Bedanya Ahok dan Anies Tangani Banjir Menurut Anggota Komisi A DPRD

Kompas.com - 02/05/2019, 21:15 WIB
Banjir merendam kawasan permukiman di RW 004 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Selasa (30/4/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Banjir merendam kawasan permukiman di RW 004 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Selasa (30/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta William Yani berpendapat, ada perbedaan antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan pendahulunya, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok, dalam menangani banjir Jakarta. Ahok dinilai lebih sigap dalam mengatasi banjir.

"Kalau kita ingat zaman Pak Jokowi, Pak Ahok, Pak Djarot saya ingat betullah kira-kira bulan November, Desember itu sudah banyak backhoe di jalan, di kali, sudah banyak tumpukan tanah di pinggir kali karena dikeruk. Jadi ada persiapan yang terlihat sebelum masa musim hujan," kata Yani, Kamis (2/5/2019).

Di era Anies, Yani menilai penanganan dilakukan terlambat. Selain alat yang terlambat disiagakan, petugas untuk mengantisipasi genangan juga dinilai tak sebanyak dulu.

Baca juga: BPBD DKI: Minggu Pagi, Masih Tersisa 3 Titik Banjir di Jakarta


"Ketika terjadi genangan hujan atau banjir, kita lihat tuh biasanya ada orang pakai baju oranye. Puluhan orang bersihkan. Sekarang coba, terlihat gak? Ada tapi gak signifikan. Dulu pas zaman Ahok ada genangan air sedikit aja ada puluhan orang. Kita lihat semua PPSU bekerja siang dan malam itu," kata Yani.

Yani mempertanyakan mengapa di era Anies kerja pasukan oranye tak terasa sebaik dulu. Begitu pula di tataran satuan kerja perangkat daerah (SKPD), koordinasi dinilai kurang.

"Kalau sekarang ini autopilot, berjalan begitu aja tanpa ada perintah yang jelas. Sekarang koordinasi antar-SKPD antarinstansi jalan nggak? Kan enggak. Saya ingat betul kalau dulu banjir, ada tuh orang Dinsos, BPBD, yang sudah datang untuk meninjau perlu nggak dipasang tenda," ujar Yani.

Wakil Ketua Komisi A lainnya, Syarif, mengakui kinerja Ahok dalam menangani banjir.

"Kita harus pahami secara proporsional saja. Pak Ahok kerjanya bagus dalam penanganan saat dia menjabat," kata Syarif.

Baca juga: Anies Punya 3 Strategi Tanggulangi Banjir Jakarta, Apa Saja?

Menurut Syarif, ada strategi banjir Ahok yang layak dilanjutkan Anies. Salah satunya soal pompa untuk mengantisipasi genangan.

"Pompa juga dilanjutkan dan sudah ada kok di beberapa titik. Konsep naturalisasi juga mungkin masih jadi rencana Pak Anies, sedang tekuni itu," kata Syarif.

Di sisi lain, Syarif meminta Anies segera mengeksekusi terobosannya. Di antaranya drainase vertikal dan naturalisasi sungai.

"Saya, DPRD, juga mendorong konsep naturalisasi. Pak Anies, segeralah percontohannya di mana. Tapi sekalipun sudah baik, mestinya gubernur dan mantan gubernur duduk bareng," kata dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X