Pria yang Ancam Penggal Jokowi Terancam Penjara Seumur Hidup

Kompas.com - 13/05/2019, 12:49 WIB
Polisi menampilkan foto tersangka yang mengancam memenggal kepala Presiden Joko Widodo berinisial HS (25) di Polda Metro Jaya, Senin (13/5/2019). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAPolisi menampilkan foto tersangka yang mengancam memenggal kepala Presiden Joko Widodo berinisial HS (25) di Polda Metro Jaya, Senin (13/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - HS (25), pria yang mengancam memenggal kepala Presiden Joko Widodo terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup.

Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan, HS dikenakan pasal makar karena dianggap mengancam keamanan negara dan mempunyai niat membunuh kepala negara.

" Tersangka dijerat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP, Pasal 336 dan Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik karena yang bersangkutan diduga melakukan perbuatan dugaan makar dengan maksud membunuh dan melakukan pengancaman terhadap presiden," kata Ade di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019).

Baca juga: Saat Ditangkap, Pria yang Ancam Penggal Jokowi Sedang Bersantai

Ade mengatakan, saat ini HS masih dimintai keterangan secara intensif guna mengetahui maksud dan motif ancaman terhadap Presiden. 

"Tersangka masih dilakukan pendalaman untuk mengetahui motif dan latar belakang (menyerukan ancaman pemenggalan terhadap presiden)," ujarnya. 

Sebelumnya, HS ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu (12/5/2019) pukul 08.00. 

Baca juga: Tahu Videonya Viral, Pria yang Ancam Penggal Jokowi Sempat Melarikan Diri

HS diduga melontarkan ancaman untuk memenggal kepala Presiden Joko Widodo saat melakukan aksi demo di depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019) siang.

Tindakannya itu dilaporkan Relawan pendukung Joko Widodo yang tergabung dalam organisasi  Jokowi Mania.

HS melarikan diri ke rumah kerabatnya di daerah Parung, Bogor, setelah videonya viral di sosial media.

Baca juga: Jubir BPN: Apakah Pernyataan HS yang Mau Penggal Kepala Jokowi Itu Serius?

Polisi mengamankan barang bukti seperti jaket, tas, dan telepon genggam di rumahnya di kawasan Palmerah.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KCI: Komitmen pada Aturan Jam Kerja Solusi Urai Antrean Penumpang KRL

KCI: Komitmen pada Aturan Jam Kerja Solusi Urai Antrean Penumpang KRL

Megapolitan
Stasiun Padat, KCI Tambah Perjalanan KRL dan Hukum Penumpang yang Akali Prosedur

Stasiun Padat, KCI Tambah Perjalanan KRL dan Hukum Penumpang yang Akali Prosedur

Megapolitan
Kecewa Jalur Zonasi PPDB DKI, Orangtua Kirim Karangan Bunga 'RIP Pendidikan' ke Balai Kota

Kecewa Jalur Zonasi PPDB DKI, Orangtua Kirim Karangan Bunga "RIP Pendidikan" ke Balai Kota

Megapolitan
Satpol PP Tangsel Akan Sering Patroli ke Kontrakan untuk Awasi Pendatang

Satpol PP Tangsel Akan Sering Patroli ke Kontrakan untuk Awasi Pendatang

Megapolitan
Kisruh PPDB, Kenapa Unjuk Rasa di Jakarta Begitu Masif?

Kisruh PPDB, Kenapa Unjuk Rasa di Jakarta Begitu Masif?

Megapolitan
Pilkada Depok 2020, Tim Gerindra dan PDI-P Yakin Pasangan Pradi-Afifah Tak Akan Berubah

Pilkada Depok 2020, Tim Gerindra dan PDI-P Yakin Pasangan Pradi-Afifah Tak Akan Berubah

Megapolitan
Ledakan di Menteng, Sejauh Mana Peristiwa Ledakan Disebut Terorisme?

Ledakan di Menteng, Sejauh Mana Peristiwa Ledakan Disebut Terorisme?

Megapolitan
Pilkada Depok 2020, PDI-P dan Gerindra Mantap Usung Pradi-Afifah

Pilkada Depok 2020, PDI-P dan Gerindra Mantap Usung Pradi-Afifah

Megapolitan
Bima: Penumpukan Penumpang KRL di Stasiun Bogor karena Banyak Sektor Usaha Beroperasi Kembali di Jakarta

Bima: Penumpukan Penumpang KRL di Stasiun Bogor karena Banyak Sektor Usaha Beroperasi Kembali di Jakarta

Megapolitan
30 ASN Ikut Awasi Protokol Kesehatan di 17 Pasar di Jakarta Selatan

30 ASN Ikut Awasi Protokol Kesehatan di 17 Pasar di Jakarta Selatan

Megapolitan
32 Penghuni Kontrakan di Serpong Diminta Lakukan Rapid Test

32 Penghuni Kontrakan di Serpong Diminta Lakukan Rapid Test

Megapolitan
Sopir Taksi Online Tewas di Bekasi, Mobil dan Ponsel Korban Hilang

Sopir Taksi Online Tewas di Bekasi, Mobil dan Ponsel Korban Hilang

Megapolitan
Kala Siswi Berprestasi Peraih 700 Piala Gagal PPDB Jakarta karena Usia dan Berharap Bangku Kosong...

Kala Siswi Berprestasi Peraih 700 Piala Gagal PPDB Jakarta karena Usia dan Berharap Bangku Kosong...

Megapolitan
Sopir Taksi Online Ditemukan Tergeletak di Jalanan dengan Luka di Leher

Sopir Taksi Online Ditemukan Tergeletak di Jalanan dengan Luka di Leher

Megapolitan
Sejak Juni, AirNav Catat Peningkatan Pergerakan Pesawat 2 Kali Lipat

Sejak Juni, AirNav Catat Peningkatan Pergerakan Pesawat 2 Kali Lipat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X