Laporkan Kasus Order Fiktif, Go-Jek Ingin Jaga Citra Mitra Pengemudi

Kompas.com - 13/02/2019, 19:53 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono memberikan keterangan kepada wartawan mengenai penangkapan Yanto Sari atas penyalahgunaan narkoba, Rabu (6/1/2019) di Polda Metro Jaya KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARIKabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono memberikan keterangan kepada wartawan mengenai penangkapan Yanto Sari atas penyalahgunaan narkoba, Rabu (6/1/2019) di Polda Metro Jaya

JAKARTA, KOMPAS.com - VP Corporate Affairs Go-Jek Indonesia Michael Say mengatakan, pihaknya melaporkan kasus order fiktif transportasi online untuk melindungi nama baik mitra Go-Jek.

Ia menyebut, kasus order fiktif itu terungkap setelah sistem pada perusahaannya mendeteksi adanya transaksi perjalanan fiktif.

"Sistem kami bisa mendeteksi (transaksi fiktif) itu sehingga kami ingin melindungi mitra. Makanya kami bekerja sama dan berkolaborasi dengan pihak Polda Metro Jaya biar pelaku atau sindikat-sindikat ini bisa cepat ditangkap," kata Michael di Polda Metro Jaya, Rabu (13/2/2019).

Baca juga: Order Fiktif Go-Jek Terungkap, Pelaku Bisa Transaksi 24 Perjalanan Per Hari

Menurut Michael, kasus order fiktif transportasi online itu merugikan pihak perusahaan lantaran harus membayar sebuah transaksi perjalanan fiktif.

Oleh karena itu, ia ingin memberikan efek jera kepada para tersangka sehingga tidak bermunculan lagi kasus order fiktif.

"Ini penting diberitakan untuk menimbulkan efek jera, karena pada intinya sejak kami beroperasi, mitra kami menjadi bagian penting dari ekosistem Go-Jek," ujar Michael.

"Kalau ditanya kerugian, belum bisa kami sebutin karena proses hukum masih berjalan. Tapi kalau dibilang kerugian paling besar itu citra mitra kami," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap empat tersangka kasus order fiktif transportasi online berinisial RP (30), CA (20), RW (24), dan KA (21) pada Selasa (12/2/2019) di Jelambar, Jakarta Barat.

Masing-masing tersangka memiliki 15-30 akun ojek online yang dapat melakukan transaksi perjalanan sebanyak 24 kali dalam satu hari.

Baca juga: Order Fiktif Go-Jek, Pelaku Raup Untung Rp 10 Juta Per Hari

Dalam 24 kali perjalanan itu, satu akun Go-Jek bisa memperoleh keuntungan sebesar Rp 350.000.

Sehingga, Argo menyebut masing-masing tersangka bisa mendapatkan keuntungan mencapai Rp 10 juta dalam satu hari.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7.666 Orang Ajukan SIKM, Hanya 1.422 yang Disetujui

7.666 Orang Ajukan SIKM, Hanya 1.422 yang Disetujui

Megapolitan
Kepala Bocah WNA Tersangkut di Besi Teralis, Dibebaskan Petugas Damkar

Kepala Bocah WNA Tersangkut di Besi Teralis, Dibebaskan Petugas Damkar

Megapolitan
Siapkan New Normal, Kabupaten Tangerang Izinkan Tempat Ibadah Dibuka

Siapkan New Normal, Kabupaten Tangerang Izinkan Tempat Ibadah Dibuka

Megapolitan
Dua Hari, 160 Kendaraan dari Luar Kota Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Dua Hari, 160 Kendaraan dari Luar Kota Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Megapolitan
Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Tengah PSBB

Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Tengah PSBB

Megapolitan
Sopir Bajaj Jadi Tersangka Terkait Tabrakan dengan Bus Transjakarta di Pademangan

Sopir Bajaj Jadi Tersangka Terkait Tabrakan dengan Bus Transjakarta di Pademangan

Megapolitan
Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

Megapolitan
THR TGUPP Tak Dipangkas, Ketua Komisi A DPRD: Ini soal Empati

THR TGUPP Tak Dipangkas, Ketua Komisi A DPRD: Ini soal Empati

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bagikan Masker Kain ke Seluruh Tempat Ibadah yang Boleh Beroperasi

Pemkot Bekasi Bagikan Masker Kain ke Seluruh Tempat Ibadah yang Boleh Beroperasi

Megapolitan
Periode PSBB Jawa Barat dan Depok Beda, Asosiasi Mal Bingung

Periode PSBB Jawa Barat dan Depok Beda, Asosiasi Mal Bingung

Megapolitan
Dari Tegal, 4 Warga Lenteng Agung Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Lurah Bingung

Dari Tegal, 4 Warga Lenteng Agung Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Lurah Bingung

Megapolitan
Asosiasi: Mal di Depok Buka jika PSBB Selesai

Asosiasi: Mal di Depok Buka jika PSBB Selesai

Megapolitan
171.046 Kendaraan Menuju Jakarta Dalam 3 Hari Arus Balik Lebaran

171.046 Kendaraan Menuju Jakarta Dalam 3 Hari Arus Balik Lebaran

Megapolitan
Penjelasan BKD soal Pemotongan Tunjangan PNS DKI Terkait Pandemi Covid-19

Penjelasan BKD soal Pemotongan Tunjangan PNS DKI Terkait Pandemi Covid-19

Megapolitan
Simak Jadwal PPDB SD dan SMP Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang

Simak Jadwal PPDB SD dan SMP Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X