Anggota Polres Depok Bripka Matheus Diduga Bunuh Diri, Ini Kata Polisi

Kompas.com - 03/01/2019, 16:40 WIB
Polisi lakukan olah tkp lanjutan di TPU Mutiara,  Pancoran Mas,  Depok,  Kamis (3/01/2019). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVAPolisi lakukan olah tkp lanjutan di TPU Mutiara, Pancoran Mas, Depok, Kamis (3/01/2019).

DEPOK, KOMPAS.com - Polisi belum bisa memastikan apakah kematian anggota Polresta Depok bernama Bripka Matheus sebagai bentuk bunuh diri atau tidak.

Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan secara menyeluruh sebelum menyatakan kesimpulan kasus tersebut. 

Baca juga: Anggota Polres Depok yang Tertembak di Kepala Kirim Pesan Ini Sebelum Tewas

"Tentunya nanti akan kami sampaikan setelah semua hasil Puslabfor sudah selesai. Hasil autopsi selesai, nanti akan kami sampaikan ke publik," kata Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto saat olah TKP lanjutan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mutiara di Pancoran Mas, Depok, Kamis (3/1/2019). 


Didik mengatakan, pihaknya juga masih mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk menarik kesimpulan penyebab kematian Bripka Matheus.

Didik menyebutkan, sejumlah bukti dan fakta sudah dikumpulkan pihaknya dari penyelidikan sementara ini.

Bukti dan fakta yang dimaksud yaitu hasil analisa tim labfor, 13 orang saksi yang telah dimintai keterangan, temuan mesiu di tangan kanan korban, senjata milik Matheus yang ditemukan di TKP, serta luka tembak yang posisinya ada di kening kanan menembus ke arah atas.

Baca juga: Kenangan Keluarga terhadap Bripka Matheus, Anggota Polres Depok yang Tewas Tertembak

"Hasil ini akan dianalisa ditambah dengan hasil olah TKP lanjutan terkait posisi tubuh korban sebelum ditemukan tergeletak. Nah nanti akan kami gabungkan dengan labfor dan hasil dari rumah sakit, dari autopsi korban," ucap Didik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bom Katapel, Monyet, dan Abdul Basith pada Upaya Penggagalan Pelantikan Presiden

Bom Katapel, Monyet, dan Abdul Basith pada Upaya Penggagalan Pelantikan Presiden

Megapolitan
Fraksi Gerindra DKI Pastikan Sandiaga Tak Akan Jadi Wagub DKI Lagi

Fraksi Gerindra DKI Pastikan Sandiaga Tak Akan Jadi Wagub DKI Lagi

Megapolitan
[POPULER MEGAPOLITAN]: Tak Punya Anggaran untuk Ganti Foto Presiden dan Wakil Presiden I Beli Undangan Pelantikan Presiden agar Dinilai Terpandang

[POPULER MEGAPOLITAN]: Tak Punya Anggaran untuk Ganti Foto Presiden dan Wakil Presiden I Beli Undangan Pelantikan Presiden agar Dinilai Terpandang

Megapolitan
Saat Puluhan Slankers Terlunta Usai Nonton Konser Pelantikan Jokowi

Saat Puluhan Slankers Terlunta Usai Nonton Konser Pelantikan Jokowi

Megapolitan
Duduk Soal Klaim Penggelapan Dana Koperasi Pegawai Pos Indonesia Cabang Bekasi

Duduk Soal Klaim Penggelapan Dana Koperasi Pegawai Pos Indonesia Cabang Bekasi

Megapolitan
BMKG: Suhu di Jakarta Hari Ini Dipredikisi Capai 35 Derajat Celcius

BMKG: Suhu di Jakarta Hari Ini Dipredikisi Capai 35 Derajat Celcius

Megapolitan
Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk, DKI Ingatkan Kabel Udara Harus Ditertibkan

Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk, DKI Ingatkan Kabel Udara Harus Ditertibkan

Megapolitan
F-Gerindra Minta Ketua DPRD DKI Dorong Digelarnya Rapimgab Pemilihan Wagub

F-Gerindra Minta Ketua DPRD DKI Dorong Digelarnya Rapimgab Pemilihan Wagub

Megapolitan
IRT Jadi Penyandang Dana Kelompok Peluru Katapel untuk Gagalkan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

IRT Jadi Penyandang Dana Kelompok Peluru Katapel untuk Gagalkan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
Besok, Pembahasan APBD DKI 2020 Akan Dimulai di Masing-masing Komisi

Besok, Pembahasan APBD DKI 2020 Akan Dimulai di Masing-masing Komisi

Megapolitan
Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Ditanggapi Pesimistis Jurnalis

Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Ditanggapi Pesimistis Jurnalis

Megapolitan
NP, Ibu yang Bunuh Anaknya di Kebon Jeruk Dikenal sebagai Sosok Tertutup

NP, Ibu yang Bunuh Anaknya di Kebon Jeruk Dikenal sebagai Sosok Tertutup

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan 4 Desain Penataan Trotoar

Pemprov DKI Siapkan 4 Desain Penataan Trotoar

Megapolitan
52 Rumah di Bidara Cina Terbakar

52 Rumah di Bidara Cina Terbakar

Megapolitan
Jadi Ajudan Ma'ruf, Kombes Sabilul Dikenal sebagai Polisi Santri yang Dekat dengan Warga

Jadi Ajudan Ma'ruf, Kombes Sabilul Dikenal sebagai Polisi Santri yang Dekat dengan Warga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X