Melihat Gedung Sekolah Karim di Depok yang Terbuat dari Kontainer

Kompas.com - 03/05/2019, 19:50 WIB
Sekolah Master, Jalan Arif Rahman Hakim, Depok, Kamis (3/5/2019). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVASekolah Master, Jalan Arif Rahman Hakim, Depok, Kamis (3/5/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

 

DEPOK, KOMPAS.com - Di belakang Terminal Depok, terdapat tumpukan kontainer warna-warni yang disulap menjadi gedung sekolah.

Bangunan itu adalah Sekolah Masjid Terminal Master Indonesia, tempat Karim (10), bocah kelas 3 SD yang viral itu menimba ilmu.

Tak terlalu sulit menemukan Sekolah Master. Dari Stasiun Depok Baru hanya berjarak 550 meter atau membutuhkan waktu delapan menit dengan berjalan kaki.

Bangunan Sekolah Master memanfaatkan kontainer yang disusun menjadi dua tingkat. Bagian luar kontainer digambar berbagai macam kartun warna-warni.

Baca juga: Kisah Karim Pergi Sekolah, Bangun Pukul 03.00 dan Sendirian Naik KRL dari Kemayoran ke Depok

Sekolah Master, Jalan Arif Rahman Hakim, Depok, Kamis (3/5/2019).KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVA Sekolah Master, Jalan Arif Rahman Hakim, Depok, Kamis (3/5/2019).

Tidak seperti siswa pada umumnya, mereka yang belajar di sekolah Master ini banyak yang tidak mengenakan baju seragam.

Sebagian besar murid-muridnya mengenakan baju biasa dan sandal untuk mereka ke sekolah. Seperti Karim, sebelum mendapat bantuan, ia juga pergi ke sekolah tanpa seragam dan mengenakan sandal karena tak punya sepatu.

Nurohim, salah satu pendiri Sekolah Master ini mengatakan, sekolah ini memang dibangun khusus bagi anak duafa, anak terjerat hukum, hingga anak jalanan yang memiliki kemauan untuk belajar.

Tentu saja, mereka yang bersekolah di sini tak dipungut biaya sepeser pun alias gratis.

Baca juga: Karim Bocah SD Kini Tak Perlu Bangun Pukul 03.00 untuk ke Sekolah...

Sekolah Master awalnya dibangun pada tahun 2000 atas dasar keprihatinan terhadap anak-anak jalanan yang tak dapat bersekolah lantaran tak memiliki biaya yang cukup.

“Awalnya saya dari prihatinan melihat anak-anak jalanan yang luntang lantung di jalanan sehingga saya mencari alternatif bagaimana mereka (anak jalanan) punya wadah pendidikan,” ujar Nurohim saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/5/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berenang Tanpa Pelampung, Seorang Kakek Tewas Tenggelam di Pantai Ancol

Berenang Tanpa Pelampung, Seorang Kakek Tewas Tenggelam di Pantai Ancol

Megapolitan
PPSU Disuruh Berendam di Saluran Air, Ketua DPRD DKI Minta Lurah Jelambar Dicopot

PPSU Disuruh Berendam di Saluran Air, Ketua DPRD DKI Minta Lurah Jelambar Dicopot

Megapolitan
Warga yang Rumahnya Ambruk di Matraman Mengadu ke Anggota DPRD DKI

Warga yang Rumahnya Ambruk di Matraman Mengadu ke Anggota DPRD DKI

Megapolitan
Puluhan Perempuan Demo DPRD Kota Bekasi, Minta Program Kartu Sehat Dilanjutkan

Puluhan Perempuan Demo DPRD Kota Bekasi, Minta Program Kartu Sehat Dilanjutkan

Megapolitan
Satpol PP Masih Berjaga di Kawasan Senen, Cegah PKL Jualan di Bahu Jalan Lagi

Satpol PP Masih Berjaga di Kawasan Senen, Cegah PKL Jualan di Bahu Jalan Lagi

Megapolitan
Selidiki Kasus Bayi Dibuang di Kolong Flyover Ciputat, Polisi Periksa CCTV

Selidiki Kasus Bayi Dibuang di Kolong Flyover Ciputat, Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Dirawat Setelah Digigit Ular, Pedagang di Pasar Kemirimuka Akhirnya Diizinkan Pulang

Dirawat Setelah Digigit Ular, Pedagang di Pasar Kemirimuka Akhirnya Diizinkan Pulang

Megapolitan
Mahasiswa Jayabaya Meninggal Saat Pendidikan Bela Negara

Mahasiswa Jayabaya Meninggal Saat Pendidikan Bela Negara

Megapolitan
Lurah Jelambar Disebut Masih Ikut Rapat Usai PPSU Berendam di Got

Lurah Jelambar Disebut Masih Ikut Rapat Usai PPSU Berendam di Got

Megapolitan
Kebakaran di Pabrik Tahu Bekasi, Seluruh Bangunan Ludes Dilalap Api

Kebakaran di Pabrik Tahu Bekasi, Seluruh Bangunan Ludes Dilalap Api

Megapolitan
Pemkot Minta PD Pasar Jaya Percepat Penataan Pasar Baru Metro Atom untuk PKL Senen

Pemkot Minta PD Pasar Jaya Percepat Penataan Pasar Baru Metro Atom untuk PKL Senen

Megapolitan
Kelompok Ormas Nyaris Bentrok di Jalan Raya Lenteng Agung

Kelompok Ormas Nyaris Bentrok di Jalan Raya Lenteng Agung

Megapolitan
Jadi Tersangka Penganiayaan, Gathan Saleh Masih Diburu Polisi

Jadi Tersangka Penganiayaan, Gathan Saleh Masih Diburu Polisi

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Daging Ayam Naik di Kota Tangerang

Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Daging Ayam Naik di Kota Tangerang

Megapolitan
Polisi Cari Identitas Pemalak Sopir Truk di Kawasan Jakpus yang Viral di Medsos

Polisi Cari Identitas Pemalak Sopir Truk di Kawasan Jakpus yang Viral di Medsos

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X