Disdik dan Sekolah di Depok Sambut Baik Penghapusan SKTM Saat PPBD

Kompas.com - 16/01/2019, 13:20 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Muhammad dalam konferensi pers Permendikbud No. 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019. Dok. Kompas.comMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Muhammad dalam konferensi pers Permendikbud No. 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.

DEPOK, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Kota Depok dan sejumlah sekolah di daerah itu menyambut baik penghapusan Surat Keterangan Tidak Mampu ( SKTM) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020.

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Dinas Pendidikan Kota Depok Yusuf mengatakan, pihaknya setuju dengan aturan yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy itu.

“Ya pasti diikuti kebijakan dari Mendikbud bagaiamana nantinya, untuk poin-poin aturan dan syarat pendaftaran PPDB masih dalam perbincangan internal kami berubahnya akan seperti apa,” kata Yusuf di Balai Kota Depok, Rabu (16/1/2018).

Baca juga: Bupati Kendal Dukung Pemerintah Menghapus SKTM untuk PPDB 2019

Yusuf mengakui ada plus minus SKTM dihapus dalam penerimaan perserta didik. Menurut dia, jika SKTM dihapuskan, persaingan siswa dalam sistem zonasi PPDB online akan semakin ketat.

“Semakin ketat karena kan yang biasanya gunakan SKTM sekarang pastinya akan beralih ke online. Zonasi dan nilai siswa pastinya sangat berpengaruh,” ucap Yusuf.

Ia mengatakan, pihaknya berencana gunakan GPS (global positioning system) dalam menentukan zonasi. Sebelumnya zonasi dilihat dari kelurahan tempat tinggal siswa untuk menentukan jarak dengan sekolah.

“Ada wacana akan menerapkan sistem GPS di SMP ya. Namun masih dalam kajian. Tahun lalu ini efektif di gunakan SMA,” kata Yusuf.

Ia menjelaskan, dengan menggunakan GPS nantinya akurasi jarak tempat tinggal dengan sekolah akan semakin tinggi.

“Kadang kan ada ya, dia ini rumahnya berseberangan dengan kelurahan Cimanggis, tapi dia kelurahannya bukan Cimanggis, malah Kelurahan Tapos.... Nah ini yang dihindari, makanya pakai GPS,” kata Yusuf.

Sejumlah sekolah di Depok juga menyambut baik SKTM dihapuskan dari syarat PPDB online.

Kepala Sekolah SMP Negeri 26, Anthony misalnya mengatakan, dia setuju dengan aturan tersebut. Ia mengatakan, seringkali SKTM disalahgunakan.

“Setuju dengan penghapusan SKTM sebab SKTM sering disalahgunakan, banyak yang tiba-tiba miskin menjelang pendaftaran PPDB,” kata Anthony.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sebelumnya mengatakan, siswa tak mampu tidak perlu lagi menggunakan SKTM dalam PPDB tahun ajaran 2019/2020.

"Untuk siswa tidak mampu tidak perlu menggunakan SKTM, cukup dengan menunjukkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi yang melanjutkan sekolah, atau menunjukkan kartu Program Keluarga Harapan (PKH)," ujar Mendikbud di Jakarta, Selasa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[VIDEO] Melihat Banjir Jalan Yos Sudarso dari Atas Tol Wiyoto Wiyono

[VIDEO] Melihat Banjir Jalan Yos Sudarso dari Atas Tol Wiyoto Wiyono

Megapolitan
Jalan Yos Sudarso Masih Banjir Setinggi 50 cm, Pengendara Motor Masuk Tol

Jalan Yos Sudarso Masih Banjir Setinggi 50 cm, Pengendara Motor Masuk Tol

Megapolitan
Langit Sudah Biru, Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Masih Banjir

Langit Sudah Biru, Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Masih Banjir

Megapolitan
Kronologi Banjir di RSCM, Rendam Alat Kesehatan hingga Ruang Radioterapi

Kronologi Banjir di RSCM, Rendam Alat Kesehatan hingga Ruang Radioterapi

Megapolitan
Banjir Kampung Melayu Mulai Surut, Warga Tetap Ingin di Pengungsian

Banjir Kampung Melayu Mulai Surut, Warga Tetap Ingin di Pengungsian

Megapolitan
Viral Seorang Ibu Jambak Wanita Muda di KRL, Ini Kata PT KCI

Viral Seorang Ibu Jambak Wanita Muda di KRL, Ini Kata PT KCI

Megapolitan
Banjir Masuk ke Dalam Gedung RSCM, Sejumlah Alat Medis Terendam

Banjir Masuk ke Dalam Gedung RSCM, Sejumlah Alat Medis Terendam

Megapolitan
Kenapa Banjir di Kelapa Gading Lama Surut? Ini Penjelasan Pemprov DKI

Kenapa Banjir di Kelapa Gading Lama Surut? Ini Penjelasan Pemprov DKI

Megapolitan
Kelapa Gading Lumpuh karena Banjir, Warga Minta Pintu Air Sunter Segera Dibuka

Kelapa Gading Lumpuh karena Banjir, Warga Minta Pintu Air Sunter Segera Dibuka

Megapolitan
Satu Jenazah di Kampung Melayu Disolatkan di Kantor Lurah karena Masjid Kebanjiran

Satu Jenazah di Kampung Melayu Disolatkan di Kantor Lurah karena Masjid Kebanjiran

Megapolitan
Banjir di Kampung Melayu Datang Tiba-tiba, Tak Ada Peringatan Bencana kepada Warga

Banjir di Kampung Melayu Datang Tiba-tiba, Tak Ada Peringatan Bencana kepada Warga

Megapolitan
[UPDATE] Jakarta Dikepung Banjir, Hindari Lewat 14 Ruas Jalan Ini!

[UPDATE] Jakarta Dikepung Banjir, Hindari Lewat 14 Ruas Jalan Ini!

Megapolitan
Polda Metro Jaya-Kemenpora Promosikan PON XX Papua dan Anti-narkoba Saat CFD

Polda Metro Jaya-Kemenpora Promosikan PON XX Papua dan Anti-narkoba Saat CFD

Megapolitan
Jika Rumah Kebanjiran, Ini yang Perlu Dilakukan Warga Terkait Listrik

Jika Rumah Kebanjiran, Ini yang Perlu Dilakukan Warga Terkait Listrik

Megapolitan
Kampung Pulo Banjir, Anak-anak Main Air, Warga Bersihkan Rumah

Kampung Pulo Banjir, Anak-anak Main Air, Warga Bersihkan Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X