungkap Identitas Korban Lion Air JT 610 - Kompas.com

Fase-fase Mengungkap Identitas Korban Lion Air JT 610

Kompas.com - 09/11/2018, 08:43 WIB
Petugas Basarnas menurunkan kantong jenazah dari KN SAR Sadewa di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (8/11/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Petugas Basarnas menurunkan kantong jenazah dari KN SAR Sadewa di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (8/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mengidentifikasi korban pesawat Lion Air JT 610 registrasi PK LQP, diperlukan beberapa fase yang cukup panjang.

Vice Commander Disaster Victim Identification (DVI) Polri Triawan Marsudi menjelaskan ada empat fase atau prosedur yang dipakai mengacu pada kepada standar buku interpol DVI Guideline untuk bisa mengungkap identitas para korban.

Fase pertama yakni olah tempat kejadian perkara (TKP), fase kedua postmortem, ketiga antemortem, serta fase terakhir yakni rekonsiliasi.

Baca juga: Daftar 71 Korban Lion Air JT 610 yang Telah Teridentifikasi


"Untuk kasus Lion Air ini fase pertama adalah TKP di mana, di laut. Yang main siapa? Basarnas sebagai tim evakuasi. Ideal kalau di satu tempat olah TKP itu harus ada tanda pakai nomor dan sebagainya," kata Triawan, di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Setelah dari laut, jenazah akan dibawa dan diberi label oleh tim yang siaga di darat.

Triawan mengatakan, olah TKP berperan penting untuk menentukan kecepatan dan kemudahan keberhasilan dalam mengidentifikasi korban.

"Sehingga membuat tim identifikasi di postmortem maupun di tim rekonsiliasi itu akan lebih mudah menyatakan bahwa match-nya dinyatakan sebagai individu itu lebih mudah," jelasnya.

Setelah dari TKP, jenazah memasuki fase kedua di postmortem.

Baca juga: Keluarga Korban Lion Air Diimbau Waspadai Oknum yang Mengatasnamakan DVI

Pada fase postmortem terdapat tim patologi yang memeriksa jenazah untuk mengetahui penyebab kematian, tim odontologi yang memeriksa gigi korban, tim DNA yang memeriksa DNA keluarga korban, dan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) untuk memeriksa sidik jari korban.

"Kalo yang datang dalam kondisi body part di postmortem dilihat apa yang ada. Data-data setelah yang bersangkutan meninggal itulah yang namanya data postmortem," lanjut Triawan.

Ketiga adalah fase antemortem yang menangani dan menerima data dari keluarga korban seperti identitas, data diri, jenis kelamin, properti korban, dan sebagainya.

"Proses DVI itu proses pencocokkan, ada parameter atau ukuran yang dipakai yaitu identifier primer dan sekunder," tambahnya.

Ia menjelaskan, identifier primer merupakan identifier yang tingkat keyakinan ataupun tingkat absolutnya paling tinggi. Misalnya sidik jari, gigi-gerigi, dan DNA.

Baca juga: 5 Fakta Pencarian Korban Lion Air JT 610, Dua Jasad Bayi hingga Serpihan Kokpit Diangkat

Sidik jari bisa didapat dari dokumen dan data korban seperti KTP, ijazah, dan dokumen lain.

Untuk gigi, didapat dari data catatan gigi korban semasa hidup, misalnya berobat ke dokter gigi.

Sedangkan sekunder merupakan tanda medis dan properti. Medis adalah tanda yang menempel di tubuh seperti bekas luka, bekas operasi, dan tato.

Untuk properti atau barang milik korban seperti sikat gigi dan baju terakhir yang dipakai namun belum dicuci.

"Dalam proses identifikasi prinsip kehati-hatian itu yang diutamakan. Prosedur utama adalah primer yang diutamakan primer itu yang absolut. Setelah ditanya-tanya semua pihak keluarga itu kalo bisa membawa data primer tadi. Semakin banyak semakin bagus tergantung tingkat akurasi saat rapat rekonsiliasi. Primernya harus didulukan," ungkapnya.

Baca juga: RS Polri Terima 186 Kantong Jenazah Korban Lion Air JT 610

Fase terakhir adalah rekonsiliasi, yakni pencocokan data antemortem dan postmortem.

