Palyja Sambut Baik Rencana DKI Ambil Alih Pengelolaan Air Jakarta

Kompas.com - 12/02/2019, 10:27 WIB
Sebuah pipa PT Palyja bocor hingga menyemburkan air ke udara di Jalan Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat pada Rabu (21/11/2018).Kompas.com/RIMA WAHYUNINGRUM Sebuah pipa PT Palyja bocor hingga menyemburkan air ke udara di Jalan Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat pada Rabu (21/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) menyambut baik langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan menempuh jalur perdata atau renegosiasi kontrak untuk mengambil alih pengelolaan air bersih di Jakarta.

"Kami menyambut baik inisiatif Pemda dan akan bekerja sama serta mendiskusikan dengan Pihak PAM Jaya yang diberikan mandat untuk menindak lanjuti inisiatif Pemda," kata Corporate Communications and Social Responsibilities Division Head Palyja Lydia Astriningworo kepada Kompas.com, Selasa (12/2/2019).

Soal opsi yang tersedia bagi DKI, menurut Lydia, belum ditentukan. Pihaknya harus berdiskusi dengan PAM Jaya.

Baca juga: Upaya Pemprov DKI Rebut Kembali Pengelolaan Air Bersih di Jakarta


"Kami belum dapat memberi komentar lebih jauh sampai pembicaraan dan diskusi dengan PAM Jaya mencapai kesimpulan yang lebih definitif," ujar Lydia.

Kemarin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum yang dibentuknya mengumumkan hasil kajian selama enam bulan terakhir. Tim itu mengkaji berbagai opsi yang bisa dilakukan DKI untuk menghentikan swastanisasi air di Jakarta.

Langkah yang dipilih yakni lewat mekanisme perdata atau renegosiasi antara PAM Jaya dengan Palyja dan Aetra.

Renegosiasi bisa menghasilkan pembelian dua perusahaan swasta itu oleh DKI, perjanjian kerja sama untuk mengkahiri kontrak, atau pengambilalihan sebagian sebelum kontrak habis tahun 2023.

Langkah perdata ini akan diawali dengan penyusunan head of agreement atau kesepakatan sebelum perjanjian antara PAM Jaya dengan Palyja dan Aetra.

Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo menargetkan head of agreement selesai dalam waktu sebulan.

Baca juga: Ini 3 Langkah agar Pemprov DKI Bisa Mengelola Air Bersih di Jakarta

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Dijambret Dua Orang, Perempuan di Bekasi Pegang Erat Tasnya Hingga Terjatuh

Dijambret Dua Orang, Perempuan di Bekasi Pegang Erat Tasnya Hingga Terjatuh

Megapolitan
Kasus Narkoba yang Menjerat Nunung, Berawal dari Ekstasi hingga Buang Sabu ke Kloset

Kasus Narkoba yang Menjerat Nunung, Berawal dari Ekstasi hingga Buang Sabu ke Kloset

Megapolitan
Ungkapan Maaf dan Terima Kasih dalam Tangisan Komedian Nunung...

Ungkapan Maaf dan Terima Kasih dalam Tangisan Komedian Nunung...

Megapolitan
Jadi Bandar Sabu, Penyanyi Dangdut Panggilan dan Suaminya Ditangkap Polisi

Jadi Bandar Sabu, Penyanyi Dangdut Panggilan dan Suaminya Ditangkap Polisi

Megapolitan
Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

Megapolitan
Ahok yang Merasa Tak Pantas Jadi Menteri atau Masuk ke Pemerintahan Lagi...

Ahok yang Merasa Tak Pantas Jadi Menteri atau Masuk ke Pemerintahan Lagi...

Megapolitan
Gerindra: Tanpa Wagub Tetap Jalan, Pak Anies Juga Senyum-senyum Saja....

Gerindra: Tanpa Wagub Tetap Jalan, Pak Anies Juga Senyum-senyum Saja....

Megapolitan
Cerita Petugas Tagana Hadapi Para Pencari Suaka

Cerita Petugas Tagana Hadapi Para Pencari Suaka

Megapolitan
Kuasa Hukum Kivlan Zen Nilai Penetapan Tersangka Kliennya Tak Sesuai Prosedur

Kuasa Hukum Kivlan Zen Nilai Penetapan Tersangka Kliennya Tak Sesuai Prosedur

Megapolitan
Melawan Saat Ditangkap, Pembobol Spesialis Mobil Honda Ditembak Polisi

Melawan Saat Ditangkap, Pembobol Spesialis Mobil Honda Ditembak Polisi

Megapolitan
Ada Penghuni Rusun Jatinegara Barat yang Tunggak Hingga Puluhan Juta, Ini Kata Pengelola

Ada Penghuni Rusun Jatinegara Barat yang Tunggak Hingga Puluhan Juta, Ini Kata Pengelola

Megapolitan
Anies: Tanaman Lidah Mertua Bukan Satu-satunya Solusi Atasi Polusi Udara

Anies: Tanaman Lidah Mertua Bukan Satu-satunya Solusi Atasi Polusi Udara

Megapolitan
Ini Alasan Para Pelaku Mengincar Mobil Honda untuk Dibobol

Ini Alasan Para Pelaku Mengincar Mobil Honda untuk Dibobol

Megapolitan
Empat Orang Pemuda Tega Bacok Korbannya Hanya karena Sebuah Ponsel

Empat Orang Pemuda Tega Bacok Korbannya Hanya karena Sebuah Ponsel

Megapolitan
Warga Marunda Protes Pembangunan Tol Cibitung-Cilincing yang Langgar Kesepakatan

Warga Marunda Protes Pembangunan Tol Cibitung-Cilincing yang Langgar Kesepakatan

Megapolitan
Close Ads X