Kompas.com - 30/11/2018, 17:14 WIB
Tampak Bus Transpatriot tiba di Halte bus, Jalan Ir. Juanda tepatnya di depan kantor Pemerintah Kota Bekasi, Senin (26/11/2018). KOMPAS.com/-DEAN PAHREVITampak Bus Transpatriot tiba di Halte bus, Jalan Ir. Juanda tepatnya di depan kantor Pemerintah Kota Bekasi, Senin (26/11/2018).

BEKASI, KOMPAS.com - Kepala Divisi Transpatriot pada Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) Kota Bekasi Nirwan Fauzi mengatakan, pada operasionalnya bus transpatriot kerap bersinggungan dengan pengemudi angkutan umum lainnya saat tiba di halte untuk menaiki atau menurunkan penumpang.

"Ada beberapa titik yang rawan ya, terutama penyebabnya lokasinya itu di (tempat) pas (angkot) ngetem. Jadi kalau ngetem itu kan banyak kumpulan sopir-sopir gitu ya, kami juga harus berhati-hati. Jangan sampai ada ketersinggungan," kata Nirwan kepada Kompas.com, Jumat (30/11/2018).

Baca juga: Jumlah Penumpang Bus Transpatriot Bekasi Terus Meningkat

Nirwan menambahkan, bus transpatriot kerap bersinggungan dengan angkutan umum lainnya di halte Stasiun Kranji, Stasiun Bekasi, dan Rawa Panjang.

Pantauan Kompas.com saat menaiki bus transpatriot, sesekali kondektur bus tidak turun saat tiba di halte yang banyak angkutan umum lain ngetem. Kalau pun turun, hanya untuk menginfokan tujuan bus transpatriot, dan kondektur hanya turun sebentar lalu naik lagi ke dalam bus.

"Betul ada (singgungan dengan angkutan umum), tapi tidak sampai gimana lah, celetukan-celetukan saja, tapi itu ringan. Bukan ditujukan ke mana gitu, mereka cuma bilang 'Ayo naik bus gratis,' nah itu kan ditujukan ke siapa gitu," ujar Nirwan.

Baca juga: Fakta-Fakta Pengoperasian Bus Transpatriot Bekasi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Humas PDMP Iqbal Daut mengatakan, pihaknya sudah menghubungi pengusaha angkutan umum yang sebelumnya beroperasi secara regional.

Hal itu dilakukan PDMP sebab angkutan umum pasti bersinggungan dengan layanan bus transpatriot saat beroperasi.

"Alhamdulillah (bus transpatriot) mendapat dukungan dari mereka (pengusaha angkutan umum), mereka menyadari kan mereka angkutan reguler yang sifatnya beroperasi secara regional. Kalau transpatriot kan hanya di halte saja berhentinya," ujar Iqbal.

Layanan bus transpatriot telah resmi beroperasi sejak Senin (26/11/2018) lalu. Dalam masa uji coba operasi ini, tarif bus transpatriot digratiskan selama sepekan.

Baca juga: Halte Bus Transpatriot Masih Ada yang Rusak

Sebanyak sembilan bus dikerahkan untuk melayani dua rute, yakni rute Terminal Bekasi-Harapan Indah dan rute Harapan Indah-Terminal Bekasi.

Sebanyak 34 halte yang tersebar di dua rute itu menjadi tempat pemberhentian bus transpatriot.

Ada 21 halte di rute Terminal Bekasi-Harapan Indah dan 13 halte sepanjang rute Harapan Indah-Terminal Bekasi. Transpatriot beroperasi setiap hari dari pukul 05.00 hingga pukul 21.00 WIB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Tangsel Klaim Belum Ada Kasus Covid-19 Selama Sekolah Tatap Muka

Pemkot Tangsel Klaim Belum Ada Kasus Covid-19 Selama Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
UPDATE 25 Oktober: Tambah 6 Kasus Covid-19 di Tangsel, 98 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 25 Oktober: Tambah 6 Kasus Covid-19 di Tangsel, 98 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Diduga Terlibat Jaringan Internasional

Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Diduga Terlibat Jaringan Internasional

Megapolitan
Disdik Tangsel Sebut Vaksinasi Covid-19 Pelajar Tingkat SMP Sudah 100 Persen

Disdik Tangsel Sebut Vaksinasi Covid-19 Pelajar Tingkat SMP Sudah 100 Persen

Megapolitan
Bocah 13 Tahun di Kembangan Diperkosa 4 Kali hingga Hamil

Bocah 13 Tahun di Kembangan Diperkosa 4 Kali hingga Hamil

Megapolitan
Anies Ceritakan Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, Ada yang Harus Dioperasi

Anies Ceritakan Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, Ada yang Harus Dioperasi

Megapolitan
Anies Minta Investigasi Kecelakaan Maut Transjakarta, Tak Ingin Terulang Lagi

Anies Minta Investigasi Kecelakaan Maut Transjakarta, Tak Ingin Terulang Lagi

Megapolitan
DPRD Depok Godok 4 Raperda Baru, Salah Satunya Tentang Pesantren

DPRD Depok Godok 4 Raperda Baru, Salah Satunya Tentang Pesantren

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bakal Izinkan Kantin Sekolah Beroperasi Saat PTM Terbatas

Pemkot Tangsel Bakal Izinkan Kantin Sekolah Beroperasi Saat PTM Terbatas

Megapolitan
Anies: Seluruh Biaya Pengobatan Korban Kecelakatan Bus Transjakarta Akan Ditanggung

Anies: Seluruh Biaya Pengobatan Korban Kecelakatan Bus Transjakarta Akan Ditanggung

Megapolitan
Kamar Kos Penagih Pinjol Ilegal Digerebek, Polisi: Korban Pinjam Rp 1 Juta, Bayar Rp 2 Juta, Ditagih Rp 20 Juta

Kamar Kos Penagih Pinjol Ilegal Digerebek, Polisi: Korban Pinjam Rp 1 Juta, Bayar Rp 2 Juta, Ditagih Rp 20 Juta

Megapolitan
Polisi Gerebek Kos-kosan Tempat Penagih Pinjol Ilegal Bekerja, 4 Orang Ditangkap

Polisi Gerebek Kos-kosan Tempat Penagih Pinjol Ilegal Bekerja, 4 Orang Ditangkap

Megapolitan
Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Pakai Identitas Istri dan Adik Ipar Saat Beraksi

Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Pakai Identitas Istri dan Adik Ipar Saat Beraksi

Megapolitan
Penipuan Modus Jual Black Dollar, Seorang WN Nigeria Buron

Penipuan Modus Jual Black Dollar, Seorang WN Nigeria Buron

Megapolitan
Masinis LRT yang Terlibat Kecelakaan di Jakarta Timur Alami Trauma

Masinis LRT yang Terlibat Kecelakaan di Jakarta Timur Alami Trauma

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.