"Di sidang kami nyatakan, setiap sore dilakukan. Dari postmortem bawa data, antemortem bawa data. Masuk proses matching direkonsiliasi," kata dia.

Triawan mengungkapkan, rekonsiliasi bukan sekadar pencocokkan. Misal yang dipakai adalah DNA, maka DNA dari antemortem diproses dan diambil sampel.

Kemudian DNA dari postmortem juga diambil, diolah dan dicocokkan.

"Secara enggak langsung di DNA sudah proses rekon dulu tapi disahkan di sidang rekonsiliasi. Setelah itu baru dirilis," tutupnya.

Setelah semua fase dilalui, korban baru bisa diidentifikasi dan diungkap identitasnya, baik keluarga maupun ke publik.

Hingga Jumat (9/11/2018) pagi, tercatat sudah ada 71 korban yang berhasil diidentifikasi dari total 189 korban.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Nobar Debat Capres di Surabaya, Timses Jokowi Sewa Gedung, Timses Prabowo Bakar Ikan

Nobar Debat Capres di Surabaya, Timses Jokowi Sewa Gedung, Timses Prabowo Bakar Ikan

Regional
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Angin Puting Beliung di Sulsel

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Angin Puting Beliung di Sulsel

Regional
Dinas LH DKI Gandeng Polisi Cari Pembuang Limbah di Marunda

Dinas LH DKI Gandeng Polisi Cari Pembuang Limbah di Marunda

Megapolitan
Pasca-bentrokan dengan Pedagang, Satpol PP Amankan Tanah Abang Bersama Polisi

Pasca-bentrokan dengan Pedagang, Satpol PP Amankan Tanah Abang Bersama Polisi

Megapolitan
Sosok Ira Koesno, Kontroversi Era Reformasi hingga Debat Perdana dalam Sejarah

Sosok Ira Koesno, Kontroversi Era Reformasi hingga Debat Perdana dalam Sejarah

Nasional
Jalani Tes Urine Terkait Penangkapan Asistennya, Ivan Gunawan Negatif Narkoba

Jalani Tes Urine Terkait Penangkapan Asistennya, Ivan Gunawan Negatif Narkoba

Megapolitan
Tim Prabowo-Sandiaga Nilai Hasil Survei Jokowi Tak Sejalan dengan Kenyataan

Tim Prabowo-Sandiaga Nilai Hasil Survei Jokowi Tak Sejalan dengan Kenyataan

Nasional
Kamis Malam, Wapres Kalla Gelar Nobar Debat Pilpres di Rumah Dinas

Kamis Malam, Wapres Kalla Gelar Nobar Debat Pilpres di Rumah Dinas

Nasional
Ahmad Dhani dan Barang Bukti Kasus Vlog Idiot Diserahkan Polisi ke Kejaksaan

Ahmad Dhani dan Barang Bukti Kasus Vlog Idiot Diserahkan Polisi ke Kejaksaan

Regional
Dua Buronan Perampok Spesialis Rumah Kosong di Depok Ditangkap

Dua Buronan Perampok Spesialis Rumah Kosong di Depok Ditangkap

Megapolitan
Dapat Undangan, SBY Pilih Nonton Debat Pertama Pilpres di Rumah

Dapat Undangan, SBY Pilih Nonton Debat Pertama Pilpres di Rumah

Nasional
Ada Kegiatan, Waketum PSSI Joko Driyono Tak Penuhi Panggilan Satgas Antimafia Bola

Ada Kegiatan, Waketum PSSI Joko Driyono Tak Penuhi Panggilan Satgas Antimafia Bola

Nasional
Jelang Debat Perdana, Ma'ruf Amin Bilang 'Sudah Mantaplah'

Jelang Debat Perdana, Ma'ruf Amin Bilang "Sudah Mantaplah"

Nasional
Otoritas Australia Tahan 7 Warga Malaysia Usai Gerebek Sebuah Rumah

Otoritas Australia Tahan 7 Warga Malaysia Usai Gerebek Sebuah Rumah

Internasional
Bupati Instruksikan Anak Gizi Buruk Akut Dibawa ke Rumah Sakit

Bupati Instruksikan Anak Gizi Buruk Akut Dibawa ke Rumah Sakit

Regional

Close Ads X