Sehari, Pelaku Minimal Curi 4 Motor dari Halaman Rumah Warga

Kompas.com - 30/04/2019, 20:42 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menunjukkan barang bukti sepeda motor curian dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Selasa (30/4/2019). KOMPAS.com/ ARDITO RAMADHANKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menunjukkan barang bukti sepeda motor curian dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Selasa (30/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com- Tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor yang ditembak mati polisi, HS, AC, dan MBID, bisa menggasak empat sepeda motor dalam satu hari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, ketiga tersangka yang berasal dari Lampung itu sudah beraksi di Jakarta sejak dua tahun terakhir.

"Untuk tersangka ini dia sudah menjalankan tugasnya ini dua tahun, dua tahun itu sehari minimal empat TKP," kata Argo dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Selasa (30/4/2019).

Argo mengatakan, pada Sabtu (27/4/2019) lalu, ketiga tersangka mampu menggasak empat motor di empat lokasi berbeda yang tersebar di kawasan Kembangan, Kebon Jeruk, dan Ciledug.


Baca juga: Berusaha Rebut Senjata Polisi, 3 Pelaku Curanmor Ditembak Mati

Argo menuturkan, mereka melakukan aksinya bermodal kunci letter T. Tak ketinggalan, senjata api juga biasa mereka bawa untuk mengancam korban.

"Para pelaku secara bersama-sama mencari sasaran sepeda motor yang diparkirkan dalam halaman rumah dengan membawa kunci letter T," kata Argo.

Sepeda motor curian tersebut kemudian akan dibawa ke Pandeglang oleh tersangka MI dan IS untuk diserahkan kepada para penadah yaitu AK dan A.

Diberitakan sebelumnya, polisi menembak mati tiga orang pelaku pencurian kendaraan bermotor berinisial HS, AC, MBID karena melawan petugas saat dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

Baca juga: Cara Cegah Curanmor Menurut Polisi...

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X