Depo LRT di Kelapa Gading Akan Terintegrasi Area Komersil

Kompas.com - 10/01/2019, 18:01 WIB
Direktur Utama PT LRT Jakarta  Allan Tandiono saat pemaparan  terkait   kesiapan operasi dan pelayanan LRT Jakarta, di Gedung Thamrin City, Jakarta Pusat,  Rabu (19/12/2018).KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono saat pemaparan terkait kesiapan operasi dan pelayanan LRT Jakarta, di Gedung Thamrin City, Jakarta Pusat, Rabu (19/12/2018).

JAKARTA,  KOMPAS.com - Depo light rail transit ( LRT) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, akan dikembangkan dengan konsep transit oriented development (TOD).

Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono mengatakan, area residensial dan komersial akan dibangun di atas depo yang beralamat di Jalan Pegangsaan Dua tersebut.

"Enggak tahu, ini 5 in 1 atau 6 in 1. Mau belanja ada, mau tidur ada, mau mandi ada, mau naik kereta ada, mau naik bus ada," kata Allan di Depo LRT Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/1/2019).

Baca juga: 20 Pegawai LRT Belajar Pelayanan Konsumen di Transjakarta

Allan menuturkan, stasiun LRT juga akan ditempatkan di area depo LRT.

Selain itu, pihaknya juga akan menyediakan fasilitas bus ulang-alik bagi warga yang ingin menyambagi kawasan depo LRT.

"Nanti akan ada bus yang keliling di Kelapa Gading supaya naik kereta di sini. Terus, kalau yang tinggal di sini nyaman banget, buka pintu rumah, naik lift turun, langsung ke stasiun," ujar Allan.

Baca juga: LRT Jakarta dan Busway Akan Terintegrasi di Perintis Kemerdekaan

Namun, area residensial dan komersial itu belum bisa dibangun dalam waktu dekat.

Sebab, pembangunan baru bisa dimulai setelah mendapat izin dari Gubernur DKI Jakarta.

Allan menyebut, hal itu bukan masalah. Ia mengatakan, depo LRT sudah dirancang supaya dapat dibangun di kemudian hari tanpa mengganggu bangunan eksisting.

Baca juga: Ditargetkan Beroperasi Februari, Harga Tiket LRT Jakarta Belum Final

"Kontraktor sudah menyiapkan pondasi untuk gedung di atasnya. Jadi, pada saat pembangunan gedung di atas itu tidak mengganggu operasional LRT, karena sudah ada beton-betonnya," kata Allan.

LRT Jakarta ditargetkan dapat beroperasi pada Februari 2019.

Saat ini, progres pembangunan proyek LRT Jakarta telah mencapai angka 97 persen.



Terkini Lainnya

Satu Rumah di Komplek Kodam Terbakar

Satu Rumah di Komplek Kodam Terbakar

Megapolitan
Warga Jakarta, CFD Kembali Digelar Minggu Pagi Ini!

Warga Jakarta, CFD Kembali Digelar Minggu Pagi Ini!

Megapolitan
7 Fakta Pengemudi BMW Todongkan Pistol Saat Terjebak Macet di Gambir

7 Fakta Pengemudi BMW Todongkan Pistol Saat Terjebak Macet di Gambir

Megapolitan
Sebuah Rumah di Kemayoran Dilalap Si Jago Merah, 1 Orang Meninggal

Sebuah Rumah di Kemayoran Dilalap Si Jago Merah, 1 Orang Meninggal

Megapolitan
Sudinhub Jakpus Pastikan Lokasi Pengendara BMW yang Todongkan Pistol di Gambir adalah Satu Arah

Sudinhub Jakpus Pastikan Lokasi Pengendara BMW yang Todongkan Pistol di Gambir adalah Satu Arah

Megapolitan
Revitalisasi Trotoar Cikini-Kramat Ditargetkan Rampung Desember 2019

Revitalisasi Trotoar Cikini-Kramat Ditargetkan Rampung Desember 2019

Megapolitan
Bisa Curi Tujuh Motor Sehari, Komplotan Ini Jual Motor Curian Seharga Rp 2 Juta

Bisa Curi Tujuh Motor Sehari, Komplotan Ini Jual Motor Curian Seharga Rp 2 Juta

Megapolitan
Setahun Beroperasi, Komplotan Curanmor Ini Gondol 100-an Motor di Bekasi dan Jaktim

Setahun Beroperasi, Komplotan Curanmor Ini Gondol 100-an Motor di Bekasi dan Jaktim

Megapolitan
Polisi Ringkus Komplotan Curanmor Bekasi dan Jaktim Asal Lampung, Pimpinannya Tewas Didor

Polisi Ringkus Komplotan Curanmor Bekasi dan Jaktim Asal Lampung, Pimpinannya Tewas Didor

Megapolitan
Andi Wibowo, Pengemudi BMW yang Todongkan Pistol di Gambir adalah Seorang Direktur

Andi Wibowo, Pengemudi BMW yang Todongkan Pistol di Gambir adalah Seorang Direktur

Megapolitan
 Sambil Menangis, Pengemudi BMW yang Todongkan Pistol di Gambir Mengaku Salah dan Minta Maaf

Sambil Menangis, Pengemudi BMW yang Todongkan Pistol di Gambir Mengaku Salah dan Minta Maaf

Megapolitan
Kivlan Zen Diperiksa Terkait Uang 15.000 Dolar Singapura dari Habil Marati

Kivlan Zen Diperiksa Terkait Uang 15.000 Dolar Singapura dari Habil Marati

Megapolitan
Pengemudi BMW Todongkan Pistol di Gambir karena Tersulut Emosi

Pengemudi BMW Todongkan Pistol di Gambir karena Tersulut Emosi

Megapolitan
Komplotan Bersenjata Api di Tangerang Rampok Emas Senilai Rp 1,6 M, Aksinya Terekam CCTV

Komplotan Bersenjata Api di Tangerang Rampok Emas Senilai Rp 1,6 M, Aksinya Terekam CCTV

Megapolitan
Ini Kronologi Pengendara BMW Keluarkan Pistol Saat Macet di Gambir

Ini Kronologi Pengendara BMW Keluarkan Pistol Saat Macet di Gambir

Megapolitan

Close Ads X