Kisah Kong Muin, Menjemput Rezeki Menjadi Tukang Servis Payung Keliling...

Kompas.com - 04/02/2019, 05:15 WIB
Kong Muin membuka payung di tempat kontrakannya di Sukapura, Jumat (1/2/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKong Muin membuka payung di tempat kontrakannya di Sukapura, Jumat (1/2/2019).

"Dulu saya ke Muara Angke jalan kaki juga sanggup, namanya juga demi anak. Sekarang sudah capek, kuatnya naik sepeda saja, itu juga enggak sejauh dulu," ucap Kong Muin. 

Kini, ia menghabiskan harinya berkeliling Jakarta Utara menggunakan sepeda.

Uang hasil servis payung digunakannya untuk membayar kontrakan yang dihuninya bersama istri dan seorang cucu.

Baca juga: Rahasia Promosi “Kumpulkan 10 Cap Dapat Payung Gratis”

Istri Kong Muin juga bekerja sebagai pedagang nasi uduk.

Berkat kerja keras keduanya, sang cucu dapat mengenyam pendidikan dan kini tengah duduk di kelas 6 sekolah dasar.

Adapun dua anak Kong Muin tinggal terpisah, yaitu di Rorotan dan Sukabumi, Jawa Barat. 

Kakek empat cucu itu dititipi seorang cucu dari anaknya yang tinggal di Sukabumi. 

Baca juga: Spot Foto Baru di Ancol, 25 Ribu Payung Terbang Menggantung

Bagi Kong Muin, pekerjaan servis payung adalah pilihan terakhir di tengah tuntutan hidup serta keterbatasan fisik dan ekonomi.

"Penginnya sih juga kerja kantoran, tetapi saya buta huruf, SD juga enggak lulus. Ya sudah, servis payung saja yang penting bisa makan," ucap dia tersenyum. 

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X