Tata Tanah Abang Layaknya SCBD, DKI Tetap Pertahankan PKL

Kompas.com - 07/02/2019, 15:51 WIB
Kondisi Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat tampak bersih dari pedagang kaki lima (PKL) sejak dibukanya Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) atau skybridge untuk pejalan kaki dan pedagang. Foto diambil Selasa (11/12/2018) KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELAKondisi Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat tampak bersih dari pedagang kaki lima (PKL) sejak dibukanya Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) atau skybridge untuk pejalan kaki dan pedagang. Foto diambil Selasa (11/12/2018)
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengembangkan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, layaknya Sudirman Central Business District ( SCBD).

Kawasan Sentra Primer Tanah Abang (SPTA) itu akan dikembangkan oleh BUMD DKI Jakarta, Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan mengatakan, karakteristik Tanah Abang tidak akan hilang meskipun nantinya diubah jadi seperti SCBD.

Pemprov DKI pun akan tetap mempertahankan pedagang kaki lima ( PKL) untuk berjualan di sana.


"Penataan kawasan seperti di SCBD, tapi dengan tidak meninggalkan karakteristik Tanah Abang itu sendiri. Di situ kan ada PKL-nya, ada grosirnya," ujar Yoory saat dihubungi wartawan, Kamis (7/2/2019).

Baca juga: Ubah Tanah Abang seperti SCBD, DKI Alokasikan Rp 1,1 Triliun untuk Pembebasan Lahan

Meskipun demikian, Yoory memastikan, kawasan Tanah Abang nantinya tidak semrawut seperti saat ini.

"Itu kita akan tata ulang, tetapi tempatnya tidak semrawut seperti sekarang. Kita akan membangun jaringan badan jalan yang baru, infrastruktur baru," kata Yoory.

Penataan kawasan Tanah Abang akan dimulai setelah pembebasan lahan rampung. Penataan kawasan itu membutuhkan lahan seluas lebih kurang 13 hektar.

Baca juga: Peresmian Skybridge Tanah Abang Tunggu Masyarakat Tertib

Menurut Yoory, sudah ada 5.000 meter persegi lahan yang dibebaskan hingga saat ini.

"Target saya pembebasan lahan 2020 bisa selesai, dua tahun," ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minggu, Kawasan Monas Akan Ditutup karena Ada Pelantikan Presiden

Minggu, Kawasan Monas Akan Ditutup karena Ada Pelantikan Presiden

Megapolitan
Seorang Guru Ngaji di Jatinegara Diduga Cabuli 7 Bocah Perempuan

Seorang Guru Ngaji di Jatinegara Diduga Cabuli 7 Bocah Perempuan

Megapolitan
Ada Pelantikan Presiden, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Hanya Sampai Stasiun Kebayoran

Ada Pelantikan Presiden, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Hanya Sampai Stasiun Kebayoran

Megapolitan
Nenek Arpah Ditipu, Sertifikat Tanah Ternyata Dipakai Tetangga untuk Pinjam Uang

Nenek Arpah Ditipu, Sertifikat Tanah Ternyata Dipakai Tetangga untuk Pinjam Uang

Megapolitan
Pelantikan Presiden Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR

Pelantikan Presiden Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden, 6 Tamu Negara Menginap di Hotel Fairmont

Jelang Pelantikan Presiden, 6 Tamu Negara Menginap di Hotel Fairmont

Megapolitan
Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Megapolitan
Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Megapolitan
Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Megapolitan
Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Megapolitan
Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Megapolitan
Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Megapolitan
Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Megapolitan
Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X