CIP Tewas di Kos Mampang, Polisi Akan Periksa Aplikator Transportasi "Online"

Kompas.com - 24/11/2018, 11:53 WIB
Kedua tersangka yakni YAP (24) dan R (17) dihadirkan dalam proses rekonstruksi. Proses rekonstruksi digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Mampang Prapatan VIII, Jakarta Selatan, Jumat (23/11/2018). KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELAKedua tersangka yakni YAP (24) dan R (17) dihadirkan dalam proses rekonstruksi. Proses rekonstruksi digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Mampang Prapatan VIII, Jakarta Selatan, Jumat (23/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah perusahaan aplikasi transportasi online akan diperiksa terkait kasus CIP yang ditemukan tewas dalam lemari sebuah kamar kos di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan, perusahaan tersebut diperiksa untuk melacak jejak perjalanan CIP dan salah satu tersangka, NR.

"Kami mencoba memanggil beberapa saksi, termasuk beberapa ada perusahaan aplikator juga karena mereka selama ini menggunakan jasa transportasi umum salah satu aplikator," kata Indra di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (24/11/2018).

Baca juga: Percekcokan Berujung Tewasnya CIP di Dalam Lemari Indekos...

Indra menuturkan, polisi memerlukan keterangan dari pihak aplikator karena NR mengaku tidak mengetahui lokasi tempat hiburan yang dikunjunginya bersama CIP pada Sabtu (17/11/2018) malam.

Ia menambahkan, CIP dan NR juga diketahui keluar bersama pada Jumat (16/11/2018).

Namun, destinasi tujuan mereka juga belum diketahui.

Baca juga: Sakit Hati dan Uang Tip Kurang, Alasan Yustian dan NR Bunuh CIP...

"Karena pelaku belum mengaku, kami coba cari alat-alat bukti yang ada. Kemudian kami coba cocokkan dengan kendaraan umum yang digunakan mereka," ujar Indra.

Jenazah CIP ditemukan di dalam lemari di kamar kosnya di Mampang Prapatan VIII, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2018).

Polisi telah menetapkan dua tersangka, pasangan kekasih YAP dan NR.

Baca juga: Sebelum Membunuh, Yustian dan NR Tinggal di Indekos CIP Seminggu

Setelah membunuh korban, kedua tersangka berusaha melarikan diri ke Padang, Sumatera Barat.

Namun, polisi berhasil menangkap keduanya di daerah Merangin, Jambi, Selasa malam. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD Minta Kasus Hepatitis A di SMPN 20 Depok Ditangani Serius

Ketua DPRD Minta Kasus Hepatitis A di SMPN 20 Depok Ditangani Serius

Megapolitan
Rekonstruksi Penyiraman Air Keras di Jakbar Jadi Tontonan Warga

Rekonstruksi Penyiraman Air Keras di Jakbar Jadi Tontonan Warga

Megapolitan
Sering Diberitakan karena Gugatan Orangtua Murid, SMA Kolese Gonzaga: Itu Iklan Gratis

Sering Diberitakan karena Gugatan Orangtua Murid, SMA Kolese Gonzaga: Itu Iklan Gratis

Megapolitan
Malam Tahun Baru, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 02.00 WIB

Malam Tahun Baru, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 02.00 WIB

Megapolitan
Kusni Kasdut Penjahat yang Fenomenal: Tobat Setelah Empat Vonis Hakim (4)

Kusni Kasdut Penjahat yang Fenomenal: Tobat Setelah Empat Vonis Hakim (4)

Megapolitan
Kapasitas Jakarta International Stadium 82.000 Penonton

Kapasitas Jakarta International Stadium 82.000 Penonton

Megapolitan
PT KAI Beri Kompensasi atas Keterlambatan Kereta Api Antarkota

PT KAI Beri Kompensasi atas Keterlambatan Kereta Api Antarkota

Megapolitan
Jalani Adegan Rekonstruksi, Begini Cara Tersangka Siram Korban dengan Air Keras

Jalani Adegan Rekonstruksi, Begini Cara Tersangka Siram Korban dengan Air Keras

Megapolitan
Mengenal Dua Jenis Marka di Jalur Sepeda

Mengenal Dua Jenis Marka di Jalur Sepeda

Megapolitan
Sejumlah Rumah di Tangsel Retak, Warga Diminta Mengungsi

Sejumlah Rumah di Tangsel Retak, Warga Diminta Mengungsi

Megapolitan
BPBD Tangsel Buat Serapan Air untuk Cegah Longsor karena Pergeseran Tanah

BPBD Tangsel Buat Serapan Air untuk Cegah Longsor karena Pergeseran Tanah

Megapolitan
Ditegur karena Tak Sopan, Anggota Ormas Pukuli Kuli Bangunan di Pondok Aren

Ditegur karena Tak Sopan, Anggota Ormas Pukuli Kuli Bangunan di Pondok Aren

Megapolitan
Orangtua Ungkap Alasan Mau Berdamai dengan SMA Gonzaga Terkait Murid Tinggal Kelas

Orangtua Ungkap Alasan Mau Berdamai dengan SMA Gonzaga Terkait Murid Tinggal Kelas

Megapolitan
Ini Tiga Poin Kesepakatan Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid

Ini Tiga Poin Kesepakatan Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid

Megapolitan
Diduga Bobol ATM, 10 Oknum Satpol PP Resmi Dipecat

Diduga Bobol ATM, 10 Oknum Satpol PP Resmi Dipecat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X