Banyak PMD Tahun 2019 untuk BUMD Dipangkas, Ini Respons Anies

Kompas.com - 29/11/2018, 05:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka torch relay atau kirab obor Asian Games 2018 hari terakhir yang berada di Monas, Jakarta Pusat pada Sabtu (18/8/2018). RIMA WAHYUNINGRUMGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka torch relay atau kirab obor Asian Games 2018 hari terakhir yang berada di Monas, Jakarta Pusat pada Sabtu (18/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meyakini dipangkasnya penyertaan modal daerah ( PMD) untuk sejumlah BUMD oleh DPRD DKI Jakarta belum final.

Ia yakin jajarannya bisa mempersuasi anggota dewan untuk meloloskan anggaran sesuai yang diharapkannya.

"Intinya tidak ada hal yang tidak bisa dibicarakan. Meski ada perbedaan, tapi kalau dibicarakan baik-baik akan ada solusi jalan tengahnya," kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Baca juga: Triliunan PMD untuk BUMD DKI yang Menyusut di Tangan Anggota DPRD...

Anies mencontohkan keinginannya membangun Stadion BMW lewat PT Jakarta Propertindo yang akhirnya disetujui, kendati sebelumnya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi ngotot pembangunan stadion dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga.

"Saya bersyukur ini sudah disepakati, dan tinggal satu lagi besok pada PMD-nya," kata dia.

Menurut Anies, perbedaan pandangan ini proses politik yang biasa terjadi. Anies meyakini pada akhirnya, baik ia maupun anggota dewan bakal memutuskan yang terbaik untuk kepentingan rakyat Jakarta.

"Dalam proses pengambilan keputusan ada persuasi dan ada diskusi, dan itulah proses politik," kata dia.

Baca juga: Setujui PMD Rp 400 Miliar, DPRD DKI Akan Awasi Jakpro Bangun Stadion BMW

Sebelumnya, PMD untuk tiga BUMD dipangkas jauh dari yang direncanakan.

PT Jakarta Propertindo yang mengajukan PMD Rp 3,2 triliun dipangkas oleh Badan Anggaran DPRD DKI menjadi hanya Rp 700 miliar. Padahal, Jakpro mengemban tugas dari Anies untuk membangun stadion, merevitalisasi Taman Ismail Marzuki, membangun rusun DP 0, hingga membeli lahan eks Kedubes Inggris.

Sama seperti Jakpro, PD Pembangunan Sarana Jaya yang juga ditugasi membangun rumah DP 0 hingga mengembangkan Sentra Primer Tanah Abang juga dipangkas modal yang diajukan dari Rp 5,9 triliun menjadi Rp 1,2 triliun.

Baca juga: Dari Rp 3,2 Triliun, PMD untuk Jakpro Dipangkas Jadi Rp 700 Miliar

Begitu pula PAM Jaya yang ditugaskan mengekspansi layanan air bersih untuk 90.000 pelanggan baru di Jakarta, dipangkas permintaan modalnya dari Rp 1,2 triliun menjadi hanya Rp 385 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Sidang Lanjutan John Kei, Nus Kei: Ini Kan Kepentingan Saya

Hadiri Sidang Lanjutan John Kei, Nus Kei: Ini Kan Kepentingan Saya

Megapolitan
Cegah Penyebaran Covid-19 di Kalibata City, Apartemen Tangguh Jaya Dibentuk

Cegah Penyebaran Covid-19 di Kalibata City, Apartemen Tangguh Jaya Dibentuk

Megapolitan
Pembegal Pesepeda di Jalan Latumenten Jakbar Diduga Lebih dari 2 Orang

Pembegal Pesepeda di Jalan Latumenten Jakbar Diduga Lebih dari 2 Orang

Megapolitan
Dua Pembegal Pesepeda di Jalan Latumenten Jakbar Ditangkap Polisi

Dua Pembegal Pesepeda di Jalan Latumenten Jakbar Ditangkap Polisi

Megapolitan
BP2MI Pulangkan Pekerja Migran yang Koma karena Strok dari Taiwan

BP2MI Pulangkan Pekerja Migran yang Koma karena Strok dari Taiwan

Megapolitan
Nekat Buka Selama PPKM, Kolam Renang hingga Tempat Fitnes di Kota Tangerang Ditutup

Nekat Buka Selama PPKM, Kolam Renang hingga Tempat Fitnes di Kota Tangerang Ditutup

Megapolitan
Wagub DKI Klaim Penanganan Covid-19 di Jakarta Cukup Baik sehingga Angka Kematian Turun, Ini Faktanya

Wagub DKI Klaim Penanganan Covid-19 di Jakarta Cukup Baik sehingga Angka Kematian Turun, Ini Faktanya

Megapolitan
Update Covid-19 di Kota Tangerang: Ada 72 Kasus Baru, Totalnya 5.793

Update Covid-19 di Kota Tangerang: Ada 72 Kasus Baru, Totalnya 5.793

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Siapkan 6 Lokasi Baru untuk Tampung Jenazah Pasien Covid-19

Pemprov DKI Jakarta Siapkan 6 Lokasi Baru untuk Tampung Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
IDI Tangsel Sebut Proses Penambahan Kapasitas Rumah Lawan Covid-19 Harus Dikebut

IDI Tangsel Sebut Proses Penambahan Kapasitas Rumah Lawan Covid-19 Harus Dikebut

Megapolitan
Kisah Penyintas Covid-19, Kehilangan Kakak hingga Puji Syukur Bisa Bernapas

Kisah Penyintas Covid-19, Kehilangan Kakak hingga Puji Syukur Bisa Bernapas

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Ada 1.836 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 22.301 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 27 Januari: Ada 1.836 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 22.301 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 2 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Januari: Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Dinkes DKI Temukan 592 Klaster Keluarga Pascalibur Natal-Tahun Baru, 1.265 Orang Positif Covid-19

Dinkes DKI Temukan 592 Klaster Keluarga Pascalibur Natal-Tahun Baru, 1.265 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Alat Medis Belum Ada, Pemanfaatan RSU Pakulonan Tangsel untuk Pasien Covid-19 Molor hingga Februari

Alat Medis Belum Ada, Pemanfaatan RSU Pakulonan Tangsel untuk Pasien Covid-19 Molor hingga Februari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X