Pompa "Mobile" Dikerahkan Tanggulangi Banjir Muara Angke

Kompas.com - 25/01/2019, 20:29 WIB
Pipa saluran pompa mengalirkan air banjir di Muara Angke ke Kali Adem, Jumat (25/1/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DPipa saluran pompa mengalirkan air banjir di Muara Angke ke Kali Adem, Jumat (25/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak empat buah pompa mobile dikerahkan untuk mengatasi banjir di Jalan Kerapu, Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (25/1/2019).

Camat Penjaringan Muhammad Andri mengatakan, banjir surutnya lama karena pompa yang disediakan sebelumnya tidak bisa menyedot debit air yang begitu besar.

"Sudah dipompa, tetapi memang kapasitasnya kurang. Sekarang itu sudah empat pompa dikerahkan di situ," kata Andri kepada wartawan, Jumat.

Baca juga: Banjir Rendam Permukiman Warga di Muara Angke

Pompa-pompa tersebut akan mengalirkan air ke Waduk Muara Angke dan Kali Adem.

Andri memprediksi banjir dapat surut pada Jumat malam ini jika keempat pompa berfungsi maksimal.

"Harusnya malam ini sudah surut tidak perlu sampai besok pagi. Tadinya (banjir setinggi) 40 sentimeter, sekarang sudah lumayan berkurang," ujar Andri.

Baca juga: Rob Rendam Perkampungan Nelayan di Muara Angke

Pihaknya belum menyediakan posko pengungsian karena belum mendapat informasi adanya warga yang mengungsi.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada pukul 20.00, banjir merendam kawasan permukiman warga di Jalan Kerapu, Muara Angke.

Belum ada perubahan tinggi air secara signifikan. Sejumlah warga yang tempat tinggalya kebanjiran mengungsi ke rumah kerabat yang aman dari banjir.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Megapolitan
Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Megapolitan
Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Megapolitan
Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Megapolitan
FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

Megapolitan
Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Megapolitan
MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

Megapolitan
Kasus Meningkat, Pusat Karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Hampir Penuh

Kasus Meningkat, Pusat Karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Hampir Penuh

Megapolitan
RS Ummi Dapat Teguran Keras, MER-C: Seharusnya Bima Arya Percaya Penuh pada RS

RS Ummi Dapat Teguran Keras, MER-C: Seharusnya Bima Arya Percaya Penuh pada RS

Megapolitan
Di Tengah Polemik Tes Swab, Rizieq Shihab Pergi Tinggalkan RS Ummi

Di Tengah Polemik Tes Swab, Rizieq Shihab Pergi Tinggalkan RS Ummi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X