Melawan Pakai Celurit, Pimpinan Geng Begal di Jakbar Ditembak Polisi

Kompas.com - 18/03/2019, 11:24 WIB
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi usai meninjau lokasi kebakaran Jalan Tomang Raya RT 002/RW 015 Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Senin (21/1/2019).Kompas.com/RIMA WAHYUNINGRUM Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi usai meninjau lokasi kebakaran Jalan Tomang Raya RT 002/RW 015 Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Senin (21/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu anggota begal yang membunuh seorang pemuda di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat tewas setelah ditembak polisi saat penangkapan pada Kamis (14/3/2019) lalu.

Pelaku yang berinisial MM alias Tompel (27) tersebut ditembak lantaran melawan ketika diamankan petugas di daerah CNI, Kembangan, Jakarta Barat.

Baca juga: Tim Bandit Tangkap 186 Begal dalam 5 Hari

"Saat pelaku MM alias Tompel hendak dilakukan penangkapan, tiba tiba pelaku melawan petugas menggunakan celurit yang disimpan pelaku di balik tasnya tersebut sehingga kami melakukan tindakan tegas terukur kepada pelaku," Kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi saat dikonfirmasi, Senin (18/3/2019).

Hengki mengatakan, MM masih mengembuskan napas setelah penembakan terjadi, namun dalam perjalanan ke rumah sakit, nyawanya sudah tidak tertolong.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu kemudian menjelaskan, MM merupakan pemimpin dari sebuah geng motor bernama Gabores.

"Dirinya merupakan orang yang membentuk karakter dari keempat pelaku Geng Gabores sehingga melakukan tindakan keji terhadap korban," ujar Edi.

Selain MM, polisi juga mengamankan tersangka lain bernama AI alias KL (20) di lokasi yang berbeda.

AI ditangkap di lokasi persembunyiannya di Jalan Gunung Galunggung, Cengkareng, Jakarta Barat di hari yang sama dengan penangkapan MM.

Baca juga: Lagi, Polisi Tangkap Begal yang Beraksi di Beji, Depok

Adapun MM dan KL merupakan buron setelah polisi meringkus tiga orang anggota geng mereka pada Senin (11/3/2019) lalu.

Kelompok tersebut ditangkap setelah menewaskan seorang korban berinisial IS (22) lantaran melawan saat ponsel dan dompetnya dirampok oleh Geng Gabores usai menonton acara musik di kawasan tersebut.



Terkini Lainnya

Akhir April, Pra-Uji Coba Bus Listrik di Jakarta

Akhir April, Pra-Uji Coba Bus Listrik di Jakarta

Megapolitan
Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Edukasi
Dua Petugas Panwas di NTT Gugur saat Awasi Pemilu 2019

Dua Petugas Panwas di NTT Gugur saat Awasi Pemilu 2019

Regional
Anies Revisi Pergub Pembebasan PBB, Apa Alasannya?

Anies Revisi Pergub Pembebasan PBB, Apa Alasannya?

Megapolitan
Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Nasional
Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Regional
Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Internasional
Lagi, Petugas KPPS di Bekasi Meninggal Dunia akibat Kelelahan

Lagi, Petugas KPPS di Bekasi Meninggal Dunia akibat Kelelahan

Megapolitan
Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

Megapolitan
Bertemu Sekjen Parpol Koalisi, Sandiaga Konsolidasikan Pusat Pengumpulan Formulur C1

Bertemu Sekjen Parpol Koalisi, Sandiaga Konsolidasikan Pusat Pengumpulan Formulur C1

Nasional
Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Regional
Anies: Swasta Sediakan RTH, Dapat Diskon PBB 50 Persen

Anies: Swasta Sediakan RTH, Dapat Diskon PBB 50 Persen

Megapolitan
Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Nasional
Pantau Rekapitulasi di Penjaringan, Sandi: Ini Bukan soal Menang atau Kalah

Pantau Rekapitulasi di Penjaringan, Sandi: Ini Bukan soal Menang atau Kalah

Megapolitan
Bocah Fikri yang Hanyut Belum Ditemukan, Petugas Terkendala Arus Deras Ciliwung

Bocah Fikri yang Hanyut Belum Ditemukan, Petugas Terkendala Arus Deras Ciliwung

Megapolitan

Close Ads X